foto-abi-ami

Saat kita memutuskan untuk menikah, itu ibarat mengajak pasangan kita untuk naik bahtera melewati samudera. Saat berlayar kadang cuaca nya tenang dan indah, melewati gugusan pulau, mentari bersinar dengan hangat tapi adakalanya ada hujan badai, ombak menggulung-gulung, langit tertutup awan yang tebal dan bergemuruh.

Kalau dalam kehidupan nyata, Kata Allah. kita itu akan dicoba dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (QS 2:115). Hampir semua pasangan pasti pernah mengalami salah satunya. Siapa hayo yang gak pernah merasa takut, lapar, kekurangan finansial, kehilangan orang yang kita cinta. Tapi Allah melanjutkan bahwa ada kabar gembira buat orang-orang yang sabar.

Lalu kemudian timbul pertanyaan. bagaimana agar jadi orang yang sabar? Allah menjawab dalam QS Al Ashr ayat 3 agar kita saling menasehati dalam menetapi kesabaran. Kita enggak bisa sendiri. Suami nahkoda sedangkan istri itu navigator harus kompak saling mengingatkan, saling menguatkan, saling menyemangati sebesar apapun ombak yang dihadapi. Bila tidak, tentu bahtera akan kehilangan arah dan kemudian tenggelam.

Allah itu Maha Tahu. cobaan yang diberi-Nya pasti tidak melebihi kapasitas hamba-Nya. Pasti kita mampu melewatinya. Dan tidaklah Allah menciptakan kesulitan melainkan Ia juga memberikan jalan keluarnya. asal kita mau bertaqwa. patuh atas perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itu sudah janji-Nya. Dan janji mana yang lebih agung daripada sebuah janji dari Sang Pencipta yang berkuasa atas segala sesuatu.

Refleksi @astumd
Rabu, 30 November 2016 (19.16)

Advertisements