Home

3 idiots – The Quotes and lessons

Leave a comment

 

  • Kita tidak tahu yang akan terjadi, katakana saja ALL IZ WELL (semuanya akan baik-baik aja)
  • Milikilah keahlian dan sempurnakanlah, kesuksesan akan mengikutinya
  • Biarkanlah anak berkembang menurut bakatnya masing-masing. Dukung kemudian amati. Karena kesuksesan terlahir dari keinginan dan cita-cita yang kuat
  • Sistem pendidikan yang salah hanya akan menghasilkan mesin dan robot.. tanpa perasaan, tanpa moral
  • Think different, biarkan ide-ide liarmu menjadi sebuah inovasi
  • Hidupkanlah hidupmu
  • Pursue excellence, and success will follow

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY (ACT) UNTUK MALARIA RINGAN

Leave a comment

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY UNTUK MALARIA RINGAN

 

  1. Artesunate + Amodiaquine (artesdiaquine/arsuamoon)
    • 1 blister ada 4 tablet Artesunate @50 mg dan 4 tablet Amodiaquine @200 mg
    • Aturan minum 1×8 tablet selama 3 hari plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  2. Dihidroartemisin + Piperaquin (DHP) (Darplex/Artekin/Artep/Duo-cotexin)
    • 1 tablet DHP mengandung dehidroartemisin 40 mg dan piperaquin 320 mg
    • Aturan minum : Darplex 1×3 tablet selama 3 hari, Artekin 2 tablet 8 jam kemudian 2 tablet, 24 jam, 32 jam masing masing 2 tablet (total 8 tablet)
    • plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  3. Artemeter + Lumefantrine (Coartem)
    • 1 tablet mengandung Artemeter 20 mg dan Lumefntrine 120 mg
    • Aturan minum Coartem 20/120 — 4 tablet pada jam ke 0, 8, 24, 36, 48 dan 60
    • Primaquin 3 tablet pada jam ke 12 (Falc) 1×1 selama 14 hari pada vivax

Harijanto PN (2011). ACT sebagai obat pilihan malaria ringan. Cermin Dunia Kedokteran (38)2:112-114

Pemeriksaan sederhana sendi bahu (Soft Tissue Rheumatism)

Leave a comment

Nyeri di persendian kadang begitu nyeri sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan quality of life. Penyebabnya bisa macam-macam seperti sport injury, salah posisi saat mengangkat beban berat, dsb. berikut saya ingin sharing beberapa video pemeriksaan rematologi sederhana yang bisa diterapkan untuk membantu diagnosis penyakit di sekitar sendi bahu. More

The suicidal phenomenon – How to prevent?

Leave a comment

Tadi pagi saya membaca berita yang kurang sedap di salah satu situs berita online. Bunuh diri online. Live dan membuat kehebohan di dunia maya. And people begin to judge nyalahin si ini dan si itu, benernya gini dan gitu..

Tapi Guys mari kita sejenak mengambil pelajaran. Kalau melihat data dari WHO, sungguh miris. Di Indonesia, angka bunuh diri 3,7 per 100.000 penduduk. Berarti kalo jumlah penduduk kita 285 juta berarti kira-kira setiap jam ada 1 orang yang bunuh diri, dalam 1 tahun ada 10.000 orang!

Kalau dalam skala global nih, total ada 800.000 orang yang meninggal per tahun karena bunuh diri 75% diantaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bunuh diri merupakan penyebab kematian ke-5 di dunia dan modusnya paling banyak adalah minum pestisida, gantung diri dan menggunakan senjata api More

6 langkah mengatasi rasa takut

Leave a comment

fear

Setiap manusia normal bahkan hewan pasti punya yang namanya rasa takut. Rasa takut adalah insting atau emosi yang paling primitif. Rasa takut sebenarnya diberikan Tuhan sebenarnya untuk bertahan hidup. Input sensoris visual, auditori dan somatosensori akan diproses di bagian otak bernama amygdala. Outputnya adalah berbagai neurohormon seperti cortisol, nor-adrenalin dan adrenalin. Akibatnya apa? Detak jantung meningkat agar darah dan oksigen terpompa lebih banyak, pupil melebar agar kita lebih jelas melihat dalam gelap, dan glukosa dibongkar dari lemak dan liver agar kita lebih berenergi, endorfin di sekresi agar kita lebih tenang. Semuanya itu membuat kita menjadi siap dan lebih waspada untuk berlari atau melawan (Flight or Fight). Terutama pada situasi hidup dan mati.

Menurut ilmu psikologi, sebenarnya hanya ada 5 macam rasa takut.

  1. Fear of Annihilation. Rasa takut untuk menjadi punah sehingga sekuat mungkin bertahan hidup. Seperti ketika berada di ketinggian, ketika mendaki gunung, ketika kita berjalan di hutan yang gelap
  2. Fear of Mutilation. Rasa takut kehilangan struktur atau fungsi tubuh secara integratif. Contohnya ketakutan pada binatang karena takut digigit
  3. Fear of loss of Autonomy. Rasa takut kehilangan kebebasan seperti kelumpuhan, terperangkapdipenjara, dijajah termasuk tentang interaksi sosial, relasi dan claustrofobia
  4. Fear of Separation. Rasa takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita cintai termasuk menjadi takut ditelantarkan, ditinggalkan, tidak diinginkan atau ditolak secara sosial
  5. Fear of Ego death. Ini ketakutan yang menyangkut ego yaitu disintegrasi menyangkut kecintaan, kapasitas dan kelayakan. contohnya seperti rasa takut dipermalukan, tidak dicintai, dihina

Dari rasa takut itu bisa berkembang menjadi emosi yang lain seperti rasa iri, cemas, stress, benci dll. Seperti master yoda yang bilang ke anakin skywalker “fear is the path of darkness” kan awalnya dari rasa takut kehilangan istrinya sampai dia jadi jahat, menjadi pemarah dan akhirnya jadi darth vader.

“The only thing we have to fear is fear itself” — Franklin D. Roosevelt

Rasa takut sebenarnya adalah informasi yang bisa kita pikirkan secara sadar. Yang menjadi masalah ketika rasa takut itu menguasai emosi dan perasaan. Berfikir yang terburuk dan menjadikannya suatu realitas yang tidak dapat dihindari. Kalau terlalu takut akan ada refleks bergerak mundur, menghindari risiko sehingga kita sukit untuk bergerak maju

Beberapa ahli ada yang menyarankan semacam kiat agar kita bisa menaklukkan rasa takut. Conquering the fear!

  1. Take a deep breath. Tarik nafas 7 hitungan, lalu keluarkan selama 11 hitungan. Nafas yang cepat dan memburu justru akan meningkatkan rasa cemas dan takut
  2. De-personalisasi rasa takut. Bayangkan dan keluarkan seluruh rasa takut dan masalahmu di sebuah kotak. Lalu lihat secara obyektif. Terima dan jangan dihindari lalu buat plan ABC untuk solusinya. Intinya membawa masalah itu ke ruang kesadaran
  3. Time out. Lakukan mental vacation. Lakukan hal hak yang bisa membuatmu tenang seperti meditasi, berbicara dengan teman atau pasangan, mendengarkan musik, jalan-jalan atau yang muslim bisa berdzikir, sholat malam, merendahkan diri di hadapan Allah pemilik segala solusi. Harapannya setelah itu kita bisa lebih berfikir jernih (mindfullness) dalam menghadapi masalah dan menyelesaiknnya dengan sepenuh hati (heartfullness)
  4. Berfikir positif. Melatih diri dan mengubah cara berfikir. Visualisasi hal-hal yang baik semisal tampil presentasi dengan penuh percaya diri.
  5. Seringlah terpapar dengan stress. Percobaan pada hewan. Tikus yang diberi stimulus stress dalam periode yang singkat akan bisa melawan rasa takut tersengat listrik. Begitu juga kita kalo sering terpapar dengan rasa takut, maka ada yang namanya coping mechanism. Amygdala akan memproses stimuli yang masuk secara berbeda. Karena kita secara perlahan akan belajar untuk survive.
  6. Persiapan yang cukup. Kalo kita prepare rasa takut akan berkurang juga dengan sendirinya

Terakhir, saya jadi inget kata guru ngaji dulu pas kita lagi juga takut dan khawatir. “Astu, maya. Kalian berdua kalau sedang menghadapi masalah itu jangan dirasakan. semakin kalian berkutat pada masalah maka kalian akan semakin takut. Ora et labora. sambil bekerja maka teruslah berdoa. Dzikir dan sholawat itu harus konsisten. InshaAllah hidup itu enggak sulit kok, soalnya selalu dapat pertolongan dari Allah wa Rasul, selalu dapat kemudahan yang kadang dari jalan yang mungkin tidak pernah kita prediksi”

Refleksi @astumd

27 Februari 2017 (13.13)

The saying of Lie Zi – The quotes

Leave a comment

liezi-e1266148386976

The saying of lie zie – guru periang pengendara angin

Tsai chih chung (2011). Jakarta : Elex Media Komputindo

 

  • Ingatlah jika Anda berbudi pekerti mulia dan menghilangkan berbagai pikiran bahwa Anda mulia. Kemanapun Anda pergi akan dicintai
  • Apapun yang mengganggu pikiran akan dibawa ke alam mimpi. Jika pikiran tentram selama terjaga tentram pula pikirn selama tidur
  • Kesedihan hanyalah suasana pikiran dan bisa diciptakan oleh keadaan. Oleh karena itu, apakah sedih atau tidak, itu hanya ada dalam pikiran
  • Dengan mengembara kita berusaha mencari kekurangan di luar diri kita, sementara dengan merenung kita menemukan kecukupan dalam diri kita
  • Betapapun sulitnya suatu pekerjaan , jika kita tidak berusaha mengupayakannya, bagaimana Anda tahu bahwa Anda tidak bisa mengerjakannya? Dengan keteguhan hati dan kebulatan tekad, gunung sekalipun bisa dipindahkan
  • Manusia harus tahu kelebihan dan kelemahannya dan jangan memaksa diri berlebihan. Orang yang mencoba menantang alam akan merasakan akibatnya
  • Apa yang datang dari dalam diri akan sangat berpengaruh pada orang lain. Waktu tidak bisa menghapus pengaruh itu.
  • Puncak dari tindakan adalah ketika pikiran dan tubuh tidak terbagi
  • Orang harus menghadapi kehidupan dan kematian dengan seimbang dan hidup keberanian dan kepercayan diri. Bertahan hidup dan takut kematian bagai pengembara yng tersesat dan tak bisa kembali
  • Jika seorang tidak mencari reputasi dalam kehidupannya atau mengagungkann nama baik setelah kematiannya. Tidak masalah apakah dia panjang umur atau tidak. Dia akan hidup dan menikmati hidup
  • Berhasil mengenai sasaran secara tidak sengaja tidaklah cukup. Orang harus tahu seluruh proses panahan untuk mengujur kedalamannya
  • Keadaan selalu berubah dan ketika kondisi berubah reaksi manusia juga berubah
  • Orang yang berpaham Tao menyibukkan diri dengan esensi segala sesuatu, bukan penampilan
  • Tindakan yang sama tidak akan menuai hasil yang sama. Orang harus bertindak sesuai kebutuhan situasi dan jangan memaksakan hasil tertentu
  • Ketiak hati seseorang diperiksa berbagai masalah, dia akan terperosok lubang dan menabrak pohon namun belum sadar juga

10 Tips mendidik anak tanpa kursus dan biaya mahal – Pelajaran dari buku “Parent with No property”

Leave a comment

dscn2690

Han, HS (2013). Parent with no property. B First : Jogjakarta

Buku ini meruntuhkan anggapan bahwa bila ingin berhasil dalam pendidikan harus melalui pendidikan khusus (kursus). Karya penulis Korea Han Hee-Seok ini menceritakan  pengalaman pribadinya dalam mendidik anak sehingga berhasil sampai perguruan tinggi di tengah keterbatasan finansial. Inti dari keberhasilannya adalah totalitasnya untuk terlibat secara aktif pada pendidikan Geoul, putri sulungnya. Totalitas menjadi coach dalam proses belajarnya. Berikut adalah tips-tips suksesnya : More

Older Entries