Efek radiasi “blue light” komputer/gadget dan kesehatan mata

 

Rata-rata dalam 12 jam sehari, mata kita baik orang dewasa maupun anak terpapar oleh radiasi yang dipancarkan oleh piranti digital mulai dari laptop, smartphone, tablet, televisi. Apa saja efeknya buat kesehatan mata? Jadi gini. cahaya yang bisa kita lihat itu sebenarnya terdiri dari beberapa spektrum warna, seperti pelangi Mejikuhibiniu. Sinar biru atau blue light adalah salah satu sinar dengan gelombang pendek namun memiliki energi yang tinggi.

Sinar biru itu punya efek positif dan negatif. Positifnya sinar biru bisa meningkatkan kewaspadaan, fungsi memori dan kognitif. Efek negatif terutama bisa mengganggu kerja hormon melatonin. Yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. Gangguan pada hormon ini menurut beberapa literatur bisa menyebabkan gangguan pola tidur yang berefek pada depresi dan kelelahan fisik, kanker, siabetes, bisa juga lho menyebabkan obesitas karena juga mengganggu hormon yang bertanggung jawab terhadap rasa lapar.

Efek langsung pada mata dapat berupa keluhan mata lelah, mata kering, iritasi, nyeri kepala atau leher. Blue light yang bisa menembus lapisan retina bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan penglihatan yang disebut macular degeneration yang dalam jangka lama bisa menyebabkan kebutaan permanen. Memang di kalangan ilmuwan menganggap efek ini berlebihan karena penelitian sementara masih animal trial yang notabene lensa matanya lebih rentan terhadap cahaya.

Ada beberapa hal yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk mencegah efek negatif sinar biru

  1. Tips 20-20-20 artinya setiap 20 menit mata kita harus istirahat selama 20 detik dan memandang sejauh 20 kaki (6 meter). Ada itu aplikasi yang namanya POMODORO. semacam timer setiap 25 menit dia akan bunyi dan kita harus istirahat selama 5 menit bisa juga dipakai
  2. Pastikan pencahayaan cukup tidak terlalu terang atau redup dan tidak terlalu kontras dengan cahaya piranti digital
  3. Boleh memakai kacamata dengan proteksi atau filter terhadap blue light. Ini sudah mulai banyak dipasarkan di toko-toko optik. Lebih sejuk kalo menurut pengalaman pribadi
  4. Kalo menatap layar kita seringkali lupa berkedip sehingga mata menjadi kering. Jadi jangan lupa berkedip atau bisa dibantu obat tetes yang berisi air mata buatan

 

Advertisements

Diagnosis dan Tatalaksana Asma Bronkiale

INTRODUCTION

PATOFISIOLOGI ASMA

 

 

 

DIAGNOSIS

Perbedaan Asma dengan PPOK

Spirometri

TREATMENT

 

Line drawings showing 6 steps in using a diskus dry powder inhaler. SOURCE: Original art. Used in 90334, 86203.
Five steps in using metered-dose inhaler without a spacer. SOURCE: Elements from 90332. Used in 86587.

 

Tatalaksana keracunan methanol (cukrik/oplosan)

Fenomena

Ini fenomena di Bandung. Karena harga murah, ada perasaan ingin tahu, kebersamaan, harga diri, mostly social economic reasons

Patofisiologi

Asidosis terjadi karena penumpukan dari asam format
Mekanisme destruksi optic nerve memang tidak banyak diketahui persisnya. tapi kehilangan penglihatan diduga karena metanol mempengaruhi fungsi mitokondria dan ada juga demyenilisasi atau destruksi saraf optik.

 

Tatalaksana

Indikasi mulai terapi dengan Fomepizole atau Ethanol
Dosis terapi Ethanol
Indikasi Hemodialisis pada Intoksikasi Metanol

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY (ACT) UNTUK MALARIA RINGAN

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY UNTUK MALARIA RINGAN

 

  1. Artesunate + Amodiaquine (artesdiaquine/arsuamoon)
    • 1 blister ada 4 tablet Artesunate @50 mg dan 4 tablet Amodiaquine @200 mg
    • Aturan minum 1×8 tablet selama 3 hari plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  2. Dihidroartemisin + Piperaquin (DHP) (Darplex/Artekin/Artep/Duo-cotexin)
    • 1 tablet DHP mengandung dehidroartemisin 40 mg dan piperaquin 320 mg
    • Aturan minum : Darplex 1×3 tablet selama 3 hari, Artekin 2 tablet 8 jam kemudian 2 tablet, 24 jam, 32 jam masing masing 2 tablet (total 8 tablet)
    • plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  3. Artemeter + Lumefantrine (Coartem)
    • 1 tablet mengandung Artemeter 20 mg dan Lumefntrine 120 mg
    • Aturan minum Coartem 20/120 — 4 tablet pada jam ke 0, 8, 24, 36, 48 dan 60
    • Primaquin 3 tablet pada jam ke 12 (Falc) 1×1 selama 14 hari pada vivax
Harijanto PN (2011). ACT sebagai obat pilihan malaria ringan. Cermin Dunia Kedokteran (38)2:112-114

Pemeriksaan sederhana sendi bahu (Soft Tissue Rheumatism)

Nyeri di persendian kadang begitu nyeri sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan quality of life. Penyebabnya bisa macam-macam seperti sport injury, salah posisi saat mengangkat beban berat, dsb. berikut saya ingin sharing beberapa video pemeriksaan rematologi sederhana yang bisa diterapkan untuk membantu diagnosis penyakit di sekitar sendi bahu. Continue reading “Pemeriksaan sederhana sendi bahu (Soft Tissue Rheumatism)”

Sebuah Kopi-logi

CIMG8513

Kalau sudah ngopi di warung rasanya fresh. Kan ada sejuta solusi dalam secangkir kopi – M. Qosim (Wakil Bupati Gresik)

Saat ini di Indonesia, kopi sudah menjadi gaya hidup. merata dari berbagai strata sosial dari warung kopi hingga starbucks. Menurut data dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) tahun 2013, Komsumsi kopi di Indonesia mencapai 1 kg/kapita/tahun atau sekitar 260 juta ton kopi per tahunnya

Dalam secangkir kopi rata-rata mengandung 80-175 mg kafein. tergantung dari jenis biji kopi dan teknik penyeduhannya. Kafein merupakan derivat dari metilxanthine yang secara farmakologis bekerja sebagai reseptor antagonis adenosine (neurotransmitter) dan menghambat enzim fosfodiesterase. Sehingga seperti halnya obat, kafein memiliki beberapa efek pada tubuh

Continue reading “Sebuah Kopi-logi”

The 57th Quadruple Symposium – Lecture Notes

The 57th Quadruple Symposium

(SUMETSU-12, MECARSU-12, SOBU-8, SDU-25)

Day 2 – Sunday 1 March 2015

Lecture Notes

 

PLENARY LECTURE-2

Update on The Role of Fructose on Obesity and Metabolic Syndrome by Sidhartawan Soegondo

  • fructose obesitas dan sm.
  • sweet is really sweet. sebelum ada manis orang makan tidak sebanyak srkarang. ujungnya gemuk sm, cvd
  • dihubungkan fruktose dengan cvd. ujungnya sakit jantung. fruktose dislipidemia atherosklerosis, insulin resistance sakit jantung. fruktosa obesitas. fruktosa itu manis
  • apakah kalori is not kalori?
  • yang dimakan jumlah kalori. apakah kalori benar menjadi kalori menjadi energi
  • fruktosa vs sukrosa. fruit sugar. fruktosa sujrose plus glukose
  • kegemukan bukan soal kalori. tapi makan banyak. kalo makan manis akan makan banyak. makan kurang jadi tambah. yang bermasalah adalah rasa manisnya.
  • sugar bukan hanya gula pasirtapi juga. cane sugar mannitol dsb
  • fructose dimetbolisir dengan cara yang berbeda beda. orang makan makanan ftuktosa banyak srkali. fruktosa masuk as 60 persen obesitas.
  • fruktose menghambat program pengurusan badan. manis akan membuat orang tambah makan
  • jangan makan lemak. low fat tapi tetap makan manis jadi tetap bertambah gemuk
  • mulai 70an high fructose consumtion obesitas muli naik. 70an mulai dikenal rasa manis, kegemukan
  • fruktosa ada di srlutuh dunia.
  • glucose surpress terhadap hunger hormon ghrelin menekan nafsu makan. ada mekanisme feed back.
  • fruktose tidak punya efek terhadap ghrelin dan leptin, remnya hilang. ia makan lagi kalo dari glukosa masih ada respon leptin dan ghrelin. metbolisme fruktose di hati. menjafi sm, dislipidemi, hepatic jnsulin resitancr, promoting consumption.
  • miocines apes mkn buah. 20,3 juta tahun yang lalu, buah mengandung fruktose. kenaikan tekanan darah, menyimpan lemak, insulin resistance, leptin resistance. hanya musim buah dia makan. selama jutaan tahun terjadi dan dia survive.

Continue reading “The 57th Quadruple Symposium – Lecture Notes”