Catatan Tarawih 19 Mei 2018 : Pengertian Jihad, Perintah Sholat dan Puasa

Masjid Sabilillah Candi Lontar – Ust Matrifi

  • Jihad itu artinya mengerjakan sesuatu sungguh-sungguh dengan fisik
  • Pengertian Jihad yang salah ketika ayat qur’an dipotong-potong.
  • Merusak atau menyakiti orang lain tidak dibenarkan dengan dalih apapun. Islam diturunkan sebagai Rahmat Lil aalamiin. Ingat akhlak Nabi yang memaafkan orang-orang yang melempari beliau dengan kotoran unta
  • Perang boleh tapi saat kita diserang. Seperti kaum muslimin saat perang Badar. Defensif
  • Ijtihad dengan pikiran sepereti menentukan hukum asuransi
  • Mujahadah itu secara spiritual seperti menahan godaaan makan minum selama puasa
  • Perintah Sholat lebih dahulu ada sebelum puasa. Perintah Sholat saat Isra’ Miraj saat Nabi masih di Mekkah sementara perintah Puasa 2 Hijriyah bulan Sya’ban
  • Shalat setelah tarawih boleh saja tapi tanpa witir
  • Perbanyak Istighfar selama Ramadhan karena kita akan diberi sesuatu walau tanpa diminta
Advertisements

Mukmin itu seperti lebah

Khotbah Jumat 18 Mei 2018 Masjid Sabilillah Candi Lontar

  • Syukur kesehatan, berpuasa. Bisa hadir di rumah Allah.
  • Setiap langkah menghapus dosa-dosa
  • Meningkatkan taqwa. Bekal yang paling utama adalah taqwa manusia yang mulia. Orang yang paling mulia adalah yang paling taqwa. Allah menilai manusia bukan dari status sosial
  • Berdzikir, membaca Al Qur’an. Bulan mulia, bulan ampunan, bulan penuh rahmat. Maksimalkan ibadah. Isi dengan amalan-amalan yang sholeh
  • Mentalitas seorang mukmin. Diumpamakan seperti lebah. Banyak yang bisa diambil pelajaran
    1. Yang diambil sari bunga. Yang dimakan yang baik. Halalan Thoyyiban. Menghasilkan energi yang baik pula.
    2. Menghasilkan madu dibuat obat. Kemanapun selalu bermanfaat. Harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain.
    3. Tidak ada ranting yang patah. Tidak membuat kerusakan. Rahmatan Lil Aalamiin. Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak. Islam agama yang cinta damai. Rahmat untuk alam semesta muslim maupun bukan . Belum beriman seseorang bila belum bisa mengayomi tetangganya
    4. Jangan-jangan coba mengusik tempat mereka. Diusik akan dikejar. Defense bukan offensive. Namun Rasululah diludahi orang kafir, tidak membalas. Suatu saat yang meludahi sakit. Tapi malah dikunjungi. Besuk. Luar biasa akhlaknya. Orang lain belum mengunjungi. Itulah ajaran Islam yang begitu santun.
  • Mudah-mudahan mentalitas kita seperti lebah. Selalu memberi manfaat kepada sesama. Khoirunnaaas li anfauhum linnaaas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Keutamaan Bulan Ramadhan

Pengajian IPD

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ustadz Sholeh Drehem, Lc., Mag

  • Ada 2 orang macam manusia yang merugi dunia dan akhirat yaitu :
    1. Orang yang selama hidup bersama dengan orang tuanya tapi disaat keduanya meninggal tidak mendapat berkah, ampunan maupun ridha-nya. (Mungkin selama orangtuanya masih hidup sering menyakiti, durhaka)
    2. Seseorang yang bertemu dengan bulan Ramadhan namun disaat keluar dari bulan Ramadhan tidak mendapat ampunan (Karena tidak memanfaatkan bulan Ramadhan dengan maksimal, atau justru banyak berbuat maksiat)
  • Saat Ramadhan itu ada yang senang, ada yang merasa terbebani. Senang karena penuh bonus, Lailatul Qodar, pengampunan dosa, jaminan surga, dijauhkan dari api neraka, bulan turunnya Al-Qur’an. Terbebani karena “Yah puasa lagi, zakat lagi, takjil lagi, Tarawih gak bisa bebas makan-makan nih” Ada juga yang senang karena dagangannya akan laris seperti pedagang kuliner, baju muslim
  • Saat ramadhan itu sebenarnya itulah jati diri kita sebenarnya. Karena Jin penggoda sudah dibelenggu. Tidak bisa intervensi. Kalo tetep maksiat ya memang kita seperti itu. Sudah dikuasai hawa nafsu. Sehingga enggak perlu lagi setan untuk mendorong perbuatan buruk. Karena sudah terbiasa.
  • Man Shouma, Man Qouma, Lailatul Qodar masing –masing berisi kebaikan dan kebaikan selama 2 tahun (jadi total 6 tahun)
  • 4 Persiapan agar Ramadhan kita efektif
    1. Persiapan Ruhani : Mentalitas. Perbanyak amal sholeh, sebaiknya mulai pemanasan. Mulai puasa sunnah, ngaji. Siapkan hati agar saat ramadhan nanti bisa lebih ditingkatkan
    2. Persiapan keilmuan : Ikut Majlis Ilmu atau baca-baca buku agama tentang ibadaha seputar ramadhan. Misal tentang fiqih puasa. Bagaimana tingkatan puasa, shalat tarawih, ilmu zakat dsb
    3. Persiapan fisik : Menjaga kebugaran tujuannya agar saat ramadhan tidak sakit bisa ibadah dengan maksimal. Kalo jaman sahabat dulu sering bekam
    4. Persiapan finansial. Siapkan dana lebih untuk shodaqoh. Karena kata Nabi sebaik-baik shodaqoh adalah yang dalam bentuk finansial. Misal memberi takjil. Kalo belanja-belanja sebaiknya siy jangan pas 10 hari terakhir. Siapkan sebelumnya. Grafiknya mesti meningkat. Jadi 10 hari terakhir bisa lebih konsentrasi ibadah
  • Keutamaan Ramadhan
    1. Puasa itu melatih keikhlasan, ketulusan. Soalnya enggak ada yang tahu kecuali Allah
    2. Saat puasa terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk seperti menggunjing, berkata kotor, marah-marah, bertengkar. Kalo ada yang ngajak gelut bilang “Maaf saya sedang puasa”
    3. Orang yang puasa 1 hari dijaukan dari neraka sejauh 70 tahun perjalanan. Tinggal dikalikan
    4. Bau orang yang berpuasa nanti di surga lebih harum dari Misk
    5. Ada 2 kebahagiaan orang yang berpuasa. Saat berbuka dan saat nanti melihat “wajah” Allah di akhirat. Allah itu Maha Indah, bak purnama kita nanti akan sangat terkesima, seperti teman-teman Zulaikha saat melihat Yusuf, Lupa kalau kita harus pindah ke surge karena begitu menikmati “Wajah”-Nya
    6. Bulan Ramadhan bulan penuh optimism, Ampunan dan Pahala
  • Rasul justru lebih banyak puasa saat Sya’ban/ hampir 30 hari kecuali 2 hari terakhir . Nanti pas Nifshu Sya’ban Allah memberi ampunan seberat apapun dosamu kecuali syirik atau yang memutuskan silaturahmi. Saat Syaban amal diangkat dan saat terbaik amal diangkat adalah ketika kita dalam keadaan puasa

5 amalan paling utama dalam Islam

Khutbah jum’at kali ini beda. Menyejukkan. Butuh banget yang seperti ini. Karena surabaya sudah cukup panas dengan global warming nya. Khatib nya sudah lanjut, bersahaja, artikulasinya jelas, yang disampaikan juga lugas.

Beliau memulai dengan membahas sebuah haditz. Pada saat itu ada sahabat ada yang bertanya kepada Rasulullah tentang amalan-amalan apa yang paling utama. Kemudian rasul menjawab (yang mungkin dalam haditz yang berbeda). Tenyata ada 5. Apa saja? Tahajjud? Puasa? Ternyata bukan! Semuanya menyangkut hablum minannaas. Tentang hubungan antar manusia

1. Manusia yang bermanfaat untuk manusia lain
Tidak memandang suku agama dan ras lho. Sesuai dengan profesi anda masing-masing. Guru ya mengajar, dokter mengobati pasien, tukang sampah mengangkut sampah agar tidak menjadi penyakit, sopir taksi mengantar penumpang dengan ramah dan jujur dsb

2. Menyenangkan orang lain
Tidak harus mahal. Cukup dengan hal-hal yang sederhana mulai dari senyum dan sapa. Siapapun itu. Kadang miris niy lihat anak-anak muda yang chasing luarnya islami tapi akhlaknya nol. Tidak suka menyapa, jarang senyum dan terlihat gahar. Bukan begitu islam itu akhlak. Islam itu perilaku. Wirid dan sholat itu harus tapi jangan dibanggakan. Semua itu tujuan sebenarnya adalah membentuk akhlak. Outputnya hablum minannaas. Ah betapa banyak dahulu suku, manusia, bangsa yang akhirnya masuk islam karena melihat akhlak nabi yang jujur, pemaaf, cinta keluarga, welas asih meski orang itu membenci Beliau.

masih ingat kan kisah nabi dengan yahudi tua yang buta. Yahudi ini mengkata katai beliau, menyumpah serapah, menistakan beliau dan islam. Tapi apa yang nabi lakukan? Beliau menyuapi yahudi ini dengan lembut. Dikunyahnya dulu makanan sehingga lunak bercampur dengan enzim baru kemudian disuapkan. Dengan tetap tersenyum dan tanpa dendam. Tertegunlah yahudi tua ini pada saat ia diberitahu khalifah abu bakar as-shiddiq  bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Rasulullah sendiri. Tak lama setelah Beliau wafat. Beautiful isn’t it?

3. Membantu orang lain dari kesulitan kesulitannya
Misal niy mau jumatan  udah rapih pake kopyah sama sarung. Lalu lihat koh liauw pemilik toko bangunan lagi jatuh dari sepeda motor. Yah ditolongin lah ini syar’i lebih utama. Ketinggalan sholat masih bisa dijamak. Tapi tolong menolong sesama manusia selama masih dalam koridor kebaikan itu wajib hukumnya. Ane pernah baca bahwa ayat ayat dan kisah kisah di al-quran itu lebih banyak membahas hubungan horizontal sesma manusia datipada ibadah vertikal yang sifatnya ritual. Sering tuh bersanding antara perintah sholat dan zakat. Artinya sholat harus diiringi dengan kepedulian terhadap sesama

4. Membebaskannya dari jeratan hutang
Ini niy yang agak berat. Maksudnya hutang sekunder. Artinya kita membebaskan hutangnya orang lain. Misal dia masih punya hutang spp sama pihak sekolah. Yah kalo kita mampu kita bayarin. Gimana bisa bayar? Ya kitanya harus kaya. Kata rasul tangan diatas itu jauh lebih baik daripada tangan dibawah

5. Memberi makan
Ini juga sebagai instropeksi diri sendiri. Seharusnya kita lebih peka jika ada saudara atau tetangganya yang kelaparan. Harus tanggap. Kata nabi tidak beriman seseorang bila ia kenyang sementara tetangganya kelaparan. Karena yang imannya baik ia akan menahan diri banget untuk tidak mengemis, untuk tidak meminta. Kontras dengan yang sekarang banyak yang berduit tapi tidak malu untuk meminta minta. Orang seperti ini nanti di akhirat akan mempunyai wajah seperti tengkorak. Tanpa daging dan kulit. Karena tidak punya malu sama sekali.

Demikian kawan yang bisa saya bagi hari ini. Haus banget khotbah yang kayak gini
Wassalamualaikum

Catatan @astumd (Jumat, 18 november 2016)

Kunci Ketenangan Hati

edisi khutbah jumat terbaru  (6)

Berdzikir.. mengingat Allah adalah salah satu modalitas untuk ketenangan jiwa. Di dalam QS Ar-Ra’du ayat 28 Allah SWT berfirman “… Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” lantas mengapa ada orang yang sudah rutin berdzikir namun hatinya tak juga menjadi tenang? maka berkacalah ke dalam diri masing-masing. mungkin selama ini kita beramal dengan pamrih. tidak ikhlas karena Allah. Lillah Billah. mungkin kita beribadah hanya karena mengejar pahala saja. bukan cinta-Nya, mungkin kita beribadah karena ingin mendapat pujian dari makhluk. Jika itu yang kita kejar maka yang kita dapat adalah kekecewaan. bahagiapun batal diraih. Marilah kita senantiasa berusaha mengikhlaskan diri di setiap pekerjaan yang kita lakukan. Buatlah agar Ia selalu tersenyum

Summarized by @astumd ~ Intisari Khutbah Jumat Masjid As-Syifa Surabaya (2 September 2016)