Home

The saying of Lie Zi – The quotes

Leave a comment

liezi-e1266148386976

The saying of lie zie – guru periang pengendara angin

Tsai chih chung (2011). Jakarta : Elex Media Komputindo

 

  • Ingatlah jika Anda berbudi pekerti mulia dan menghilangkan berbagai pikiran bahwa Anda mulia. Kemanapun Anda pergi akan dicintai
  • Apapun yang mengganggu pikiran akan dibawa ke alam mimpi. Jika pikiran tentram selama terjaga tentram pula pikirn selama tidur
  • Kesedihan hanyalah suasana pikiran dan bisa diciptakan oleh keadaan. Oleh karena itu, apakah sedih atau tidak, itu hanya ada dalam pikiran
  • Dengan mengembara kita berusaha mencari kekurangan di luar diri kita, sementara dengan merenung kita menemukan kecukupan dalam diri kita
  • Betapapun sulitnya suatu pekerjaan , jika kita tidak berusaha mengupayakannya, bagaimana Anda tahu bahwa Anda tidak bisa mengerjakannya? Dengan keteguhan hati dan kebulatan tekad, gunung sekalipun bisa dipindahkan
  • Manusia harus tahu kelebihan dan kelemahannya dan jangan memaksa diri berlebihan. Orang yang mencoba menantang alam akan merasakan akibatnya
  • Apa yang datang dari dalam diri akan sangat berpengaruh pada orang lain. Waktu tidak bisa menghapus pengaruh itu.
  • Puncak dari tindakan adalah ketika pikiran dan tubuh tidak terbagi
  • Orang harus menghadapi kehidupan dan kematian dengan seimbang dan hidup keberanian dan kepercayan diri. Bertahan hidup dan takut kematian bagai pengembara yng tersesat dan tak bisa kembali
  • Jika seorang tidak mencari reputasi dalam kehidupannya atau mengagungkann nama baik setelah kematiannya. Tidak masalah apakah dia panjang umur atau tidak. Dia akan hidup dan menikmati hidup
  • Berhasil mengenai sasaran secara tidak sengaja tidaklah cukup. Orang harus tahu seluruh proses panahan untuk mengujur kedalamannya
  • Keadaan selalu berubah dan ketika kondisi berubah reaksi manusia juga berubah
  • Orang yang berpaham Tao menyibukkan diri dengan esensi segala sesuatu, bukan penampilan
  • Tindakan yang sama tidak akan menuai hasil yang sama. Orang harus bertindak sesuai kebutuhan situasi dan jangan memaksakan hasil tertentu
  • Ketiak hati seseorang diperiksa berbagai masalah, dia akan terperosok lubang dan menabrak pohon namun belum sadar juga
Advertisements

10 Tips mendidik anak tanpa kursus dan biaya mahal – Pelajaran dari buku “Parent with No property”

Leave a comment

dscn2690

Han, HS (2013). Parent with no property. B First : Jogjakarta

Buku ini meruntuhkan anggapan bahwa bila ingin berhasil dalam pendidikan harus melalui pendidikan khusus (kursus). Karya penulis Korea Han Hee-Seok ini menceritakan  pengalaman pribadinya dalam mendidik anak sehingga berhasil sampai perguruan tinggi di tengah keterbatasan finansial. Inti dari keberhasilannya adalah totalitasnya untuk terlibat secara aktif pada pendidikan Geoul, putri sulungnya. Totalitas menjadi coach dalam proses belajarnya. Berikut adalah tips-tips suksesnya : More

History Novels – The Quotes

Leave a comment

dscn2704

Maharani  – Pearl S. Buck

  • Bahaya terbesar di antara semua bahaya adalah meremehkan musuh
  • Yang sedang dibacanya adalah buku-buku mengenai ketabiban, masalah yang sama sekali tidak dikuasainya, teteapi ia bertekad mempelajari semuanya dan apa saja yangpaling tidak diketahuinya dan yang ingin diketahuinya. Ini bukan saja karena kehausannya akan pengetahuan dan rasa ingin tahunya mengenai alam semesta, tetapi juga karena ia selalu ingin lebih tahu daripada siapa saja yang diajaknya berbicara
  • Anak itu menjadi sebab dari semua yang dilakukannya, menjadi alasan dari segala sesuatu yang telah dikerjakannya, menjadi alas an dari segala sesuatu yang telah dikerjakannya
  • Ibu Suri tidak mengizinkan guru-guru memanjakannya dengan pujian. Ia menegur mereka kalau didengarkannya mereka memujinya. “Jangan kalian membandingkannya dengan anak-anak lain” katanya. “Kalian hanya boleh membandingkan pekerjaannya dengan apa yang seharusnya mampu ia kerjakan
  • Ia pun tak pernah berhenti membaca

More

My Dad, My Hero

Leave a comment

dad

Pada saat perjalanan pulang naik bis dari tanah suci menuju Jeddah, tiba-tiba papa mugi “sesenggukan” bercucur air mata. Mama yang duduk disamping heran “lho kenapa pa? Kok nangis” sambil terbata-bata “Iyo.. aku eling astu karo maya”

Yeah that’s my dad. Ibarat punya kue gitu pengennya dibagi-bagi makan bareng keluarga. Enggak pengen dinikmati sendiri. Termasuk umroh kemarin pengennya bareng-bareng semua bareng anak cucu. Hmm. Someday ya pa… Bismillah

Sebenarnya ada beberapa hal niy kalau boleh cerita tentang papa yang hingga saat ini saya kagumi dan teladani

1. Jujur dan pantang menyerah
Pas kuliah dulu papa pernah enggak naik kelas. Bukan karena bodoh tapi papa pas ujian keukeuh enggak mau nyontek sementara temen papa yang lain saling “simbiosis mutualisme”. Dulu masih pakai sistem gugur jadi papa harus ngulang 4 semester! Kebayang gak siy. Papa sempat hampir putus asa, nangis dan mau dibakar tuh buku-buku kuliah.

More

Cruising marriage life

Leave a comment

foto-abi-ami

Saat kita memutuskan untuk menikah, itu ibarat mengajak pasangan kita untuk naik bahtera melewati samudera. Saat berlayar kadang cuaca nya tenang dan indah, melewati gugusan pulau, mentari bersinar dengan hangat tapi adakalanya ada hujan badai, ombak menggulung-gulung, langit tertutup awan yang tebal dan bergemuruh. More