Home

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY (ACT) UNTUK MALARIA RINGAN

Leave a comment

ARTEMISIN BASED COMBINATION THERAPY UNTUK MALARIA RINGAN

 

  1. Artesunate + Amodiaquine (artesdiaquine/arsuamoon)
    • 1 blister ada 4 tablet Artesunate @50 mg dan 4 tablet Amodiaquine @200 mg
    • Aturan minum 1×8 tablet selama 3 hari plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  2. Dihidroartemisin + Piperaquin (DHP) (Darplex/Artekin/Artep/Duo-cotexin)
    • 1 tablet DHP mengandung dehidroartemisin 40 mg dan piperaquin 320 mg
    • Aturan minum : Darplex 1×3 tablet selama 3 hari, Artekin 2 tablet 8 jam kemudian 2 tablet, 24 jam, 32 jam masing masing 2 tablet (total 8 tablet)
    • plus primaquine 1×1 selama 14 hari (vivax) atau 1×3 tablet (day1) untuk falciparum
  3. Artemeter + Lumefantrine (Coartem)
    • 1 tablet mengandung Artemeter 20 mg dan Lumefntrine 120 mg
    • Aturan minum Coartem 20/120 — 4 tablet pada jam ke 0, 8, 24, 36, 48 dan 60
    • Primaquin 3 tablet pada jam ke 12 (Falc) 1×1 selama 14 hari pada vivax

Harijanto PN (2011). ACT sebagai obat pilihan malaria ringan. Cermin Dunia Kedokteran (38)2:112-114

The 57th Quadruple Symposium – Lecture Notes

Leave a comment

The 57th Quadruple Symposium

(SUMETSU-12, MECARSU-12, SOBU-8, SDU-25)

Day 2 – Sunday 1 March 2015

Lecture Notes

 

PLENARY LECTURE-2

Update on The Role of Fructose on Obesity and Metabolic Syndrome by Sidhartawan Soegondo

  • fructose obesitas dan sm.
  • sweet is really sweet. sebelum ada manis orang makan tidak sebanyak srkarang. ujungnya gemuk sm, cvd
  • dihubungkan fruktose dengan cvd. ujungnya sakit jantung. fruktose dislipidemia atherosklerosis, insulin resistance sakit jantung. fruktosa obesitas. fruktosa itu manis
  • apakah kalori is not kalori?
  • yang dimakan jumlah kalori. apakah kalori benar menjadi kalori menjadi energi
  • fruktosa vs sukrosa. fruit sugar. fruktosa sujrose plus glukose
  • kegemukan bukan soal kalori. tapi makan banyak. kalo makan manis akan makan banyak. makan kurang jadi tambah. yang bermasalah adalah rasa manisnya.
  • sugar bukan hanya gula pasirtapi juga. cane sugar mannitol dsb
  • fructose dimetbolisir dengan cara yang berbeda beda. orang makan makanan ftuktosa banyak srkali. fruktosa masuk as 60 persen obesitas.
  • fruktose menghambat program pengurusan badan. manis akan membuat orang tambah makan
  • jangan makan lemak. low fat tapi tetap makan manis jadi tetap bertambah gemuk
  • mulai 70an high fructose consumtion obesitas muli naik. 70an mulai dikenal rasa manis, kegemukan
  • fruktosa ada di srlutuh dunia.
  • glucose surpress terhadap hunger hormon ghrelin menekan nafsu makan. ada mekanisme feed back.
  • fruktose tidak punya efek terhadap ghrelin dan leptin, remnya hilang. ia makan lagi kalo dari glukosa masih ada respon leptin dan ghrelin. metbolisme fruktose di hati. menjafi sm, dislipidemi, hepatic jnsulin resitancr, promoting consumption.
  • miocines apes mkn buah. 20,3 juta tahun yang lalu, buah mengandung fruktose. kenaikan tekanan darah, menyimpan lemak, insulin resistance, leptin resistance. hanya musim buah dia makan. selama jutaan tahun terjadi dan dia survive.

More

Kuliah Khusus DM dr.sri murtiwi SpPD KEMD

Leave a comment

Kuliah Khusus DM dr.sri murtiwi SpPD KEMD

 

  • komplikasi mikro dan makro DM adalah sesuatu yang ditakuti bila tidak ditangani dengan baik
  • kematian DM 80% karena cardiovascular event
  • lainnya menyebabkan kecacatan. kebutaan, gagal ginjal, retinopathy, amputasi karena ulkus (60%)
  • target adalah menurunkan HbA1C karena itulah adalah rerata gula darah selama 2-3 bulan terakhir
  • penurunan HbA1C sebanyak 1% saja sudah cukup bermakna untuk menurunkan risiko kemayian dan menghambat komplikasi akibat diabetes
  • akibat obesitas, faktor genetik, glucose uptake menurun, hiperglikemia, lalu timbul glucotoxicity, hal ini akan merusak sel sel beta pankreas dan menyebabkan apoptosis. terjadi pula peningkatan TNF alfa, FFA akhirnya juga terjadi lipotoxicity
  • pada resistensi insulin, pada awalnya masih ada kompensasi dari sel beta pankreas namun lama kelamaan akan exhausted.
  • faktor prediktor apakah seorang anak akan menderita diabetes bisa di cek HOMA A dan HOMA R. tujuannya untuk primary prevention, ini yang disebut prediabetes
  • saat didiagnosis diabetes sebenarnya sel beta sudah tinggal 50%. prosesnya bisa mulai 10-15 tahun yang lalu
  • istilah NIDDM sekarang sudah tidak dipakai karena DM type 2 juga sebenarnya sudah membutuhkan insulin combine dengan insulin sensitizer
  • insulin basal bolus iu mengikuti insulin alamiah. jadi ada insulin basal plus prandial
  • saat sel beta sudah rusak maka insulin secretagogue sudah tidak ada fungsinya sama sekali. 2 tahun pertama  target HbA1C mungkin bisa tercapai namun setelah itu sulit
  • bila akan memberikan terapi kombinasi maka berikanlah insulin sensitizer dan sulfonilurea. artinyanyang mempumyai perbedaan titik tangkap.
  • konsep lama orang kurus tidak usah, orang gemuk memakai metformin ini sudah mulai ditinggal
  • algoritme diabetes tipe 2 ala perkeni. yang pertama adalah modifikasi life style. diet, olahraga, menurunkan berat bedan bila obese.
  • lihat a1c bila 7-8 cukup monoterapi
  • a1c 8-9 disaranjan kombinasi antara insulin secretagogue dan insulin sensitizer
  • a1c diatas 9 3 macam kombinasi atau memakai basal insulin
  • diatas 10 langsung insulin secara intensif
  • dosis insulin itu dititrasi dari rendah ke tinggi. kontrol jangan terlalu lama cukup 1-2 minggu. adjust dose, lakukan anamnesis yang teliti jangan jangan obat tidak diminum
  • why metformin? karena menurunkan hba1c dengan baik, harga murah dan punya efek pleiotropik. selalu yang utama adalah metformin
  • bila sering hipo bila pasien mampu sulfonil urea bisa diganti dengan dpp IV-I
  • glibenclamide ini paling poten untuk menimbulkan episode hipoglikemi
  • pada saat hipoglikemia adrenalin, kortisol dan glukagon meningkat. ini membahayakan. justru risiko kematiannya tinggi
  • basak bolus saja tidaj cukup. harus dicombine dengan insulin sensitizer
  • metformin kontraindikasi pada hepatitis, gangguan oksigenasi jaringan (infark myocard, ppok), dekom cordis, serum kreatinin diatas 1.5, kalo fatty liver justru indikasi, sejawat obsgyn memakai metformin untuk PCOS
  • merdormin berisiko untuk menimbulkan asidosis asam laktat
  • infark jantung kalo gak sesak boleh minum metformin karena justru berfungsi sebagai anti trombosis
  • titik tangkap obat di pankreas — sulfonilurea
  • insulin sensitizer. golongan biguanide seperti metformin. dan pioglitazone
  • dpp4-i ini mencegah pemecahan glp 1 oleh enzim. glucose dependent jadi hanya bekerja pada saat gula tinggi.
  • acarbose bekerjanya di usus, untuk gula darah prandial
  • metformin meningkatkan glucose uotaje di liver, otot dan lemak.
  • hiperglikemia biasanya biasanya disertai dengan hipertrigliseridemia. turunkan gula maka tg biasanya akan mengikuti
  • acarbose. gula tidak akan serap dinusus halus.nakan diteruskan ke usus besar dan oleh flora usus diubah menjadi gas. sehingga sering kembung dan flatus, oleh karena titrasi dati dosis rendah 2x 50 —- 3x50mg——lalu baru dosis efekyif 3x100mg
  • glp 1 ini bekerja di sel beta dan alfa. sek alfa menurunkan jumlah glukagon. pada orang normak ada mekanisme keseimbangan. bila unsulin naik maka gkukagon akan turun. pada dm 2 keseimbanga ini terganggu sehingga walaupun insulin naik. glukagin akan tetap naik pula.
  • glimepiride rata rata 3 mg
  • sekarang ada fixed dose combination untuk meningkatkan kepatuhan. karena pada geriartri banyak polifarmasi bisa ada 12 macam obat
  • reduksi hba1c paling kuat adalah SU dan metformin. tapi efek dari metformin adalah mual dan muntah karena itu harus dititrasi. sampai dosis terapeutik 1500-2000 —- efek anti Ca dan protektif cardiovaskuler
  • target hba1c dibawah 7. peak 180
  • untuk diagnostik 2 jam pp kalo untuk monitoring cukup 1 jam dan pasien harus minum oad dulu, karena kita ingin melihat respon dari obat itu
  • orang muda sehat target hba1c dibawah 6.5. dibawah 8 bila sering terjadi episode hipoglikemik, usia tua, komplikasi
  • untuk hba1c yang paling banyak menurunkan adalah gdp. prandial untuk hba1c yang mendekati nilai normal
  • bila gdp sudah normal tapi a1c masih 7,6 – 7,4 insulin basalnya jangan ditambah dosis,pakai saja insulin premixed atau acarbose
  • target tekanan darah untuk pasien dm adalah 130/80 diatas 140 harus dengan farmakologis
  • ldl <100 hdl >40 tg <150
  • unuo umur diatas 40 statin tetap diminum karena punya efek pleiotropik. dibawah 40 bila ldl diatas 100
  • pasien diabetes selain gula juga dilihat hipertensi dan target organ khusus
  • allopurinol boleh distop bila Uric Acid sudah normal
  • pasien baru mulai dari monoterapi dan dosis kecil dulu. bila selama 3 bulan a1c masih diatas 7 berarti perlu terapi kombinasi
  • pioglitazone efej sampingnya bengkak dan menaikkan berat badan, hentikan dan ganti dengan obat lain bila ada keluhan
  • dpp 4 ini sifatnya hanya add on

@astu_MD

Bed Side Teaching dr hadiq SpPD KGer

Leave a comment

Visite dr hadiq SpPD KGer 

  • fisik diagnostik bipa sudah sering dikerjakan maka tidak usah berfikir lagi. ibarat orang yang naik truk di kegelapan malam tapi tetap bisa mengemudi dengan baik
  • pulsus alternans
  • JVP sebelah kanan karena percabanagannya enggak ruwet
  • cara mengukur jvp dibendung dulu yang proksimal atrium kanan lalu diuut ke atas. bila vena terisi berarti ada gagal jantung kanan. ini standar dekom cordis. must to know
  • lalu diukur di anulus misal 5 cm berarti+ 5 cm
  • mengukur pre tibial edema diantara cruris anterior tekan agak lama biar airnya mengisi lalu lepaskan. lihat pittin atau non pitting
  • kebenaran iu tidak absolut tapi relatif dan tentatif
  • DM tipe 1 biasanya orang muda kalo tipe 2 biasanya gemuk dulu. sekarang umur 39 sudah dm
  • DM tipe satu tidak ada riwayat keluarga dengan diabetes
  • ddx MRDM, batu empedu, kolesistitis atau pankreatitis. mesti di MRI
  • CKD tidak otomatis sesak hilang karena permeabilitas pembuluh darahnya tinggi.
  • px SH dan HM mengapa berulang coba cek pemberian propanololnya apakah sudah rutin diberikan?
  • perbedaan ptechiae dan digigit nyamuk, kalo nyamuk pake tes diaskopi. karena proses peradangan lokal maka akan bergeser dan kemerahan akan hilang kalo ekstravaskuler tidak akan hilang
  • alkohol bisa ulcer hebat lalu anemis
  • saat memanage pasien yang perlu diketahui adalah

1)      indikasi MRS

2)      Dasar diagnosis

3)      Tata laksana

4)      Etiologi

5)      Komplikasi

 

 

tips tips ppds interna

  • datanglah pagi hari sekitar jam 6 pagi. target sebelum MR sudah selesai semua
  • lakukan Ax Dx fisik lalu tulis poin poin yang jadi problem
  • buat planning diagnosis dan planning terapi. lalu salin ke dmk 7 sekalian lanjut buat resep
  • monitoring semua yang ada di problem list, sekarang harus problem oriented medical management. tulis semua masalah aktif termasuk masalah psikologis. kita bekerja sesuai dengan permasalahan yang ada
  • setelah morning report resep kasi ke perawat. cek hasil lab atau radiologis hari sebelumnya. kalo perlu sharing dengan teman yang berbeda bidang. jangan keminter karena kata imam al ghozali ilmu itu ibarat air, selalu mengalir ke tempat yang rendah. belajar harus kelihatan bodoh.
  • setelah selesai pelayanan jangan nganggur atau ngobroo. mulai nyicil untuk ilmiah. cari ilmu, browsing. bila punya jurnal, ambil yang penting2 lalu gabung. jangan berharap langsung baik karena pasti perlu revisi
  • bila ada kasus kerjakan sebelum TK. bila tidak ada kasus maka kerjakan TK
  • saat menganggur maka tentirlah DM. karena dengan mengajar maka anda akan ingat
  • dapet advis dari hemato jangan cuman jadi juru tulis. protes bila perlu. bagaimanapun itu adalah pasien anda
  • sering2lah baca buku dan diskusi
  • belajar itu cukup di rumah sakit. bila di rumah jangan membawa pekerjaan. waktu full unuk keluarga. percuma bila anda sekolah tapi keluarganya berantakan
  • jalani dengan bahagia selalu niatkan untuk mencari ridlo ilahi. kenikmatan surga itu gak ada apa2nya bipa dibandingkan kenikmatan melihat wajah Alloh
  • perlakukan pasien sebagai guru kalian. perlakukan dengan sopan santun dan penuh perhatian

Bed Side Teaching dr Sony Wibisono SpPD

Leave a comment

Bed Side Teaching dr Sony Wibisono SpPD

  • Orang yang obesitas GnRH nya turun —– > testosterone menurun sehingga risk factor untuk coronary diseases meningkat, ginekomastia
  • Hipertrigliseridemia > 400 akan memicu pancreatitis juga berpotensi mengakibatkan emboli
  • Dispepsia bisa jadi salah satu tanda coronary diseases
  • Untuk Cholelithiasis paling bagus sebenarnya ERCP
  • Wound healing yang lambat disebabkan oleh kualitas pembuluh darah yang tidak baik, progenitor sel, sel-sel pengganti berasal dari sumsum tulang, faktor gizi dan hiperglikemia
  • Untuk PPOK sudut costovertebrae kanan dan kiri lebih dari 90 derajat disertai dengan costae yang melebar. Perkusi yang redup belum tentu PPOK
  • Perkusi tidak perlu one by one. Bisa melebarkan jari lalu di ketuk secara bergantian
  • Troops sign
  • Abses hepar ditandai dengan pasien tidak bisa tidur berbaring
  • Cholelithiasis nyerinya setelah makan. Bila batu besar biasanya malah enggak nyeri cuman kemeng. Kalau kecil ikut arus
  • ERCP itu tetap ada risikonya. Bisa terjadi ulcerasi, peritonitis — sepsis
  • Makroglossus (bibir yang ndower) dengan gampang sekali tertidur (tidur yang patologis) itu karena prolaktinoma. Seorang dokter itu never stop learning. Obatnya bromokriptin (parlodel)
  • Buat patokan sendiri misalnya panas kemungkinannya apa. Buat sendiri differential diagnosis
  • Deskripsi ecg harus lengkap mulai irama, qrs, axis nya
  • Minder itu berarti menyembunyikan kemampuan kita
  • Bahasa Inggris itu lebih cepat kita kuasai bila kita tinggal di luar negeri.
  • Paling gampang kerjakan TK, kasus sambil jalan. Dulu yang di case kan kasus jarang.
  • Untuk elderly HbA1C 7,6 ada yang minta 5.6 itu sangat sulit
  • Gastropati Diabetik lebih aman memakai metochlopramide. Karena efeknya local
  • Hidrops Fellea?
  • Hati hati memotong kuku pada px diabetes. Kalo salah memotong bisa igrowing nail. Memotongnya jangan pakai clipper kuku tapi memakai gunting
  • Anamnesa kalau bisa sesuai dengan bahasa pasien
  • Hipoglikemia bisa karena kakeksia
  • Shuffner 1
  • Papil Atrofi adalah tanda dari anemia defisiensi besi tapi hati hati bila ada TB. Jadi tambah subur
  • Rumus 1/3
  • Hepatitis bisa menular lewat pisau cukur
  • Diet GL (Gula) 1 sendok makan bisa meningkatkan 50g/dL gula
  • Kaki diabetes lihat kanan dan kiri
  • Lihat mana neuropati yang dominan
  • Tes Filamen bisa memakai senar. Tapi terbatas hanya untuk 5 pasien
  • Raba kaki ulkus. Hangat atau tidak. Menandakan kualitas vaskuler
  • Wagner grade II bila sudah melibatkan tendon
  • Tes presipitasi dibungkus plastic untuk tahu kualitas saraf otonom
  • Alas kaki harus sesuai pesan di Rehab Medik
  • Manfan’s syndrome —- jari-jari panjang abnormal. Ini pasien DM type 1

 

@astu_MD (19 Januari 2013)

ÌMR dr. Sony

Leave a comment

IMR dr sony wibisono SpPD KEMD

– internist harus lebih dari dokter umum. jangan jadi dokter umum plus. data boleh sama tapi interpretasinya harus beda.
– hiperglikemia tidak selalu karena diabetes. ada kelainan di patofisiologi. defek sel beta, resistensi insulin, atau karena penyakit lain misalnya feokromositoma, pankreatitis, penggunaan steroid yang lama, cushing syndrome, harus ada dd sejak awal.
– semakin sering menangani pasien nanti akan ada insting yang diperoleh dari proses belajar.
– breakdown keluhan utama menjadi 7 poin.
1. onset
2. kualitas
3. kuantitas
4. faktor yang memperberat
5. faktor yang memperingan
6. kronologi – pernah diobati apa?
7. faktor penyerta
– bisa disebut juga rule of seven
– tanda dari AF salah satunya adalah pulsus defisit
– gastritis nyeri sebelum makan, duodenum setelah makan
– umur 52 keatas itu usia rawan. sebaiknya bila datang ke ugd juga di ecg. perhatikan pula predisposisi gender
– sulit menelan bisa karena obstruksi, hambatan mukosa, achalasia, corpus alienum.
– SBP itu tidak nyeri tapi panas
– problem oriented adalah mulai dari yang paling dikeluhkan
– hopercortical bisa dari central yaitu ari hipofise atau perifer dari kidney
– hepatitis ec. infeksi, drug induced, autoimmune, alkohol
– kesadaran bisa secara kualitas ataj kuantitas sengan gcs. kalo aneaeai langsung dijumlah gcs nya misal gcs 15
– nadi yang diukur frekuensi, irama dan amplitudo (kuat angkat)
– tipe nafas. cheyne stokes, biot savard, kussmaul, biasanya karena proses central
– tipe panas ada step ladder, inermitten, saddle back fever, obat panas mudah didapat sehingga kita sulit menilai panasnya.
– gusi hipertrofi adalah tanda dari thalasemia atau leukemia
– sleep apneu adalah prediktor dari stroke, karena saat sleep apneu adrenalin dan kortisol meningkat
– papil lidah yang atrofi adalah salah satu tanda anemia defisiensi besi
– pulsasi epigastrium adalah tanda khas hiowrtrofi ventrikel kanan.
– abses hepar itu sangat nyeri bila berbaring biasanya pasien tidak mau berbaring. kalo kolesistitis kaki agak menekuk. bila diluruskan maka dia akan merasa nyeri.
– perut membesar bisa karena kalo wanita hamil, ket, kista ovarium atau hamil.
– perforasi peritonitis salah satu tandanya adalah pekak hepar hilang.
– murphy sign. nyeri saat inspirasi
– vena kolateral itu gak ada. yang ada hanya kolateral.
– keluhan yang paling banyak di bidang penyakit dalam adalah. pendarahan GI, pendarahan kulit, febris, sesak, luka. sesak bisa dari jantung (dekom kiri), paru (asma, ppok, pneumothorax, pneumonia, efusi pleura)
– pericardial effusion salah satu tandanya adalah pulsus paradoksus. ecg low voltage, suara jantung menjauh. biasanya usia muda dan atletis, leukopenia. periksa juga blood gas. lengkapi pemeriksaan sejak di ird, jantung ellenmyer shape,
– febris teus menerus bisa karena hipertiroid. stetoskop ada bruit, tremor, nadi cepat.
– kriteria diabetes apabila ditemukan gejala klasik ditambah salah satu hasil abnoemal dari pengukuran gula darah acak diatas 200 atau gula darah puasa lebih dari 260.
– spPD tidak hanya laboratorium tapi juga pemeriksaan fisik
– tekanan nadi tidak boleh lebih dari 30
– trombositopenia tidak hanya karena demam berdarah.ada juga yang gusinya berdarah ternyata kena leukemia.
– jaga jangan menjadi beban. manfaatkan untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya.
– hipertiroid jangan harap ada benjolan.
– pemasangan CVP sebaiknya menjadi kompetensi ipd, dengan vena central kita bisa tahu kelebihan atau defisit cairan. biaa memasukkan cairan parenteral dengan osmolaritas tinggi. kita menjadi ahli karena melakukan dengan terus menerus dan banyak.

Rangkuman Metodologi Peneletian — Bekal UAS

5 Comments

 

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah
  • Bagaimana pengaruh perubahan pola makan terhadap kejadian HT pada eksekutif mapan di perkotaan?
  • Apakah penambahan asam amino esensial dapat memperlambat progresifitas PGK pada penderita PGK poli interne RSU dr. Soetomo Surabaya?
  • Apakah ada pengaruh penambahan asam amino esensial terhadap perlambatan progresifitas PGK pada penderita PGK di poli interne RSDS?
  • Apakah pemberian __________ dapat ______(efek)____ (demografi lokasi)?
  • Apakah ada pengaruh ___________ terhadap __________?
  • Apakah ada hubungan antara___________dengan________?
  • Apakah ada perbedaaan antara _________dan_________?
  • Apakah pola makan eksekutif dapat meningkatkan kejadian PJK?
  • Apakah merokok penyebab terjadinya ASHD pada pasien DM? (Observasional Causation)
  • Apakah ada hubungan antara merokok sejak usia dini dengan angka kejadian penyakit Kardiovaskuler?
  • Apakah ada perbedaan efektifitas antara pemberian nimodipine dan nikardipin dalam pencegahan iskemia sekunder pada penderita perdarahan sub araknoid ?
  • Apakah ada perbedaan antara volume prostat yang diukur dengan menggunakan USG transabdominal dan yang diukur dengan USG transrektal ?
  • Apakah ada perbedaan efektifitas skleroterapi dan surgical stripping sebagai terapi varises vena tungkai?
JUSTIFIKASI (Cara Membuat Background)
  • Prevalensi dan Insidence global. Penyababnya apa? Faktor-faktor penyebab yang menjadikan penyakit ini meningkat? (masalah)  —- Mulailah dengan data-data epidemiologis! Sebaran biologis dan geografis
  • Prevalensi dan Insiden lokal (tempat yang diteliti) misal poli interne RSDS
  • Tatalaksana penyakit (diagnosis atau terapi). ketidaksempurnaan terapi. cost benefit (Magnifikasi masalah)
  • pemberian AA sebagai alternatif. rekomendasi terapi. adanya perbedaan. atau sesuatu yang kontradiktif (Kronologis dan konsep solusi)
Tujuan
  • Menjelaskan hubungan/pengaruh/perbedaan_________ dengan/terhadap/dan________
  • Tujuan khusus :
    • Mengetahui  kadar oksalat (parameter – definisi operasional) pada kelompok dewasa sehat dengan pemberian vitamin C dosis tinggi (perlakuan)
    • Mengetahui (placebo) — Kontrol
    • Membandingkan kelompok perlakuan dan kontrol
Manfaat
Manfaat adalah follow up setelah dilakukan penelitian secara akademis dan Praktis. Selanjutnya akan dipakai untuk ini dan itu. Tidak boleh ditulis sebagai masukan untuk peneliti lain. Kalau tujuan sudah tercapai. What next?

  • Manfaat Akademis (Untuk kemajuan Ilmu)
    • Dapat menjadi bahan untuk penelitian lebih lanjut terkait dengan pembuatan dan uji klinis kapsul yang berisi asam amino esensial yang bisa memudahkan untuk dikonsumsi.
    • Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut tentang kandungan Curcuma xanthormea dan target kerjanya untuk terapi hepatitis B Kronis
    • Memberikan informasi tentang_____ sehingga_____
    • Manfaat Praktis
      • Jika penambahan asam amino esensial dapat memperlambat progresifitas PGK maka alternatif terapi non farmakologis ini dapat diaplikasikan pada penderita PGK sehingga bisa menurunkan beban biaya pengobatan.
      • Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti untuk rekomendasi pemberian Curcuma xanthorema sebagai adjuvan pada terapi Lamivudin pada penderitahepatitis B kronis sehingga membantu upaya peningkatan kualitas pengobatan Hepatitis B Kronis Aktif di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSDS
      • Hasil penelitian ____ rekomendasi untuk Guidelines / PDT terapi
Tinjauan Pustaka
Intinya menguraikan variable 1, variable 2 dan hubungan antara variable 1 dan 2. Tampilkan data yang relevan sehingga nanti bisa dirangkum di kerangka konseptual.

Jika variabelnya Disease

  • Definisi dan epidemiologi
  • Etiopatogenesis
  • Manifestasi klinis (diagnosis) –> tekankan bila penelitiannya diagnosis (definisi operasional pengukuran. Parameter)
  • Penatalaksanaan –> tekankan bila penelitiannya jenis terapi

Variabel Intervensi

  • Misalkan AA Esensial ya dijelaskan jenis, macam, kebutuhan harian Asam Amino, Manfaat AA,

Hubungan Antar Variabel

  • Penelitian-penelitian sebelumnya yang menghubungan variable 1 dan 2. Hasilnya bagaimana?
  • Bukti literatur yang menyatakan bahwa penambahan asam amino esensial diduga dapat memperlambat progresifitas PGK (Previous Research)
  • Peran asam amino esensial dalam fungsi ginjal normal
  • Peran asam amino esensial dalam memperlambat progresifitas PGK
  • Peran _________ dalam ___________
Kerangka Konseptual
Paling enak Pakai cara Filsafat Ilmu. Variabel dependennya taruh dipaling bawah. Variabel Independen diatruh paling atas. Ini Arts kalo kata DR Naryo. Yang penting sesuaikan sama Tinjauan Pustaka

METODE PENELITIAN

Judul Penelitian
Cantumkan lengkap dengan sebaran demografis dan waktu
Jenis dan Rancangan Penelitian dan Alasannya

Experimental design

~        karena pada penelitian ini, dilakukan intervensi yaitu penambahan asam amino esensial pada terapi standar pada kelompok perlakuan sedangkan kelompok kontrol diberi plasebo.

Quasi

  • karena penelitian ini dilakukan pada individu dimana adanya pembatasan2 terkait dengan etik penelitian dan kesulitan dalam pengontrolan variabel perancu. Sebagai contoh tidak memungkinkan untuk menyamakan kondisi awal subyek penelitian dalam hal terapi oral yang dikonsumsi, jenis/penyebab PGK dll serta tidak memungkinkan untuk menyamakan diet penderita selama masa penelitian.
  • Sampelnya heterogen
  • Karena penelitian dilakukan di RS. Sehingga peneliti bias dalam mengontrol variabel

Pretest dan posttest

~        karena pada tiap kelompok baik kontrol maupun perlakuan dilakukan pengukuran RFT (BUN, SC) pada kondisi awal sebelum intervensi dan akhir intervensi.

Time series

~        karena dilakukan pengukuran RFT secara berkala per 3 bln pada tiap2 kelompok sehingga akan didapatkan grafik perjalanan penyakit. Grafik ini memudahkan dalam membandingkan progresifitas penyakit antara kelompok kontrol dan perlakuan.

Double blinded

~        dilakukan karena penderita tidak mengetahui kedudukannya pada kelompok perlakuan atau kontrol karena semua mendapatkan kapsul tambahan. Peneliti juga tidak mengetahui isi kapsul tambahan tersebut karena yang melakukan pengemasan adalah bagian farmasi

Analitik CASE CONTROL

  • Untuk mencari hubungan sebab dan akibat. Tidak mungkin dengan cohort karena alasan etika. Lebih baik dari cross sectional
  • Biaya relatif murah dan waktu lebih cepat
  • Data Sekunder mudah didapat
  • Tapi biasnya besar

Cohort Retrospektif

  • Data Sekunder. Terbentur etis

Cohort Prospektif

  • Lama, Biaya mahal dan sering drop out, Lose Information. Perlu follow up yang intesif
POPULASI

Semua____ pada (waktu) (geografis)

SAMPEL

mirip populasi tambahin ____ yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi

Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi

Besar Sampel

rumus untuk 2 sample, uji hipotesa, data proporsi, 2-tailed

n= n2                = jumlah sampel masing- masing perlakuan

P1   = angka  keakuratan  USG transabdominal dibandingkan dengan USG

transrektal dari referensi =  0,65

P2   = angka  keakuratan  USG transabdominal dibandingkan dengan USG

transrektal yang diharapkan =  0,80

Zα   = 1,96 ( α= 0,05)

Zβ   =  0,842 (power of  test= 80%)

 

 

rumus untuk 2 sample, uji hipotesa, data mean SD, 2-tailed

n = jumlah sampel tiap kelompok

Z1 – α / 2 = nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan tingkat

kemaknaan (untuk = 0,05 adalah 1,96)

Z1 – ß = nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan kuasa

(power) sebesar diinginkan (untuk ß=0,10 adalah 1,28)

σ = standar deviasi kesudahan (outcome) = (9,4+7,2)/2 = 8.3

μ 1 = mean outcome kelompok placebo = 34,5/24 jam

μ 2 = mean outcome kelompok pemberian vitamin C dosis tinggi 28,4 mg/24jam

Sampling

Consecutive atau simple random sampling

Analisis

Non Parametrik –> Chi square

Paremetrik –> student t paired test

 

Randomisasi hanya untuk true eksperimen?

Kata dr. Naryo untuk quasi gak bisa pake Randomisasi

 

Older Entries