Home

Kenapa siy dok kalo PMS itu saya jadi emosional? Gimana cara ngatasinnya?

1 Comment

Pre Menstrual Syndrome sebenarnya adalah suatu kumpulan gejala yang meliputi afeksi (emosional) dan fisik (somatik) di saat seorang wanita akan mengalami menstruasi. PMS memang dialami hampir 90% wanita pada usia reproduktif dan peak nya pada akhir 20 dan akhir 30 tahun.

Penyebab pastinya sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti. Teori-teori yang lama menyebutkan PMS terjadi karena pengeluaran hormone estrogen yang berlebihan, estrogen withdrawal, defisiensi progesterone, Perubahan metabolism glukosa dan ketidakseimbangan cairan elektrolit. Sementara teori yang relatif baru  karena berkurangnya zat-zat kimia yang mempengaruhi perilaku seperti serotonin, endorfin, GABA. Kurangnya asupan vitamin dan mineral seperti Magnesium, Kalsium , Vitamin B, Vitamin E, Mangaan.  Orang yang gemuk, suka merokok dan minum alkohol lebih berisiko untuk menderita PMS

Intinya, PMS terjadi karena kombinasi antara perubahan hormon dan neurotransmitter otak. Ini yang membuat seorang wanita pada saat itu menjadi lebih emosional

Gejala

Para peneliti membagi gejala PMS itu menjadi beberapa kategori

  1. PMS-A (Anxiety) — dominasi kecemasan. Seperti sulit tidur, rasa tegang, Iritabel, ceroboh dan mood yang berubah-ubah
  2. PMS-C (Craving) — Ngidam. Keinginan yang berlebihan terhadap sesuatu. Ngidam pengen makanan yang manis-manis, asin, atau makanan lain
  3. PMS-D (Depresi) — Yang dominan gejala depresi, rasa marah tanpa sebab, gampang sekali merasa sedih, sulit mengingat dan konsentrasi, merasa terluka dan tidak berguna
  4. PMS-H (Hydration) – berat bertambah karena tertahannya cairan, perut kembung, kepekaan pada daerah payudara (nyeri), bengkak pada tangan dan kaki
  5. PMS-O (Other) — Gejala yang lain seperti dismenore, sering kencing, timbul jerawat , pegal-pegal, (Acne), Mual, hot flush, keringat dingin dsb

Spektrum PMS memang bervariasi dari ringan sampai berat. Yang berat ini seperti orang sakit jiwa. Jadi ada gangguan psikologis berat yang dinamakan Premenstrual Disforik Disorder (PMDD)

Cara menanganinya meliputi pengobatan non farmakologis (tanpa obat) dan pengobatan farmakologis (dengan obat-obatan)

Non Farmakologis

  1. Pengaturan diet sebaiknya HINDARI terlalu banyak garam, kafein, coklat, karbohidrat sederhana, Cola, Kopi, hot dog, potato chips dan makanan kaleng. MAKAN lebih banyak buah, sayur, susu, karbohidrat kompleks seperti roti, pisang, jagung. Makanan tinggi serat dan daging rendah lemak.
  2. Boleh minum suplemen yang mengandung kalsium, Vitamin E, B6, Mg
  3. Teknik relaksasi (kontrol nafas)
  4. Yoga
  5. Aerobik secara teratur
  6. Massage
  7. Chiropractic
  8. Minum lebih banyak air

Pengobatan farmakologis

Obat nyeri boleh digunakan sepeerti asam mefenamat atau parasetamol utnuk mengurangi nyeri otot dan kepala tapi jangan sering-sering. Obat yang lain meliputi obat hormonal, anti depressant untuk kasus yang agak berat

Sedikit tips ini untuk suami sebaiknya punya program di android atau blackberry tentang jadwal siklus haid pasangan anda. Jadi kalo deket-deket jadwal haid bisa lebih mengerti “Oh istri saya lagi PMS makanya dari tadi marah-marah. Oke deh saya pijitin, buatin susu hangat atau bekata dengan lembut sehingga emosinya tidak mudah terpancing”

Written by @astu_MD  27 Oktober 2012

Further reading

http://www.medicinenet.com/premenstrual_syndrome/article.htm

http://emedicine.medscape.com/article/953696-overview#a0104

http://www.mayoclinic.com/health/premenstrual-syndrome/DS00134/DSECTION=causes

http://drugline.org/ail/pathography/684/

Mbak Riris, kelainan jantung bawaan, dan hidup mati paska persalinan

2 Comments

Invitation

Setelah sholat Idul Adha mampir sejenak lihat prosesi Qurban. Eh ada mbah Djo ngajak ke rumah sambil makan begedel hangat hmmm… lalu mbah Djo suami istri mulai bercerita

Mbak Riris, kelainan jantung bawaan, dan hidup mati paska persalinan

Mbah Djo mempunyai seorang anak bernama mbak Riris. Dari kecil ia mempunyai kelainan jantung bawaan. Tidak jelas apakah PDA, RHD, VSD, ASD or something. Jadi sejak mbak Riris berumur 3 tahun, Mbah Djo harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mengobatkan mbak Riris di sal A RS dr Soetomo Surabaya. Rumah sakit serasa menjadi rumah kedua. Disitulah Bu Djo menyaksikan banyak kematian yang menjadikannya tatag (tabah) saat merawat jenazah. Tugas sosial yang hingga kini masih dijalaninya.

Mbak Riris akhirnya memutuskan untuk menikah. Sebelum menikah, Calon pasangan ini disidang dulu oleh dokter-dokter di rumah sakit. Artinya diberi informasi sejelas-jelasnya tentang risiko kematian saat hamil dan melahirkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap menikah

Sampai kehamilan bulan ke 5. Mbak Riris sudah mulai tidak kuat menahan beban dan pada bulan ke 7 dioperasi di GBPT. Menurut ilmu medis tidak mungkin kedua ibu dan bayinya bisa bertahan hidup tapi Bu Djo saat itu yakin hanya memohon pada Alloh SWT. “Nak kamu dulu lahir dari ibu, Mudah2an Alloh menjaga kamu dan bayimu” sambil melangkahi 3x tanpa “maaf” memakai celana dalam.

Dokter jantung pada saat itu semoat menyuruh untuk menggugurkan, tapi Prof Lila Dewata SpOG tetap bersikeras untuk dipertahankan dengan diberi penguat. To Preserve life

Saat persalinan, mbak riris mengalami pendarahan hebat. Kata dokter bila darahnya tidak turun ke bawah tapi naik ke atas nyawa mbak Riris tentu tidak akan tertolong.

Tapi Alloh berkehendak lain, Setelah di ICU selama 3 hari. Ibu dan anak selamat semua. Kasus ini mendapat perhatian penuh dari seluruh tim dokter dari berbagai disiplin ilmu. Karena disaat yang sama ada pasien dari Kediri tidak tertolong. Banyak kalangan dokter yang tidak percaya dan mengundang Mbah Djo , mbak riris ke RS untuk berbagai pengalaman.

Bahkan Prof Erry Gumelar SpOG sebelum melakukan operasi berpuasa terlebih dahulu selama 1 minggu. Begitu perhatian, bila mbak Riris tidak kontrol , maka Prof Erry sendiri yang menelfon.

Kapan itu kan mbak Riris ke GBPT terus nyalamain Prof Erry yang pada saat itu baru saja memimpin rapat staf.  “Ini mbak Riris ya?” “Iya dok” lalu Prof Erry mengumumkan ke stafnya bahwa ini pasien yang dulu berhasil ia tangani. Mbak Riris lalu disalami oleh segenap dokter yang hadir disitu. Sampai2 satpam disitu heran lalu tanya ke Mbah Djo. “Pak Anda itu siapa” “Wah saya orang biasa saja” sambil tersenyum lebar

Bu Djo sempat juga cerita. Ini agak menyentuh dunia metafisik gitu siy. Jadi saat menjenguk mbak riris di ICU ia selalu didatangi oleh orang yang sangat sangat Tua lalu menepuk pundaknya sambil menenangkan dan menyuruhnya untuk terus berdoa. Namun tak lama orang itu menghilang entah dimana. Tahu sendiri GBPT ini terkenal sangat sepi. Steril dari orang-orang yang tidak punya keperluan. (hiaa leherku jadi goosebump)

Epilog

Rumah Mbah Djo ini sangat sederhana, namun siapapun yang disana merasa sangaat nyaman. Suami istri ini ibadahnya jempol, ibadah sosialnya juga yahud. Yang namanya orang beriman itu salah satu tandanya walau telah renta tidak bosan dipandang. Terang benderang dengan nur ilahi. Nah kawan semoga ini bisa jadi pelajaran

 

Written by @astu_MD

26 Oktober 2012

 

 

Untukmu Ibu, Untuk Sejuta Pengorbanan [Repost]

Leave a comment

Ketika seorang wanita pada fase dalam hidupnya, ditakdirkan menjadi pengemban amanah, menjadi seorang ibu.. Dalam 9 bulan hidupnya kelak hingga proses kelahiran, secara fisik maupun mental akan mengalami cobaan yang dramatis, mengharukan, dan terkadang mengancam jiwanya. Apa saja yang terjadi?
Saat kehamilan
Hiperemesis Gravidarum
Di kandungan seorang janin mengeluarkan hormone hcG (Human chorionic Gonadotrofin) yang kemudian beredar ke seluruh peredaran darah ibundanya tercinta.  Di satu sisi hormon ini sangat berguna untuk kelangsungan hidup janin itu sendiri, menciptakan atsmosfer bumi kandungan sehingga ia dapat tumbuh dan bernafas dengan leluasa. Akan tetapi disisi lain timbul lah efek samping yang cukup berat yang kadang dialami oleh sang ibu. Salah satunya adalah Hiperemesis Gravidarum atau muntah-muntah yang berlebihan dalam kehamilan terutama pada 14-16 minggu pertama.  Ketidakseimbangan hormone mengakibatkan mual dan muntah yang kadang berlebihan. Setiap kali makan, muntah. Setiap kali minum, juga muntah.. begitu berlebihan sehingga seorang ibu terancam dehidrasi (kekurangan cairan).. begitu berlebihan sehingga seorang ibu harus diberi cairan intra vena (Infus).
Gestational Diabetes (Diabetes dalam Kehamilan)
Human placental lactogen (hPL) yang diproduksi oleh placenta disamping akan memicu pemecahan lemak (lipolisis) dan asam lemak (fatty acid) tetapi juga dapat mengurangi sensitivitas jaringan terhadap insulin. Artinya insulin yang bertugas sebagai transportasi agar gula sampai kedalam jaringan liver, otot dan lemak tidak bekerja dengan baik. Akibatnya banyak gula yang menumpuk di ‘gudang’, ditambah Liver  berinisiatif membuat gula sendiri melalui glukoneogenesis. Akhirnya terjadilah yang dinamakan Gestational Diabetes dengan segala risikonya seperti bayi besar dan obesitas yang nantinya akan membuat kesulitan dalam persalinan
Perubahan yang lain
Menahan beban, tulang belakangnya akan sedikit tertekuk ke belakang, sehingga cara berjalannya tak lagi manis. Kadang kakinya bengkak karena pembuluh darah baliknya tertekan oleh janin. Kadang ia merasa sesak karena rongga perutnya membesar sehingga menekan paru-parunya. Berkurang pulalah kapasitas oksigen yang dapat ia simpan, karena harus menghidupi 2 orang ia sendiri dan janinnya. Seorang ibu bisa kekurangan nutrisi, kekurangan darah. Belum lagi ia harus berjuang karena berisiko terkena stroke, serangan jantung dan hipertensi karena darahnya mengental.
Saat Kelahiran
Di Indonesia. Angka Kematian Ibu masih tinggi yaitu 228 per 10.000 kelahiran. Terutama di daerah pedesaan dimana fasilitas kesehatan masih rendah. Banyak ibu yang meninggal karena pendarahan, infeksi dan hipertensi kehamilan (Pre Eklamsi – Eklamsi). Ketika seorang ibu melahirkan sebenarnya itu adalah perjuangan antara hidup dan mati, dengan rela ia mempertaruhkan nyawa. Dan tahukah kamu? Keadaan preeklamsi berat  adalah yang paling mengerikan. Yaitu adalah suatu keadaan dimana seorang ibu mengalami kenaikan tekanan darah hingga diatas 160/100 yang diikuti oleh kebocoran protein.
Kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan pendarahan otak spontan yang mengakibatkan seorang ibu mengalami kejang-kejang, tidak sadar dan bila meluas akan menyebabkan kematian. Pada mata, tingginya tekanan darah dapat menyebabkan lapisan saraf mata (retina) dapat lepas sehingga menyebabkan kebutaan (Ablatio Retina). Tingginya protein yang bocor menyebabkan cairan dari dalam darah akan merembes keluar dari ‘pipa’ saluran darah sehingga menggenangi organ-organ dalam. tubuhnya menjadi begitu bengkak (edema anasarka). Menambah beban jantung yang kemudian lebih lanjut dapat menyebabkan paru-paru nya terendam oleh cairan
Belum lagi risiko pendarahan yang begitu banyak. Kalau dikota siy enak. Tinggal pesan PMI lalu mendapat transfuse. Bagaimana di daerah pulau yang terpencil? Masih adakah waktu?
Begitu besarnya risiko dan pengorbanan seorang ibu saat melahirkan maka Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa seorang ibu yang meninggal saat melahirkan maka ia akan tercatat sebagai syuhada. Orang yang mati syahid dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi menjadi ganjarannya.
Bagi seorang ibu, proses kehamilan dan melahirkan memang adalah proses yang sangat berat. Akan tetapi adakah ia mengeluh? Sekali-kali tidak. Yang terucap adalah rasa syukur dan doa agar anaknya lahir dengan sempurna, agar anaknya kelak tumbuh menjadi manusia yang berguna. Rasa sakit yang dirasakannya saat melahirkan akan segera berubah menjadi senyum bahagia saat melihat wajah putra/putri kecilnya, saat mendengar putra/putri kecilnya menangis dengan lantang, saat dokter berkata “ Selamat Ibu, putranya laki-laki/perempuan. Alhamdulillah sehat wal’afiat
Alloh SWT berfirman dalam surat Al-Ahqaf : 15
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Mampukah kita membayar semua pengorbanannya? Sesungguhnya yang kita mampu adalah berusaha sekuat tenaga untuk tetap membuatnya tersenyum, tidak menyakitinya baik dengan kata maupun perbuatan. Mendoakannya agar Alloh SWT berkenan mencintainya sebagaimana Ia merawat kita dengan penuh kasih sayang.  Kasih sayanglah yang sanggup meluluhkan gunung, mengeringkan samudera. Kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan. Untukmu ibu, untuk sejuta pengorbanan… :’)  (AST)
Astu Anindya Jati feat. Nindia Nurmayasari
Surabaya, 27 Februari 2011

Rangkuman Metodologi Peneletian — Bekal UAS

5 Comments

 

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah
  • Bagaimana pengaruh perubahan pola makan terhadap kejadian HT pada eksekutif mapan di perkotaan?
  • Apakah penambahan asam amino esensial dapat memperlambat progresifitas PGK pada penderita PGK poli interne RSU dr. Soetomo Surabaya?
  • Apakah ada pengaruh penambahan asam amino esensial terhadap perlambatan progresifitas PGK pada penderita PGK di poli interne RSDS?
  • Apakah pemberian __________ dapat ______(efek)____ (demografi lokasi)?
  • Apakah ada pengaruh ___________ terhadap __________?
  • Apakah ada hubungan antara___________dengan________?
  • Apakah ada perbedaaan antara _________dan_________?
  • Apakah pola makan eksekutif dapat meningkatkan kejadian PJK?
  • Apakah merokok penyebab terjadinya ASHD pada pasien DM? (Observasional Causation)
  • Apakah ada hubungan antara merokok sejak usia dini dengan angka kejadian penyakit Kardiovaskuler?
  • Apakah ada perbedaan efektifitas antara pemberian nimodipine dan nikardipin dalam pencegahan iskemia sekunder pada penderita perdarahan sub araknoid ?
  • Apakah ada perbedaan antara volume prostat yang diukur dengan menggunakan USG transabdominal dan yang diukur dengan USG transrektal ?
  • Apakah ada perbedaan efektifitas skleroterapi dan surgical stripping sebagai terapi varises vena tungkai?
JUSTIFIKASI (Cara Membuat Background)
  • Prevalensi dan Insidence global. Penyababnya apa? Faktor-faktor penyebab yang menjadikan penyakit ini meningkat? (masalah)  —- Mulailah dengan data-data epidemiologis! Sebaran biologis dan geografis
  • Prevalensi dan Insiden lokal (tempat yang diteliti) misal poli interne RSDS
  • Tatalaksana penyakit (diagnosis atau terapi). ketidaksempurnaan terapi. cost benefit (Magnifikasi masalah)
  • pemberian AA sebagai alternatif. rekomendasi terapi. adanya perbedaan. atau sesuatu yang kontradiktif (Kronologis dan konsep solusi)
Tujuan
  • Menjelaskan hubungan/pengaruh/perbedaan_________ dengan/terhadap/dan________
  • Tujuan khusus :
    • Mengetahui  kadar oksalat (parameter – definisi operasional) pada kelompok dewasa sehat dengan pemberian vitamin C dosis tinggi (perlakuan)
    • Mengetahui (placebo) — Kontrol
    • Membandingkan kelompok perlakuan dan kontrol
Manfaat
Manfaat adalah follow up setelah dilakukan penelitian secara akademis dan Praktis. Selanjutnya akan dipakai untuk ini dan itu. Tidak boleh ditulis sebagai masukan untuk peneliti lain. Kalau tujuan sudah tercapai. What next?

  • Manfaat Akademis (Untuk kemajuan Ilmu)
    • Dapat menjadi bahan untuk penelitian lebih lanjut terkait dengan pembuatan dan uji klinis kapsul yang berisi asam amino esensial yang bisa memudahkan untuk dikonsumsi.
    • Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut tentang kandungan Curcuma xanthormea dan target kerjanya untuk terapi hepatitis B Kronis
    • Memberikan informasi tentang_____ sehingga_____
    • Manfaat Praktis
      • Jika penambahan asam amino esensial dapat memperlambat progresifitas PGK maka alternatif terapi non farmakologis ini dapat diaplikasikan pada penderita PGK sehingga bisa menurunkan beban biaya pengobatan.
      • Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti untuk rekomendasi pemberian Curcuma xanthorema sebagai adjuvan pada terapi Lamivudin pada penderitahepatitis B kronis sehingga membantu upaya peningkatan kualitas pengobatan Hepatitis B Kronis Aktif di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSDS
      • Hasil penelitian ____ rekomendasi untuk Guidelines / PDT terapi
Tinjauan Pustaka
Intinya menguraikan variable 1, variable 2 dan hubungan antara variable 1 dan 2. Tampilkan data yang relevan sehingga nanti bisa dirangkum di kerangka konseptual.

Jika variabelnya Disease

  • Definisi dan epidemiologi
  • Etiopatogenesis
  • Manifestasi klinis (diagnosis) –> tekankan bila penelitiannya diagnosis (definisi operasional pengukuran. Parameter)
  • Penatalaksanaan –> tekankan bila penelitiannya jenis terapi

Variabel Intervensi

  • Misalkan AA Esensial ya dijelaskan jenis, macam, kebutuhan harian Asam Amino, Manfaat AA,

Hubungan Antar Variabel

  • Penelitian-penelitian sebelumnya yang menghubungan variable 1 dan 2. Hasilnya bagaimana?
  • Bukti literatur yang menyatakan bahwa penambahan asam amino esensial diduga dapat memperlambat progresifitas PGK (Previous Research)
  • Peran asam amino esensial dalam fungsi ginjal normal
  • Peran asam amino esensial dalam memperlambat progresifitas PGK
  • Peran _________ dalam ___________
Kerangka Konseptual
Paling enak Pakai cara Filsafat Ilmu. Variabel dependennya taruh dipaling bawah. Variabel Independen diatruh paling atas. Ini Arts kalo kata DR Naryo. Yang penting sesuaikan sama Tinjauan Pustaka

METODE PENELITIAN

Judul Penelitian
Cantumkan lengkap dengan sebaran demografis dan waktu
Jenis dan Rancangan Penelitian dan Alasannya

Experimental design

~        karena pada penelitian ini, dilakukan intervensi yaitu penambahan asam amino esensial pada terapi standar pada kelompok perlakuan sedangkan kelompok kontrol diberi plasebo.

Quasi

  • karena penelitian ini dilakukan pada individu dimana adanya pembatasan2 terkait dengan etik penelitian dan kesulitan dalam pengontrolan variabel perancu. Sebagai contoh tidak memungkinkan untuk menyamakan kondisi awal subyek penelitian dalam hal terapi oral yang dikonsumsi, jenis/penyebab PGK dll serta tidak memungkinkan untuk menyamakan diet penderita selama masa penelitian.
  • Sampelnya heterogen
  • Karena penelitian dilakukan di RS. Sehingga peneliti bias dalam mengontrol variabel

Pretest dan posttest

~        karena pada tiap kelompok baik kontrol maupun perlakuan dilakukan pengukuran RFT (BUN, SC) pada kondisi awal sebelum intervensi dan akhir intervensi.

Time series

~        karena dilakukan pengukuran RFT secara berkala per 3 bln pada tiap2 kelompok sehingga akan didapatkan grafik perjalanan penyakit. Grafik ini memudahkan dalam membandingkan progresifitas penyakit antara kelompok kontrol dan perlakuan.

Double blinded

~        dilakukan karena penderita tidak mengetahui kedudukannya pada kelompok perlakuan atau kontrol karena semua mendapatkan kapsul tambahan. Peneliti juga tidak mengetahui isi kapsul tambahan tersebut karena yang melakukan pengemasan adalah bagian farmasi

Analitik CASE CONTROL

  • Untuk mencari hubungan sebab dan akibat. Tidak mungkin dengan cohort karena alasan etika. Lebih baik dari cross sectional
  • Biaya relatif murah dan waktu lebih cepat
  • Data Sekunder mudah didapat
  • Tapi biasnya besar

Cohort Retrospektif

  • Data Sekunder. Terbentur etis

Cohort Prospektif

  • Lama, Biaya mahal dan sering drop out, Lose Information. Perlu follow up yang intesif
POPULASI

Semua____ pada (waktu) (geografis)

SAMPEL

mirip populasi tambahin ____ yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi

Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi

Besar Sampel

rumus untuk 2 sample, uji hipotesa, data proporsi, 2-tailed

n= n2                = jumlah sampel masing- masing perlakuan

P1   = angka  keakuratan  USG transabdominal dibandingkan dengan USG

transrektal dari referensi =  0,65

P2   = angka  keakuratan  USG transabdominal dibandingkan dengan USG

transrektal yang diharapkan =  0,80

Zα   = 1,96 ( α= 0,05)

Zβ   =  0,842 (power of  test= 80%)

 

 

rumus untuk 2 sample, uji hipotesa, data mean SD, 2-tailed

n = jumlah sampel tiap kelompok

Z1 – α / 2 = nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan tingkat

kemaknaan (untuk = 0,05 adalah 1,96)

Z1 – ß = nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan kuasa

(power) sebesar diinginkan (untuk ß=0,10 adalah 1,28)

σ = standar deviasi kesudahan (outcome) = (9,4+7,2)/2 = 8.3

μ 1 = mean outcome kelompok placebo = 34,5/24 jam

μ 2 = mean outcome kelompok pemberian vitamin C dosis tinggi 28,4 mg/24jam

Sampling

Consecutive atau simple random sampling

Analisis

Non Parametrik –> Chi square

Paremetrik –> student t paired test

 

Randomisasi hanya untuk true eksperimen?

Kata dr. Naryo untuk quasi gak bisa pake Randomisasi

 

[pro:detective fans] Sekilas tentang kaku mayat (Rigor Mortis)

Leave a comment

Buat penggemar manga meitantei conan atau serial CSI tentu sudah mafhum bahwa keadaan mayat pada saat meninggal adalah petunjuk sekaligus bukti yang sangat penting. Yang pertama kali dievaluasi oleh para penyidik (polisi, detektif, ahli forensik) saat berada di TKP biasanya adalah perkiraan waktu kematian yang salah satunya bisa saja saat ditemukan mayat sudah kaku atau bahasa medisnya disebut rigor mortis

Nah ini yang bentar lagi kita akan sedikit bahas. Tentang kaku mayat (rigor mortis) dari segi kedokteran forensik dan biokimia. Siapa tahu ada yang berminat atau terobsesi jadi shinichi Kudo hehe..

Mengapa setelah meninggal mayat menjadi kaku?

Setelah meninggal maka seseorang akan tidak lagi bernafas, tubuh pun tidak lagi mendapatkan oksigen. Oksigen adalah salah satu bahan bakar untuk membentuk molekul energi yang dinamakan ATP (Adenosin Tri Phosphate).

Oksigen ga ada ATP juga ada dong. padahal molekul ini diperlukan untuk otot agar bisa rileks (memanjang) dengan melepaskan ikatan protein actin-myosin. Hakikat otot tuh dia kontraksi ibarat karet niy, dia butuh energi untuk bisa melar(memanjang/relaksasi). Akibatnya apa? maka otot akan terus berkontraksi secara terus menerus. hal ini juga diperparah dengan difusi ion  Ca2+ di otot yang bikin protein actin-myosin tambah nempel kayak perangko)

Perkiraan waktu kematian

Jika mayat sudah kaku berarti setidaknya ia sudah meninggal sekitar 2 jam. bagian tubuh yang kaku tidak serentak namun bertahap mulai dari otot mata,wajah, leher, tangan, dada, perut dan yang terakhir kak. proses ini membutuhkan sekitar 6-8 jam. Otot akan mencapai kekakuan maksimum setelah 12 jam dan mulai melemas secara gradual48-60 jam karena proses pembusukan enzimatis oleh bakteri endogen

Faktor-faktor yang mempercepat kaku mayat

kaku mayat ini dipengaruhi oleh suhu. kalo suhu panas kaku mayat lebih cepat timbul tapi juga cepat hilang. sebaliknya bila udara dingin misalnya ditemukan meninggal saat turun salju, maka kaku mayat akan mulai dan selesai dengan lebih lambat. Yang terakhir ini perlu dibedakan dengan kaku karena dingin

Faktor lain yang mempercepat kaku mayat meliputi keadaan otot sebelum meninggal (kejang, kegiatan otot berlebihan), keracunan strichnin, alkaloid.

Dari petunjuk grade dari kaku mayat, penyidik setidaknya bisa memperkirakan waktu kematian dan petunjuk apakah mayat sempat dipindahkan atau tidak.

jadi gitu gan. detektif tuh ibarat menyatukan puzzle untuk memberikan petunjuk yang utuh demi tegaknya keadilan. begitupun juga dengan dokter yang mengumpulkan data pasien dari wawancara, diagnostik penunjang (lab, rontgen) dan pemeriksaan fisik untuk menemukan diagnosis dan terapi yang tepat.

 

Further Reading

http://health.howstuffworks.com/diseases-conditions/death-dying/rigor-mortis-cause1.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Rigor_mortis

http://www.scribd.com/doc/52710434/kaku-mayat

Yuna – Live your life (music-lyric-VM)

Leave a comment

YUNA – Live Your Life

 

Find your light

Don’t hide from what you are

And rise before you fall

And hope for something more

Live if you really want to

Live if you really want to

 

All my life I’ve been looking for something amazing

It’s almost like I’ve been stargazing

The sky is right above me

We were meant for something bigger than this

Don’t ever try to dismiss yourself cause you don’t have to

 

[ From: http://www.metrolyrics.com/live-your-life-lyrics-yuna.html ]

(Chorus)

 

All my life my dreams just seemed so far away

And now it’s like they’re here to stay

I hold it close to me

We were meant for something bigger than this

Don’t ever try to dismiss yourself cause you don’t have to

 

(Chorus) x2

 

Live if we really want to

Live if we really want to

Live if we really want to

Live if we really want to

 

 

Read more: YUNA – LIVE YOUR LIFE LYRICS

 

Perbedaan manfaat pemberian ASI secara langsung dan ASI botol dengan pompa

Leave a comment

Saat ini, kesadaran ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mengalami peningkatan.Mengutip hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2004-2009, cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi dibawah 6 bulan (0–6 bulan) meningkat dari 58,9% pada tahun 2004 menjadi 61,3% pada tahun 2009. Begitu juga dengan cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif terus menerus dari usia 0 sampai 6 bulan juga meningkat dari 19,5% tahun 2005 menjadi 34.3% pada tahun 2009

Di Indonesia, jumlah pekerja perempuan yang bekerja mencapai 40,74 juta jiwa. Sekitar 25 juta termasuk dalam usia reproduktif dengan kemungkinan mengalami proses kehamilan, persalinan dan menyusui di saat bekerja. Agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif, Ibu yang bekerja ini ada yang mengambil suatu jalan tengah yaitu memberikan ASI dengan tidak langsung. Yaitu ASI dipompa dengan menggunakan pompa manual atau elektrik, ditampung dalam botol lalu disimpan di dalam pendingin untuk diberikan sewaktu-waktu saat dibutuhkan

Pertanyaan yang kemudian timbul, apakah ada perbedaan antara pemberian ASI secara langsung dan tidak langsung melalui pemompaan ke dalam botol?

Jolie Black Bear dkk dari breastfeedingusa.org berdasarkan penelitian,mengemukakan memang ada beberapa perbedaan yang mungkin banyak belum diketahui oleh ibu menyusui

1. Kontak Fisik dan peningkatan Antibodi

Menurut Chirco dan Santini (2008) Kontak fisik ibu dan bayi pada saat menyusui melalui rangsangan ludah dari bayi akan langsung merangsang tubuh ibu untuk membuat antibodi spesifik untuk melawan kuman (patogen) yang baru didapat sehingga dapat melindungi bayi selama beberapa jam kedepan. ASI dalam botol yang sudah berumur lebih dari satu hari masih mengandung faktor anti infeksi namun tidak lagi mengandung antibodi spesifik yang diperlukan bayi pada saat itu.

2.Pertumbuhan rahang, gigi, wajah dan kemampuan bicara

Aktivitas menyusi dapat melatih otot wajah dan memacu pertumbuhan tulang rahang yang kuat dan struktur wajah yang simetris. Beberapa studi menunjukkan menyusui dapat mempercepat perkembangan dan kejelasan dalam berbicara. Peningkatan durasi menyusui menurut palmer (2008) dapat menurunkan risiko kemungkinan untuk kemudian bayi menderita kelainan susunan gigi yang menyebabkan ia harus misalnya dipasang kawat gigi

3.Efisiensi waktu

Pemberian ASI botol memerlukan waktu yang lebih untuk proses memompa, membersihkan pompa dan botol susu. Sementara ASI langsung dapat sewaktu-waktu diberikan saat bayi merasa haus atau lapar.

4.Kontak kulit memperbaiki perkembangan bayi

Kontak kulit ibu dan bayi (kangaroo care) menurut bigelow dan membuat kulit bayi terasa lebih hangat, lebih jarang menangis dan koordinasi yang lebih baik dalam pola menghisap dan menelan. ibu yang menyusui secara langsung akan merasa lebih nyaman sehingga memicu respon oksitoksin, meningkatkan ikatan emosional, dan kepercayaan diri sebagai ibu (moore, 2009). Sementara pada ASI botol jarang sulit memungkinkan terjadi kontak kulit

5.Perbaikan Mood dan Stress Ibu Menyusui

Dari Aspek psikologis, Menurut penelitian dari Mezzacappa & Katkin (2003) Ibu yang menyusui secara langsung mengalami penurunan tingkat stress dan mood yang lebih postif. sementara ASI botol malah menimbulkan perasaan negatif. Hal ini berhubungan dengan peningkatan level hormon oksitosin yang lebih tinggi pada ASI langsung

6. Kontrol asupan susu dan obesitas

Bayi dengan ASI botol mempunyai kontrol yang lebih rendah membatasi asupan ASI yang dibutuhkan. karena tidak ada hisapan aktif dan keinginan pemberi susu untuk menghabiskan seluruh susu di dalam botol membuat bayi “overload” susu. saat menyusui secara langsung, bayi dapat mengontrol sendiri jumlah ASI yang dibutuhkan dan ibu dapat membaca tanda bila ia telah kenyang. Penelitian Isslemann (2011) bayi dengan ASI langsung dapat mengidentifikasi rasa kenyang dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko obesitas di kemudain hari.

7.Pembekuan & denaturasi antibodi

Pendinginan dalam freezer dapat menyebabkan denaturasi (kerusakan) antibodi dan dapat membunuh sel-sel hidup yang berada dalam ASI (Orlando, 2006) (Buckley & Charles, 2006) inilah mengapa banyak ilmuwan menganjurkan agar ASI mempunyai efek anti infeksi yang optimal sebisa mungkin diberikan dalam keadaan fresh

Perbedaan manfaat tersebut mudah-mudahan dapat memberikan semangat bagi ibu menyusui untuk sesering mungkin memberikan ASI secara langsung.

Summarized by Astu Anindya Jati / 7 Oktober 2012

1 Anon. Ibu Bekerja Bukan Alasan Menghentikan Pemberian Asi Eksklusif. http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1662-ibu-bekerja-bukan-alasan-menghentikan-pemberian-asi-eksklusif.html 27 September 2011 via depkes.go.id Akses : 7 Oktober 2012
2 BearJB, Meyer S, Ryan T et al. Are the differences between breastfeedibf directly and Bottle-feeding expressed Milk? https://breastfeedingusa.org/content/article/are-there-differences-between-breastfeeding-directly-and-bottle-feeding-expressed-mi  2012 Akses : 7 Oktober 2012

Older Entries