fear

Setiap manusia normal bahkan hewan pasti punya yang namanya rasa takut. Rasa takut adalah insting atau emosi yang paling primitif. Rasa takut sebenarnya diberikan Tuhan sebenarnya untuk bertahan hidup. Input sensoris visual, auditori dan somatosensori akan diproses di bagian otak bernama amygdala. Outputnya adalah berbagai neurohormon seperti cortisol, nor-adrenalin dan adrenalin. Akibatnya apa? Detak jantung meningkat agar darah dan oksigen terpompa lebih banyak, pupil melebar agar kita lebih jelas melihat dalam gelap, dan glukosa dibongkar dari lemak dan liver agar kita lebih berenergi, endorfin di sekresi agar kita lebih tenang. Semuanya itu membuat kita menjadi siap dan lebih waspada untuk berlari atau melawan (Flight or Fight). Terutama pada situasi hidup dan mati.

Menurut ilmu psikologi, sebenarnya hanya ada 5 macam rasa takut.

  1. Fear of Annihilation. Rasa takut untuk menjadi punah sehingga sekuat mungkin bertahan hidup. Seperti ketika berada di ketinggian, ketika mendaki gunung, ketika kita berjalan di hutan yang gelap
  2. Fear of Mutilation. Rasa takut kehilangan struktur atau fungsi tubuh secara integratif. Contohnya ketakutan pada binatang karena takut digigit
  3. Fear of loss of Autonomy. Rasa takut kehilangan kebebasan seperti kelumpuhan, terperangkapdipenjara, dijajah termasuk tentang interaksi sosial, relasi dan claustrofobia
  4. Fear of Separation. Rasa takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita cintai termasuk menjadi takut ditelantarkan, ditinggalkan, tidak diinginkan atau ditolak secara sosial
  5. Fear of Ego death. Ini ketakutan yang menyangkut ego yaitu disintegrasi menyangkut kecintaan, kapasitas dan kelayakan. contohnya seperti rasa takut dipermalukan, tidak dicintai, dihina

Dari rasa takut itu bisa berkembang menjadi emosi yang lain seperti rasa iri, cemas, stress, benci dll. Seperti master yoda yang bilang ke anakin skywalker “fear is the path of darkness” kan awalnya dari rasa takut kehilangan istrinya sampai dia jadi jahat, menjadi pemarah dan akhirnya jadi darth vader.

“The only thing we have to fear is fear itself” — Franklin D. Roosevelt

Rasa takut sebenarnya adalah informasi yang bisa kita pikirkan secara sadar. Yang menjadi masalah ketika rasa takut itu menguasai emosi dan perasaan. Berfikir yang terburuk dan menjadikannya suatu realitas yang tidak dapat dihindari. Kalau terlalu takut akan ada refleks bergerak mundur, menghindari risiko sehingga kita sukit untuk bergerak maju

Beberapa ahli ada yang menyarankan semacam kiat agar kita bisa menaklukkan rasa takut. Conquering the fear!

  1. Take a deep breath. Tarik nafas 7 hitungan, lalu keluarkan selama 11 hitungan. Nafas yang cepat dan memburu justru akan meningkatkan rasa cemas dan takut
  2. De-personalisasi rasa takut. Bayangkan dan keluarkan seluruh rasa takut dan masalahmu di sebuah kotak. Lalu lihat secara obyektif. Terima dan jangan dihindari lalu buat plan ABC untuk solusinya. Intinya membawa masalah itu ke ruang kesadaran
  3. Time out. Lakukan mental vacation. Lakukan hal hak yang bisa membuatmu tenang seperti meditasi, berbicara dengan teman atau pasangan, mendengarkan musik, jalan-jalan atau yang muslim bisa berdzikir, sholat malam, merendahkan diri di hadapan Allah pemilik segala solusi. Harapannya setelah itu kita bisa lebih berfikir jernih (mindfullness) dalam menghadapi masalah dan menyelesaiknnya dengan sepenuh hati (heartfullness)
  4. Berfikir positif. Melatih diri dan mengubah cara berfikir. Visualisasi hal-hal yang baik semisal tampil presentasi dengan penuh percaya diri.
  5. Seringlah terpapar dengan stress. Percobaan pada hewan. Tikus yang diberi stimulus stress dalam periode yang singkat akan bisa melawan rasa takut tersengat listrik. Begitu juga kita kalo sering terpapar dengan rasa takut, maka ada yang namanya coping mechanism. Amygdala akan memproses stimuli yang masuk secara berbeda. Karena kita secara perlahan akan belajar untuk survive.
  6. Persiapan yang cukup. Kalo kita prepare rasa takut akan berkurang juga dengan sendirinya

Terakhir, saya jadi inget kata guru ngaji dulu pas kita lagi juga takut dan khawatir. “Astu, maya. Kalian berdua kalau sedang menghadapi masalah itu jangan dirasakan. semakin kalian berkutat pada masalah maka kalian akan semakin takut. Ora et labora. sambil bekerja maka teruslah berdoa. Dzikir dan sholawat itu harus konsisten. InshaAllah hidup itu enggak sulit kok, soalnya selalu dapat pertolongan dari Allah wa Rasul, selalu dapat kemudahan yang kadang dari jalan yang mungkin tidak pernah kita prediksi”

Refleksi @astumd

27 Februari 2017 (13.13)

Advertisements