Khutbah jum’at kali ini beda. Menyejukkan. Butuh banget yang seperti ini. Karena surabaya sudah cukup panas dengan global warming nya. Khatib nya sudah lanjut, bersahaja, artikulasinya jelas, yang disampaikan juga lugas.

Beliau memulai dengan membahas sebuah haditz. Pada saat itu ada sahabat ada yang bertanya kepada Rasulullah tentang amalan-amalan apa yang paling utama. Kemudian rasul menjawab (yang mungkin dalam haditz yang berbeda). Tenyata ada 5. Apa saja? Tahajjud? Puasa? Ternyata bukan! Semuanya menyangkut hablum minannaas. Tentang hubungan antar manusia

1. Manusia yang bermanfaat untuk manusia lain
Tidak memandang suku agama dan ras lho. Sesuai dengan profesi anda masing-masing. Guru ya mengajar, dokter mengobati pasien, tukang sampah mengangkut sampah agar tidak menjadi penyakit, sopir taksi mengantar penumpang dengan ramah dan jujur dsb

2. Menyenangkan orang lain
Tidak harus mahal. Cukup dengan hal-hal yang sederhana mulai dari senyum dan sapa. Siapapun itu. Kadang miris niy lihat anak-anak muda yang chasing luarnya islami tapi akhlaknya nol. Tidak suka menyapa, jarang senyum dan terlihat gahar. Bukan begitu islam itu akhlak. Islam itu perilaku. Wirid dan sholat itu harus tapi jangan dibanggakan. Semua itu tujuan sebenarnya adalah membentuk akhlak. Outputnya hablum minannaas. Ah betapa banyak dahulu suku, manusia, bangsa yang akhirnya masuk islam karena melihat akhlak nabi yang jujur, pemaaf, cinta keluarga, welas asih meski orang itu membenci Beliau.

masih ingat kan kisah nabi dengan yahudi tua yang buta. Yahudi ini mengkata katai beliau, menyumpah serapah, menistakan beliau dan islam. Tapi apa yang nabi lakukan? Beliau menyuapi yahudi ini dengan lembut. Dikunyahnya dulu makanan sehingga lunak bercampur dengan enzim baru kemudian disuapkan. Dengan tetap tersenyum dan tanpa dendam. Tertegunlah yahudi tua ini pada saat ia diberitahu khalifah abu bakar as-shiddiq  bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Rasulullah sendiri. Tak lama setelah Beliau wafat. Beautiful isn’t it?

3. Membantu orang lain dari kesulitan kesulitannya
Misal niy mau jumatan  udah rapih pake kopyah sama sarung. Lalu lihat koh liauw pemilik toko bangunan lagi jatuh dari sepeda motor. Yah ditolongin lah ini syar’i lebih utama. Ketinggalan sholat masih bisa dijamak. Tapi tolong menolong sesama manusia selama masih dalam koridor kebaikan itu wajib hukumnya. Ane pernah baca bahwa ayat ayat dan kisah kisah di al-quran itu lebih banyak membahas hubungan horizontal sesma manusia datipada ibadah vertikal yang sifatnya ritual. Sering tuh bersanding antara perintah sholat dan zakat. Artinya sholat harus diiringi dengan kepedulian terhadap sesama

4. Membebaskannya dari jeratan hutang
Ini niy yang agak berat. Maksudnya hutang sekunder. Artinya kita membebaskan hutangnya orang lain. Misal dia masih punya hutang spp sama pihak sekolah. Yah kalo kita mampu kita bayarin. Gimana bisa bayar? Ya kitanya harus kaya. Kata rasul tangan diatas itu jauh lebih baik daripada tangan dibawah

5. Memberi makan
Ini juga sebagai instropeksi diri sendiri. Seharusnya kita lebih peka jika ada saudara atau tetangganya yang kelaparan. Harus tanggap. Kata nabi tidak beriman seseorang bila ia kenyang sementara tetangganya kelaparan. Karena yang imannya baik ia akan menahan diri banget untuk tidak mengemis, untuk tidak meminta. Kontras dengan yang sekarang banyak yang berduit tapi tidak malu untuk meminta minta. Orang seperti ini nanti di akhirat akan mempunyai wajah seperti tengkorak. Tanpa daging dan kulit. Karena tidak punya malu sama sekali.

Demikian kawan yang bisa saya bagi hari ini. Haus banget khotbah yang kayak gini
Wassalamualaikum

Catatan @astumd (Jumat, 18 november 2016)