DSCN1884

by Tere Liye

  • Ayah pernah bercerita bahwa suku Penguasa Angin bisa bersabar walau beratus tahun dizalimi musuh musuh mereka ? suku itu paham, terkadang cara membalas terbaik justru dengan tidak membalas
  • Ah yang menghina belum tentu lebih mulia dibandingkan yang dihina. Bukankah Ayah sudah berkali-kali bilang, bahwa kebanyakan orang justru menghina diri mereka sendiri dengan menghina orang lain (38)
  • Kau tahu Dam, laksamana Andalas terkenal di seluruh dunia, dihormati anak buah, teman-temannya, disegani musuh-musuhnya karena disiplin dan selalu tepat waktu
  • Ilmu pengetahuan adalah proses kontemplasi panjang. Ketika kepala kalian digunakan untuk merenung, berpikir terus-menerus, bukan sekedar hiasan atau lelucon (119)
  • Alim khan menjelaskan pemahaman hidup yang sederhana, kerja keras, selalu pandai bersyukur, saling membantu (140)
  • Suku penguasa angin sungguh tidak memenangkan pertempuran melawan penjajah. Mereka memenangkan pertempuran melawan mereka sendiri, melawan rasa tidak sabar, menundukkan marah dan kekerasan di hati
  • Kami tidak mendidik kalian sekedar mendapatkan nilai diatas kertas. Seluruh kehidupan kalian tiga tahun terakhir, dua puluh empat jam, baik di kelas ataupun tidak adalah proses pendidikan itu sendiri. Itulah penilaian yang sebenar-benarnya. Kau lulus dengan baik (241)
  • Nah, Dam . selamat melanjutkan hidup. Apa kata pepatah, hidup harus terus berlanjut, tidak perduli seberapa menyakitkan aau seberapa membahagiakan, biarkan waktu yang menjadi obat. Kau akan menemukan petualangan hebat berikutnya di luar sana (242)
  • Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahuin berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak,kabar baik, keberuntungan, harta benda yang dating, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu dating dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, Itu semua juga dating dari luar. Saat semua itu dating dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan (292)
  • Apakah Ayah dan Ibu kau bahagia? Kalau kau punya hti yang lapang, hati yang dalam, mata air kebahagiaan itu akan mengucur deras. Tidak ada kesedihan yang bisa merusaknya , termasuk kesedihan karena cemburu, iri atau dengki dengan kebahagiaan orang lain. Sebaliknya, kebahagiaan atas gelar hebat, pangkat tinggi, kekuasaan, harta benda, itu semua tidak akan menambah sedikitpun beningnya kebahagaiaan yang kau miliki (294)
  • Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam alah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan di sekitar, dan melewati hari-hari berjalan, bersama keluarga tercinta (299)

Summarized by @astumd (6 Agustus 2016)