gubernur suryo

Patung Gubernur Suryo di Taman Apsari. tepat di depan Gedung Negara Grahadi

9 November 1945. Rakyat Surabaya mendapat ultimatum dari Jenderal Inggris Robert Mansergh untuk menyerah tanpa syarat. Inggris rupanya marah karena pada tanggal 30 oktober 1945 salah satu jenderalnya. Brigjen Mallaby tewas di jembatan merah. Gubernur RM Tumenggung Ario Suryo pada pukul 23.00 di Radio Nirom Embong Malang (sekarang alih fungsi menjadi hotel JW Marriot) dengan lantang berpidato yang salah satu isinya

“….Berulang-ulang kemukakan bahwa sikap kita lebih baik hancur daripada dijajah kembali. Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum pihak Inggris kita akan memegang teguh kita ini. Kita tetap menolak ultimatum ini….”

Keesokan harinya 10 November 1945 terjadilah The Battle of Surabaya. pertempuran dahsyat yang berlangsung selama 3 minggu. pada saat itu Inggris memprediksi perang hanya berlangsung selama 3 hari. namun dengan sengit seluruh komponen rakyat muali dari tukang becak, pedagang bakso, pemuda, santri, tentara keamanan rakyat bahu membahu memberikan perlawanan yang sengit dan heroik dengan persenjataan seadanya sisa dari Jepang dan bambu runcing yang dicelupkan ke tahi kuda. Konon tentara Inggris-India sangat takut karena bisa menimbulkan tetanus.

Selama perang di Eropa melawan Nazi yang persenjataannya lebih berat, tidak satupun jenderal Inggris yang tewas, namun di Surabaya ada 2 Jenderal Inggris yang tewas. Brigjen Mallaby dan satu lagi jenderal Robert Guy Loder Symon yang tewas saat pesawatnya ditembak jatuh. Pada akhirnya memang pasukan Inggris yang menang dengan jumlah korban jiwa 6000-16000 orang dari pihak Indonesia dan 600-2000 orang dari pihak Inggris-India. Namun perang ini berhasil memicu perlawanan di daerah-daerah lain di Indonesia dan Asia untuk  melawan kolonialisme

Hidup sang Gubernur rupanya berakhir dengan tragis, Pada tanggal 10 September 1948, mobilnya dihentikan oleh gerombolan PKI di desa Brogo Ngawi. bersama kombes Pol M.Duryat dan Kompol Suroko, mereka diseret ke hutan Peleng dan kemudian dibunuh. Mayatnya baru diketemukan keesokan harinya oleh pencari kayu bakar

Untuk mengenang jasanya sebagai decision maker perang Surabaya, pemerintah membuatkan monumen Gubernur Suryo di Taman Apsari. sosoknya tampak tegap, tegas dan sederhana berdiri menghadap tepat di gedung Grahadi, rumah dinas gubernur Jatim. Sikapnya yang bijaksana dan gagah berani akan selalu dikenang, menjadi inspirasi bangsa. Sebagai teladan bahwa kita adalah bangsa yang berani

Catatan @astumd
Surabaya, 5 Agustus 2016