Prelude

 

“Aku tidak melawan Yahudi karena mereka Yahudi. Aku melawan karena mereka merampas tanah kami” |Syaikh  Ahmad Yassin

 

Siapa sih yang mau ditindas? Binatang saja bila tersudut, ia akan melawan habis-habisan walau harus kehilangan nyawanya.

Apalagi sebuah bangsa yang bermartabat. Dengan mengatasnamakan ideologi dan Ekonomi banyak negara-negara imperialis yang menghalalkan segala cara untuk menindas bangsa yang lain. Negara yang mulanya damai bisa dalam sekejap penuh dengan mimpi buruk.

Libya, Afganistan, Palestina, Mesir, Chechnya. Adalah bumi perjuangan yang melahirkan diantaranya 10 tokoh yang memilih untuk tinggal diam membela tanah airnya dari kezaliman penguasa dan penjajah.

Dari Bumi Libya ada Omar Mukhtar (guru mengaji yang berubah menjadi gerilyawan melawan penjajah Italia).

Dari Bumi Palestina ada tokoh2 HAMAS Syekh Ahmad Yasin (Pejuang karismatik pemilik kursi roda) dan Abdul Aziz Rantisi (spesialis anak yang memilih mati didepan Helikopter Apache), Yahya Ayyash (Sang Pemilik 1000 wajah).

Dari Chechnya dan Eropa Tengah ada 3 sahabat pemberani Dzokar Musayevich Dudayev. Ibnul Khatab dan Syamil Basayef.

Dari bumi Mesir ada Sayyid Qutb (Founder Ikhwanul Muslimin) dan Hasan Al-Banna (guru para syuhada) yang legendaris.

Media barat dan kaum orientalis dengan bebagai kepentingan tentu saja mencap mereka sebagai kaum radikal, ekstrim , teroris.  Film-film Hollywood hampir selalu menggambarkan bangsa Arab  dengan kesan-kesan yang kejam dan menyeramkan.

Sejarah telah mencatat kejadian-kejadian yang begitu kelam dan biadap.  Dimana puluhan ribu umat muslim menjadi korban pembantaian. Dan perjuangan melawan kebatilan akan selalu ada selama masih ketidakadilan

  • Di Bosnia, Kosovo dan Chechnya (1992-sekarang), lebih dari 200.000 Muslim dibantai dan lebih dari 1,5 juta Muslim terluka, menjadi tunawisma atau diasingkan. Lebih dari 50.000 muslim wanita dan anak perempuan diperkosa.
  • Selama 15-18 September 1982, milisi Phalagist yang didukung Israel membantai 50.000 orang Palestina, diperkirakan di kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Libanon.
  • Selama 8 tahun terakhir, pasca invasi Amerika ke Irak, seluruh penduduk Irak berada dalam kondisi horror, lebih dari 1 juta meninggal termasuk 575.000 anak-anak.
  • Yang lagi in. Pembantaian Srebenica. Juli 1995. Lebih dari 8000 pria dewasa dan anak-anak tewas dibantai.
  • Dsb

Coba googling dan lihat korban-korban nya. Mungkin sebagian dari anda akan muntah. Sebagian menutup mata. Sebagian mengutuk. Sebagian tidak peduli. Sebagian begidik ngeri.

Now who’s the real terrorist?

Content

Buku ini mengutarakan biografi singkat inspiratif ke 10 tokoh syahid. Dengan berbagai macam profesi yang dengan keberaniannya menjadi pemimpin bagi bangsanya untuk melawan penjajahan manusia atas manusia. Dibahas pula sisi-sisi menarik dari tiap tokoh misalnya Imam Hasan Al-Bana dari kecil mempunyai hobi membangunkan muadzin untuk shalat shubuh sekaligus menjadi jamaah yang termuda, Ada Yahya Ayyash. Jenius eletronika dari palestin, manusia seribu wajah  yang suka menyamar  dan langsung masuk ke Jantung kota Israel menjalankan aksinya, Ada Omar Mukhtar yang di tengah-tengah perjuangannya melawan penjajah masih tetap menyempatkan diri untuk mengajar anak-anak mengaji.

Selalu ada konsekuensi dalam setiap perjuangan. Sayyid Quthb misalnya harus keluar masuk penjara hingga berakhir di tiang gantungan karena buku dan pemikirannya dianggap menumbuh suburkan radikalisme, Ahmad Yassin disiksa hingga hampir buta dan pada akhirnya diatas kursi roda harus syahid oleh roket Apache.

 

Dikemas dengan bahasa yang sederhana tapi cukup provokatif untuk menggugah semangat pembacanya untuk terus peduli bahwa di belahan bumi lain ada saudara-saudara lain yang sedang tertindas dan membutuhkan bantuan.

Heroik. Buku ini menggugah semangat pembacanya  untuk terus berjuang demi sesuatu yang dicita-citakan. Yaitu keridlaan Ilahi dan surga-Nya yang luasnya seluas langit dan bumi .

 

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka[249], bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS Ali Imran 169-170)

 

@astu_MD

www.genioinspira.blogspot.com

Gresik, 13 Juni 2011