79e70dcbdec30d996aae456457674e7b

Panberthy, J. (2009). To bee or not to bee – Lebah yang bosan mencari madu. Gramedia : Jakarta. 7-154

  • Ia hidup dalam masyarakat yang sibuk dimana menyesuaikan diri adalah hal yang sangat penting
  • Mereka seperti mesin-mesin mungil, mereka tidak punya kesadarna akan diri mereka sendiri, akan kehidupan. Semua itu seperti tak ada gunanya
  • Kita semua makhluk hidup mengalami kehidupan dengan cara kita masing-masing
  • Bagaimana bisa kaubilang kita punya kebebasan saat apa yang kita lakukan, hari demi hari, hanyalah membangun sarang, mencari makanan dan merawat anak-anak lebah
  • Aku tahu menjadi berbeda bisa terasa berat kadang-kadang. Tapi disana bisa juga terdapat.. Kekayaan yang luar biasa
  • Jangan terlalu khawatir akan apa yang mereka pikirkan tentang dirimu
  • Lakukanlah bagianmu dan biarkan kehidupanmu, bukan kata-katamu, yang mempengaruhi mereka. Kehidupan ini adalah perjalanan dari aku menjadi kita
  • Kekuatan pikiran terletak dalam memahami perbedaan; kekuatan hati terletak dalam memahami kemiripan
  • Kecintaan akan madu adalah akar dari semua kejahatan
  • Kehidupan ini hanyalah persiapan, sebuah tes untuk kehidupan berikutnya
  • Mengapa Tuhan member kita pikiran dan logika kalau Ia tidak ingin kita menggunakannya
  • Menurutku kita tidak bisa memahami Tuhan, karena kita hanya bisa melihat berbagai hal melalui sudut pandang lebah yang terbatas. Dan Tuhan jauh lebih besar daripada itu
  • Well, kalau Tuhan ada di dalam diri kita
  • Setiap lebah harus menemukan kebenarannya sendiri
  • Jangan percaya apa pun yang dikatakan orang lain kepadamu kecuali lubuk hatimu berkata itu benar
  • Siapa yang menentukan apa itu kegagalan dan apa itu kesuksesan? Yang manapun itu kau sudah berkembang. Sukses itu hanyalah tetap berada di jalurmu. Hanya melalui pengalamanlah kita bisa berkembang melampaui sudut pandang lebah kita yang terbatas dan mulai melihat gambaran yang lebih besar dari berbagai hal
  • Hal-hal demikian adalah kesempatan untuk mempelajari pelajaran-pelajaran yang kita perlukan dalam menyadari kesempurnaan kita sendiri
  • Kesempurnaan bukanlah suatu keadaan, melainkan cara berfikir
  • Aku tahu dari pengalaman , dengan latihan yang cukup seekor lebah bisa mencapai keutuhan dan kepuasan melebihi pemahaman
  • Segalanya relative; begitu kau mendefinisikan suatu kondisi, kau menciptakan lawannya. Bagaimana bisa kau merasakan dingin kecuali kau tahu apa itu panas? Bagaimana kau bisa naik tanpa turun? Bahagia tanpa sedih?
  • Adalah sempurna Bahwa kita Berfikir Kehidupan itu tidak sempurna
  • Dan kita melakukannya dengan melihat ke dalam dan mencari identitas kita yang sebenarnya
  • Aku memang terhubung dengan segala sesuatu
  • Pikiran adalah pelayan yang hebat tapi merupakan majikan yang payah
  • Tuhan tdak bisa dipahami, hanya bisa dialami. Tuhan adalah segalanya
  • Daripada berfikir terlalu banyak, alamilah dengan sungguh sungguh apa pun itu yang sedang kaukerjakan, seperti dalam Menjalani kehidupanmu, dari waktu ke waktu
  • Kesempurnaan sepertinya terdapat di dalam prosesnya, dalam kesempatan untuk belajar
  • Setiap insiden yang terjadi membawa pelajaran yang potensial. Pelajaran adalah sisi pengalaman. Proses belajarlah yang membawa kita sejauh ini dan yang akan membawa kita kemana pun kita pergi
  • Dunia ini juga merupakan alat untuk belajar, sebuah kendaraan untuk kesadaran yang lebih besar
  • Kita tidak akan kekurangan bahan pelajaran. Kita semua adalah murid dan guru dari satu sama lain
  • Segala sesuatu terjadi karena perubahan
  • Dalam kehidupan, penderitaan itu tak dapat dihindari. Menderita itu pilihan
  • Kebahagiaan tidak dapat dikejar Melainkan harus mengikuti
  • Hidup ini terlalu penting untuk ditanggapi dengan terlalu serius
  • Kesempatan bagi koloni untuk memulai lagi dan pada akhirnya akan menjadi lebih baik
  • Berada di sini Saat ini

Summarized by @astu_MD June 27th 2015