KamajayaKehadiran seorang anak di dalam sebuah keluarga adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Pasangan akan berubah status menjadi ayah dan ibu. Setiap orang tua tentu mengharapkan agar bayi yang di dalam kandungan dapat lahir dengan selamat, sehat dan kelak akan menjadi orang yang baik dan bermanfaat. Keterikatan harapan antara hamba dan Tuhan-Nya pada budaya Jawa seringkali tercermin dari ritual-ritual yang penuh perlambang dan makna filosofis. Salah satunya adalah budaya Tingkeban. Tingkeban adalah upacara yang dilakukan saat usia kehamilan anak pertama mencapai 7 bulan.

Secara historis tradisi tingkeban dimulai konon wanita bernama Niken Satingkeb istri dari Ki Sedya telah hamil dan melahirkan anak sebanyak 9x namun semuanya meninggal. Pasangan tersebut lalu meminta nasihat kepada Prabu Jayabaya yang pada saat itu sedang berkuasa. Prabu Jayabaya memerintahkan kedua pasangan itu untuk Laku becik (berbuat baik),welas asih mring sapadam (Kasih sayang dngan sesama), mandi dari 7 sumber setiap hari rabu dan sabtu pukul 17.00 sembari mengucap mantra untuk mensucikan diri,selain itu mereka juga harus melalui serangkaian ritual yang kesemuanya ditujukan sebagai ungkapan syukur dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan dan ketentraman. Semuanya menunjukkan bahwa bila ingin mempunyai anak perlu laku kesucian dan kebersihan.

Berikut beberapa ritual upacara berikut  makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya

  1. 7 Bulan

Tujuh atau pitu dalam bahasa Jawa berarti pitulungan (pertolongan). Pada saat 7 bulan sebaiknya pasangan berlaku prihatin. Ibu pada saat tujuh bulan ibarat burung yang basah karena hujan. lelah kurang berdaya dan tidak dapat terbang kemana-mana dan dianjurkan untuk banyak membaca doa. Terdapat larangan-larangan untuk calon ibu dan bapak. Beberapa diantaranya adalah tidak boleh duduk di depan pintu atau lumping menumbuk padi untuk menjaga kesopanan, dilarang memakan buah yang melintang karena memnyebabkan rasa panas,menyembelih binatang, membatin orang cacat bermakna agar tidak semena-mena terhadap orang cacat. Pada saat 7 bulan telah terbentuk gumana, manusia yang telah siap untuk lahir. Dalam ilmu kedokteran umur 7 bulan bayi sudah mampu untuk hidup di luar kandungan

  1. Berganti 7 kain

Motif Batik

Berganti dengan 7 corak kain batik yang berbeda. Masing-masing mempunyai arti

1 Sidomukti Kebahagiaan
2 Sidoluhur Kemuliaan
3 Truntum Nilai-nilai yang selalu dipegang teguh
4 Parang Kusuma Perjuangan untuk hidup
5 Semen Rama Akan lahir anak yang cinta kasih kepada orangtua yang sebentar lagi akan menjadi bapak ibu tetap bertahan selamanya
6 Udan Riris Anak yang lahir akan menyenangkan dalam kehadirannya di masyarakat
7 Cakar Ayam Anak yang lahir dapat mandiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri
  1. Buah Kelapa

2 buah kelapa dimasukkan kedalam jarik lalu diselusurkan kebawah diikat dengan  serat tebu tulak yang kemudian dipotong dengan keris

2 buah kelapa perlambang kamajaya dan kamaratih, arjuna dan sembadra, wisnu dan dewi sri. tampan, cantik, berbudi pekerti seperti keduanya.Tebu tulak adalah bala yang harus dipotong (tolak bala)

  1. Keleman

Sajian Keleman atau umbi-umbian sebanyak 7 macam agar bayi mendapat rejeki yang banyak dan mau hidup sederhana. membumi dengan  tanah

  1. Ubu jalar
  2. Ketela
  3. Gembili
  4. Kentang
  5. Wortel
  6. Ganyong
  7. Garut
  1. Dawet

Rujakan dan dhawet ayu  sebagai simbol kesenangan. Tradisi jual dawet dan rujak, tamu membeli dengan kreweng. (pecahan genteng) dimaksudkan agar bayi lahir banyak mendapat rezeki

  1. Tumpeng

7 Tumpeng. 1 paling besar 6 mengellingi. Makna tumpeng kuat agar sehat wal afiat orangtua diberi kekuatan lahir dan batin.

  1. Janur Kuning

Janur kuning diikatkan pada perut — suami istri telah mendapatkan cahaya (janur) kemenangan yaitu ketika mendapat amanah berupa anak, harus diraih melalui rintangan atau kesulitan pemotongan janur yang mengikat adalah Upaya mengatasi kesulitan

  1. Krobongan

Upacara dilakukan di kebun krobongan. Bilik anyaman bambu dengan pintu menghadap ke timur, Krobongan adalah lambang dunia dimana pasangan suami istri akan menghadapi tantangan berat saat anak lahir. Ibarat memasuki sebuah hutan yang gelap dan penuh misteri. Menghadap ke timur wetan berarti wiwitan atau permulaan hidup.

@astu_MD 21 September 2014. Dari berbagai sumber