Sikap Terbaik menghadapi Musibah

Ustd. Sholeh Drehem

  • “Seorang Muslim tertimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, gangguan walau sekedar tertusuk duri, pasti Allah akan menjadikannya penghapus dosa-dosa yang ia miliki” (HR. Al Bukhari)
  • Sebenarnya ada 2 macam musibah. Yang buruk seperti bencana alam, masalah keluarga, kehilangan dan ada yang khair atau baik seperti kekayaan, keilmuan yang banyak yang terkadang membuat kita larut sehingga lupa diri dan semakin jauh dari hidayah Allah SWT
  • Salah satunya yang baru  terjadi adalah gunung Kelud yang “batuk” fenomena alam yang tidak bersahabat yang bisa jadi karena tertular “virus” kemaksiatan dimana manusia jauh dari syariat dekat dengan maksiat
  • Melihat tingkah laku manusia. Alam pun bermunajat. Laut ingin membuat tsunami, menenggelamkan. Angin ingin membuat tornado, menerbangkan manusia bak anai-anai dan pohon-pohon ingin mencabut akar-akarnya, memukul manusia. Tapi Allah menahan-Nya, karena diantaranya masih ada hamba-hamba-Nya yang Shalih
  • Musibah tidak selalu terkait dengan fenomena alam. Bisa juga terjadi dalam keluarga. Ada cerita istri seorang dokter yang datang menangis kepada saya. Mertuanya adalah seorang professor. Mengeluhkan kurangnya perhatian dari sang suami bahkan di hari libur masih berkutat pada urusan tanggung jawab moral kepada pasien dan target finansial. Saking sibuknya kita dengan urusan dunia. Ia mengatakan bahwa bukan materi yang ia cari tapi perhatian dan kasih sayang seorang suami kepada istrinya.
  •  Masalah lain bisa dari anak maupun orangtua. Yang bisa jadi menguras seluruh pikiran dan hati kita.
  • Ada seorang kakek 70 tahun dengan 16 cucu, anaknya sudah besar-besar yang menceraikan istrinya yang berusia 66 tahun. Disini memakai logika apapun juga tidak nyambung. Tidak masuk akal namun terjadi
  • Membina rumah tangga  pada saat tahun pertama memang sakinah. Dunia terasa milik berdua. Lalu dengan kehadiran anak, masing-masing mulai menunjukkan watak aslinya. Sungguh bila kita tidak dekat dengan agama, dengan sering mengaji seperti ini,untuk kembali pada aturan Allah. Musibah itu akan terus bermunculan. Sudah terbukti bahwa dengan harta dan ilmu saja tanpa kedekatan kepada-Nya tidak akan menenangkan kehidupan kita
  • “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185) Kematian kadang tanpa muqoddimah sakit. Pada awalnya segar bugar lalu terkena bencana angin putting beliung seperti di Filipina, Tsunami Aceh. Dalam hitungan detik ribuan nyawa melayang.
  • Karena kita tidak tahu kapan kita mati maka Allah melanjutkan firman-Nya Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan” (QS. Ali Imran 186)
  • “Alif Laam Miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS Al Ankabut 1-2)
  • Ayat yang didahului dengan huruf huruf seperti Alif Lam dan Mim, ayat selanjutnya membutuhkan perenungan. Seperti Al Ankabut diatas, bahwa setiap dari kita yang mengatakan beriman akan diuji apakah ia benar atau dusta tentang keimanannya
  • “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS Al Baqarah 155-1577)
  • Ujian itu sunnatullah. Setiap dari kita pasti diuji sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Kalau tidak diuji kita tidak akan belajar. Agar terasa benar kualitas keimanan kita. Bila kita tawakal termasuk proses sekolah ini, maka oleh Allah akan disambungkan, dilancarkan maka dari itu harus dihadapi.
  • Sedikit ketakutan
  • Termasuk perasaan takut tidak lulus di lain pihak dapat memicu kita untuk terus belajar dan belajar. Akan tetapi jangan sampai ketakutan kita menghilangkan ketergantungan kepada Allah. Yakin dengan belajar serius, sebab-sebabnya dijalankan, tahajjud, minta doa orangtua dijalankan inshaAllah aman. Bila masih juga gagal berarti Allah punya skenario lain yang lebih baik. Pasti ada hikmahnya. Tidak perlu menggelepar dan marah. Tidak akan menyelesaikan masalah.
  • Ada yang takut untuk berkeluarga karena masih sekolah, takut tidak bisa membiayai keluarganya. Yang memberi rizki itu Allah. Rizki kita itu sudah ditakar tidak kurang maupun lebih. Rugi besar bila tujuan menjadi dokter hanya mencari kaplingan rizki. Semakin banyak kekayaan ujiannya juga makin besar. Tidak selalu mendatangkan kebahagiaan. Ada dokter yang biasa-biasa saja namun rumah tangganya antheng, sering tahajjud, istrinya sering ikut pengajian. Itu lebih baik daripada kita tenggelam dengan pekerjaan namun selalui dihantui rasa takut.
  • Takut itu ada dua respon yang bisa dipilih. Semakin mendekat dengan Alloh atau makin menggelepar
  • Dalam proses penciptaan manusia. 40 hari pertama bercampurnya sperma dan sel telur menjadi substansi bernama nutfah. 40 hari kemudian bergantung di kandungan menjadi alaqoh. 40 hari kemudian masuk pada fase mudhghoh dimana organ-organ sudah mulai terbentuk meski belum proporsional. 120 hari. 4 bulan. Maka Allah menyuruh malaikat-Nya untuk menjemput ruh yang diciptakan 50.000 tahun sebelum Allahmenciptakan alam semesta disatukan dengan janin lalu ditentukan 4 hal. Ajal, Amal, Rizki dan Bahagia/Susah. Tentang bahagia /susah ini memang ada perbedaan pendapat apakah di dunia atau di akhirat. Karena kita tidak tahu maka maksimalkan seluruh potensi yang ada pada diri kita
  • Masing-masing dari  kita sudah ada kaplingan rizkinyta. Dengan logika yang menurut kita cerdas. Padahal Allah telah berfirman bahwa kita tidak diberikan Ilmu melainkan hanya sedikit. Kadang sampai menghalalkan segala cara. Berusaha harus, memaksimalkan potensi harus namun hasilnya adalah urusan Allah SWT
  • Kekurangan harta.
  • Banyak mengisi pengajian di rumah sakit maupun di rumah kawan kawan dokter. Saya dipaksa tahu bahwa sebelum bersekolah sebagai persiapan masuk  seorang dokter biasanya terlebih dahulu praktik selama 2-3 tahun. Namun setelah sekolah harta banyak berkurang, bahkan terkadang untuk kebutuhan rumah tangga sementara harus ditopang istri dengan berbagai profesi. Ada yang dokter gigi, ada yang jual jilbab. Ini termasuk ujian yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran.
  • Berkurangnya jiwa
  • Sekitar tahun 1996-1997 ada pemuda aktivis dakwah di kampus, hafalan qur’annya cukup banyak, baru diumumkan lulus dokter lalu ia teringat ada barang yang tertinggal di rumah sakit. Ia lalu menyebrang jalan dan tersrempet sepeda motor, jatuh mengenai pinggir trotoar yang tajam sehingga meninggal di tempat. Anak tunggal, semata wayang. Ibunya hingga kini masih ikut pengajian dengan saya. Saya katakan kepada ibunya “Bu. Hidup itu yang punya Allah. Kapanpun harus siap meski itu tidak mudah. Rupanya Allah menyiapkannya agar praktek di Surga”
  • Tidak ada jalan yang lain selain sabar. Saat ditimpa musibah maka mereka mengatakan Inna lillahi wa innailaihi roji’un. Kami ini dari Allah dan kepadaNya kami semua akan kembali. Orang-orang ini mendapat sholawat dari Alloh sebagaimana juga para Nabi, diberikan rahmat. Kasih saying-Nya dan juga diberikan arahan hidup. Hidayah agar selalu lurus di jalan-Nya
  • Musibah itu terkadang berbanding lurus dengan dosa dan maksiat yang kita perbuat. Coba muhasabah, mengevaluasi diri pasti ada hak-hak Allah yang belum kita penuhi seperti shalat yang kurang tepat waktu, hubungan dengan orang tua yang kurang baik atau yang lain, karena ulah kita sendiri yang jauh dari aturan Allah.
  • Di sisi lain ada yang diberikan Allahujian justru karena ia mencintai hamba-Nya. Ulama salaf ada yang menangis ketika ia tidak diberi musibah. Takut jikalau Allah tidak mencintai-Nya. Bagi siapa yang yang rela dengan takdir-Nya maka akan mendapatkan ridlo-Nya.
  • Musibah yang diberikan selalu sesuai dengan kapasitas hamba-Nya, Allah tidak mungkin mendzalimi hamba-Nya. Hanya kita seringkali lupa bahwa itu sesuatu yang sebenarnya amat sedikit, maka hadapilah dengan lapang dada.
  • Saat musibah datang selalu berprasangka baik bahwa Allah menurunkan musibah adalah cara Allah mencintai atau menghapus dosa-dosa kita. Tidak ada musibah turun kecuali atas izin Allah
  • Sesi Tanya jawab
  • Ada bencana yang datang karena Sunnatullah seperti gunung meletus, ada juga yang disebabkan oleh ulah manusia seperti perang. Untuk ujian keimanan apakah sama grade nya? Apakah ini direncanakan Allah karena dengan kondisi “anti-kemapanan” keimanannya lebih diuji. Bagaimana argumentasi dari ustadz?
  • Diantara 25 rasul ada 5 yang mendapat gelar ulul azmi. Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Kita Muhammad SAW. Diberikan oleh Allah karena tekad yang tinggi dan semangat yang luar biasa dalam mengatasi ujian yang luar biasa pula hebatnya. Apakah rasul ini punya dosa? Tidak. Ujian diberikan karena Allah justru mencintai mereka
  • Pada saat hijrah Rasulullah berumur 53 tahun. 2 tahun setelah itu ada perintah jihad untuk pertama kalinya. Sepanjang 8 tahun setelah itu ada 68x pertempuran. 12 diantaranya Rasul ikut serta. Dibandingkan dengan kita sekarang, umur 55 adalah masa pensiun. “dikeramatkan” hanya tinggal di rumah sementara Nabi pada saat itu justru pada puncak perjuangannya
  • Istiqomahlah dalam kesabaran dan yakin bahwa setelah berbagai macam himpitan akan ada kemudahan. Pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab pada awal pemerintahannya ribuan sahabat meninggal karena penyakit yang sangat menular. Penyakit tho’un. Juga menyerang syam (Palestina). Kata Nabi bila terjadi penyakit menular maka yang sudah didalam tidak boleh keluar dan yang dari luar tidak boleh masuk. Prinsip isolasi sudah dikenal sejak zaman rasul padahal pada saat itu belum ada mikroskop untuk melihat bakteri.
  • Namun setelah periode yang berat. Firasat Nabi mulai tampak. Kisra dan Roma berhasil jatuh ke tangan umat muslim.
  • Musibah jangan disikapi sebagai musibah. Segera koreksi diri karena bencana turun biasanya sebanding dengan kadar maksiat yang dilakukan. Pada saat gunung kelud “batuk” ada daerah di Malang yang sama sekali tidak terkena debu. Ternyata di daerah itu pengajiannya sangat aktif dan ramai.
  • Pada waktu itu Nabi naik ke mimbar lalu berdoa 3x namun yang terakhir beliau menangis. Doa yang pertama. “Ya Allah jangan musnahkan umatku karena kelaparan” lalu Allah mengiyakan. Nabipun berkata aamiin. Yang Kedua “Ya Allah janganlah Engkau musnahkan umatku karena fenomena alam” untuk kedua kalinya Allah mengiyakan. Doa yang ketiga, “Ya Allah jangan hancurkan umatku karena perpecahan” Kali ini Allah SWT diam, tak ada jawaban. Lalu beliau rasulullah menangis.
  • Artinya apa. Jikalau Allah mengabulkan maka tidak ada perjuangan. Zaman sudah akur. Tuntas, selesai karena seluruh manusianya hidup rukun aman tentram, damai.  Tidak perlu lagi ada ustadz yang mengingatkan umatnya.
  • Pada suatu saat nanti kita mendekati hari kiamat, akan mempunyai pemimpin yang sangat adil, suatu kekhalifahan dengan manhaj kenabian. Nama pemimpin itu adalah Muhammad sedangkan Nama orangtuanya Abdullah. Muhammad bin Abdullah.
  • Munculnya buakn dari Indonesia, Madura, eropa, Australia, akan tetapi dari syam. Palestina.
  • Palestina saat ini dibombardir Israel, namun ibu, anak tidak lagi punya perasaan takut. Mereka berjuang Ingin memerdekan palestina, dan pada suatu saat tidak aka nada lagi Yahudi di bumi Palestina
  • Pada puncaknya nanti akan muncul dajjal dengan fitnah yang lebih dasar. Fitnah aqidah. Dan  Jangan bertemu karena akan berujung pada kemurtadan, air pun akan dikuasai oleh dajjal. Ini termasuk Sunnatullah. Untk menguji keimanan kita.
  • Saya mengalami pernah 1 hari tidak mengaji lalu datang persoalan dari anak, kadang istri. Seolah kita ditegur
  • Ayo kita penuhi hak Alloh nanti hak kita akan dipenuhi. Bila dikasi ujian akan tegar, ber huznudzon bahwa lewat ujian ini, Alloh ingin menghapus dosa2 kita.

Wassalamualaikum

Summarized by @astu_MD