kpengajian kamis minggu ke 4. tentang hikmah penciptaan. oleh ustadz sholahuddin fatah. keberadaan Allah itu bisa dibuktikan secara aqliyah. secara akal. imam abu hanifah pernah ditanya oleh kafir zindiq. golongan yang tidak percaya tuhan. lalu imam hanafi memberikan ilustrasi. tentang sebuah kapal besar di tengah lautan tanpa nahkoda bisa mengarungi lautan dan menerjang badai. lalu kafir zindiq itu berkomentar bahwa itu hal yang tidak masuk akal. lalu imam hanafi mengembalikan lagi bagaimana dengan alam semesta. tata surya yang begitu teratur dan seimbang. bagaimana bila tidak ada yang mengatur. tentu yang terjadi adalah bencana. orang kafir itu lalu menyesal dan kemudian menjadi muslim

untuk aqidah kita bisa menggunakan aqliyah dan/atau naqliyah tapi untuk syariat harus murni nash. berdasarkan keimanan. bila akal bermain maka kita akan memilah milah ayat. kita tidak akan pernah tahu ini cobaan atau azab kecuali kita mengoreksi diri sendiri. bila kita sudah melakukan ahal yang baik berarti itu cobaan. bila sebaliknya itu berarti adzab

alam semesta yang begitu besar ternyata jarak antara bintang atau galaxy itu berada dalam keseimbangan. bila sedikit saja lebih dekat atau jauh akan chaos. bila terlalu dekat misalnya meteor akan jatuh ke bumi.

dalam menggunakan akal kita harus memilih yang terjangkau oleh akal fikiran. untuk hal-hal sifatnya ghaib kita cukup mengimaninya. imam malik tidak mau menjawab saat ditanya bagaimana Allah bersemanyam diatas arsy hal ini adalah bid’ah tentu akan membawa kita ke dalam kesesatan yang nyata. begitu juga rasulullah SAW saat ditanya kapan kiamat lantas turun ayatbbahwa pengetahuan itu ada pada Allah semata. tidak datang kiamat itu kecuali dengan tiba-tiba

sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya siang dan malam itu ada tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. pada saat turun ayat ini janggut beliau basah oleh karena menangis. rugi bagi orangbyang membaca ayat ini tapi tidak memperhatikan, meenungi dengan seksama.

caranya adalah dengan taat kepada Allah semata. tidak menyekutukanNya dengan yang lain. menjauhi laranganNya dan menaati perintahNya, membenarkan kalimatNya. Allah itu Maha Rohman Rahiim. ibarat seorang itu yang dengan sekuat tenaga agar anaknya tidak terjerumus ke dalam api. kasih sayangNya jauh melebihi ini. Dia maha pengampun meskipun kita membawa dosa sepenuh bumi, asalkan kita tidak syirik niscaya Dia akan tetap mengampuni. mumpung pintu maghfiroh masih terbuka lebar, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang kita punya.