Pre Menstrual Syndrome sebenarnya adalah suatu kumpulan gejala yang meliputi afeksi (emosional) dan fisik (somatik) di saat seorang wanita akan mengalami menstruasi. PMS memang dialami hampir 90% wanita pada usia reproduktif dan peak nya pada akhir 20 dan akhir 30 tahun.

Penyebab pastinya sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti. Teori-teori yang lama menyebutkan PMS terjadi karena pengeluaran hormone estrogen yang berlebihan, estrogen withdrawal, defisiensi progesterone, Perubahan metabolism glukosa dan ketidakseimbangan cairan elektrolit. Sementara teori yang relatif baru  karena berkurangnya zat-zat kimia yang mempengaruhi perilaku seperti serotonin, endorfin, GABA. Kurangnya asupan vitamin dan mineral seperti Magnesium, Kalsium , Vitamin B, Vitamin E, Mangaan.  Orang yang gemuk, suka merokok dan minum alkohol lebih berisiko untuk menderita PMS

Intinya, PMS terjadi karena kombinasi antara perubahan hormon dan neurotransmitter otak. Ini yang membuat seorang wanita pada saat itu menjadi lebih emosional

Gejala

Para peneliti membagi gejala PMS itu menjadi beberapa kategori

  1. PMS-A (Anxiety) — dominasi kecemasan. Seperti sulit tidur, rasa tegang, Iritabel, ceroboh dan mood yang berubah-ubah
  2. PMS-C (Craving) — Ngidam. Keinginan yang berlebihan terhadap sesuatu. Ngidam pengen makanan yang manis-manis, asin, atau makanan lain
  3. PMS-D (Depresi) — Yang dominan gejala depresi, rasa marah tanpa sebab, gampang sekali merasa sedih, sulit mengingat dan konsentrasi, merasa terluka dan tidak berguna
  4. PMS-H (Hydration) – berat bertambah karena tertahannya cairan, perut kembung, kepekaan pada daerah payudara (nyeri), bengkak pada tangan dan kaki
  5. PMS-O (Other) — Gejala yang lain seperti dismenore, sering kencing, timbul jerawat , pegal-pegal, (Acne), Mual, hot flush, keringat dingin dsb

Spektrum PMS memang bervariasi dari ringan sampai berat. Yang berat ini seperti orang sakit jiwa. Jadi ada gangguan psikologis berat yang dinamakan Premenstrual Disforik Disorder (PMDD)

Cara menanganinya meliputi pengobatan non farmakologis (tanpa obat) dan pengobatan farmakologis (dengan obat-obatan)

Non Farmakologis

  1. Pengaturan diet sebaiknya HINDARI terlalu banyak garam, kafein, coklat, karbohidrat sederhana, Cola, Kopi, hot dog, potato chips dan makanan kaleng. MAKAN lebih banyak buah, sayur, susu, karbohidrat kompleks seperti roti, pisang, jagung. Makanan tinggi serat dan daging rendah lemak.
  2. Boleh minum suplemen yang mengandung kalsium, Vitamin E, B6, Mg
  3. Teknik relaksasi (kontrol nafas)
  4. Yoga
  5. Aerobik secara teratur
  6. Massage
  7. Chiropractic
  8. Minum lebih banyak air

Pengobatan farmakologis

Obat nyeri boleh digunakan sepeerti asam mefenamat atau parasetamol utnuk mengurangi nyeri otot dan kepala tapi jangan sering-sering. Obat yang lain meliputi obat hormonal, anti depressant untuk kasus yang agak berat

Sedikit tips ini untuk suami sebaiknya punya program di android atau blackberry tentang jadwal siklus haid pasangan anda. Jadi kalo deket-deket jadwal haid bisa lebih mengerti “Oh istri saya lagi PMS makanya dari tadi marah-marah. Oke deh saya pijitin, buatin susu hangat atau bekata dengan lembut sehingga emosinya tidak mudah terpancing”

Written by @astu_MD  27 Oktober 2012

Further reading

http://www.medicinenet.com/premenstrual_syndrome/article.htm

http://emedicine.medscape.com/article/953696-overview#a0104

http://www.mayoclinic.com/health/premenstrual-syndrome/DS00134/DSECTION=causes

http://drugline.org/ail/pathography/684/