Saat ini, kesadaran ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mengalami peningkatan.Mengutip hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2004-2009, cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi dibawah 6 bulan (0–6 bulan) meningkat dari 58,9% pada tahun 2004 menjadi 61,3% pada tahun 2009. Begitu juga dengan cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif terus menerus dari usia 0 sampai 6 bulan juga meningkat dari 19,5% tahun 2005 menjadi 34.3% pada tahun 2009

Di Indonesia, jumlah pekerja perempuan yang bekerja mencapai 40,74 juta jiwa. Sekitar 25 juta termasuk dalam usia reproduktif dengan kemungkinan mengalami proses kehamilan, persalinan dan menyusui di saat bekerja. Agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif, Ibu yang bekerja ini ada yang mengambil suatu jalan tengah yaitu memberikan ASI dengan tidak langsung. Yaitu ASI dipompa dengan menggunakan pompa manual atau elektrik, ditampung dalam botol lalu disimpan di dalam pendingin untuk diberikan sewaktu-waktu saat dibutuhkan

Pertanyaan yang kemudian timbul, apakah ada perbedaan antara pemberian ASI secara langsung dan tidak langsung melalui pemompaan ke dalam botol?

Jolie Black Bear dkk dari breastfeedingusa.org berdasarkan penelitian,mengemukakan memang ada beberapa perbedaan yang mungkin banyak belum diketahui oleh ibu menyusui

1. Kontak Fisik dan peningkatan Antibodi

Menurut Chirco dan Santini (2008) Kontak fisik ibu dan bayi pada saat menyusui melalui rangsangan ludah dari bayi akan langsung merangsang tubuh ibu untuk membuat antibodi spesifik untuk melawan kuman (patogen) yang baru didapat sehingga dapat melindungi bayi selama beberapa jam kedepan. ASI dalam botol yang sudah berumur lebih dari satu hari masih mengandung faktor anti infeksi namun tidak lagi mengandung antibodi spesifik yang diperlukan bayi pada saat itu.

2.Pertumbuhan rahang, gigi, wajah dan kemampuan bicara

Aktivitas menyusi dapat melatih otot wajah dan memacu pertumbuhan tulang rahang yang kuat dan struktur wajah yang simetris. Beberapa studi menunjukkan menyusui dapat mempercepat perkembangan dan kejelasan dalam berbicara. Peningkatan durasi menyusui menurut palmer (2008) dapat menurunkan risiko kemungkinan untuk kemudian bayi menderita kelainan susunan gigi yang menyebabkan ia harus misalnya dipasang kawat gigi

3.Efisiensi waktu

Pemberian ASI botol memerlukan waktu yang lebih untuk proses memompa, membersihkan pompa dan botol susu. Sementara ASI langsung dapat sewaktu-waktu diberikan saat bayi merasa haus atau lapar.

4.Kontak kulit memperbaiki perkembangan bayi

Kontak kulit ibu dan bayi (kangaroo care) menurut bigelow dan membuat kulit bayi terasa lebih hangat, lebih jarang menangis dan koordinasi yang lebih baik dalam pola menghisap dan menelan. ibu yang menyusui secara langsung akan merasa lebih nyaman sehingga memicu respon oksitoksin, meningkatkan ikatan emosional, dan kepercayaan diri sebagai ibu (moore, 2009). Sementara pada ASI botol jarang sulit memungkinkan terjadi kontak kulit

5.Perbaikan Mood dan Stress Ibu Menyusui

Dari Aspek psikologis, Menurut penelitian dari Mezzacappa & Katkin (2003) Ibu yang menyusui secara langsung mengalami penurunan tingkat stress dan mood yang lebih postif. sementara ASI botol malah menimbulkan perasaan negatif. Hal ini berhubungan dengan peningkatan level hormon oksitosin yang lebih tinggi pada ASI langsung

6. Kontrol asupan susu dan obesitas

Bayi dengan ASI botol mempunyai kontrol yang lebih rendah membatasi asupan ASI yang dibutuhkan. karena tidak ada hisapan aktif dan keinginan pemberi susu untuk menghabiskan seluruh susu di dalam botol membuat bayi “overload” susu. saat menyusui secara langsung, bayi dapat mengontrol sendiri jumlah ASI yang dibutuhkan dan ibu dapat membaca tanda bila ia telah kenyang. Penelitian Isslemann (2011) bayi dengan ASI langsung dapat mengidentifikasi rasa kenyang dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko obesitas di kemudain hari.

7.Pembekuan & denaturasi antibodi

Pendinginan dalam freezer dapat menyebabkan denaturasi (kerusakan) antibodi dan dapat membunuh sel-sel hidup yang berada dalam ASI (Orlando, 2006) (Buckley & Charles, 2006) inilah mengapa banyak ilmuwan menganjurkan agar ASI mempunyai efek anti infeksi yang optimal sebisa mungkin diberikan dalam keadaan fresh

Perbedaan manfaat tersebut mudah-mudahan dapat memberikan semangat bagi ibu menyusui untuk sesering mungkin memberikan ASI secara langsung.

Summarized by Astu Anindya Jati / 7 Oktober 2012

1 Anon. Ibu Bekerja Bukan Alasan Menghentikan Pemberian Asi Eksklusif. http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1662-ibu-bekerja-bukan-alasan-menghentikan-pemberian-asi-eksklusif.html 27 September 2011 via depkes.go.id Akses : 7 Oktober 2012
2 BearJB, Meyer S, Ryan T et al. Are the differences between breastfeedibf directly and Bottle-feeding expressed Milk? https://breastfeedingusa.org/content/article/are-there-differences-between-breastfeeding-directly-and-bottle-feeding-expressed-mi  2012 Akses : 7 Oktober 2012