“Yakin” episode 6  by @yusuf_mansur

  • Berfikirlah positif tapi tetap sandarkan ke Allah SWT
  • Setiap saya menggelar acara sedekah saya terharu melihat ketulusan beberapa tukang ojek, tukang jual pisang goreng yang menyumbangkan sejumlah hartanya walaupun ada juga orang kaya yang menyedekahkan omzet nya. Misalkan jika ada yang laku hari ini maka keuntungannya akan saya sedekahkan. Lalu beneran ternyata laku semua. Kalo orang biasa bakal bilang “Nah Lho, Rasain” tapi kalau orang pinter bakal bilang “Kalo memang hari ini laku berarti yang beli itu Alloh”
  • Sebelum QS 2:261 Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Alloh memprospek kita dengan 3 ayat sebelumnya yaitu Alloh berkuasa menerbitkan dan menenggelamkan matahari secara teratur (QS 2:258-259) dan juga Maha menghidupkan dan mematikan. Diilustrasikan saat Nabi Ibrahim as meminta Alloh memperlihatkan salah satu kekuasaan-Nya. Lalu ada seekor burung yang dicabik menjadi empat dan diletakkan terpisah lalu dengan tepukan atas izin Alloh potongan itu menyatu dan menjadi burung yang hidup (QS 2:260)
  • Ketiga ayat sebelumnya itu kekuasaan yang besar. Maka jika melipatgandakan nafkah di ajalan Alloh menjadi 700x lipat itu kontras dengan beberapa ayat sebelumnya, adalah hal yang sangat mudah bagi Alloh
  • Tidak ada doa yang tidak dikabulkan meski seluruh alam dari jaman nabi Adam as hingga sekarang berdoa maka tiada berkurang kekuasaan dan kemuliaan-Nya
  • Cara Alloh mengabulkan doa itu teka-teki
  • Kadang perlu proses dan kesabaran. Alloh sabar nunggu kita taubat, masa kita ga sebar mentang-mentang baru sekali sedekah?
  • Waktu itu saya punya mobil serena. Kalo buat ukuran ustadz itu udah wah. Nah serena ini jadi tampak kecil ketika anak saya Wirda sering dianterin temen saya naik Alphard. “Ayah. Ganti Alphard aja!” lalu saya jawab “Wirda tau cara ndapetinnya?” Wirda yang pada saat itu berumur 6 tahun menjawab dengan spontan “Disedekahin aja Yah serena nya!” dijuallah serena itu ada orang yang mau beli. Saya serahkan kembali ke orang itu untuk terserah kemana akan disedekahkan. Saat serena itu ada di belokan dan mulai menghilang. Saya berkata “Welcome my Alphard!” garasi udah kosong, kalo masih ada isinya gak akan dapet mobil baru!. Ini masalah keyakinan. Kalo nanya otak mah ga mungkin
  • Seminggu kemudian saya juga belum punya mobil lalu dating teman saya yang bawa Alphard. “Lho mobilnya kemana tadz?” Lalu saya jawab “Udah disedekahin” “Hmm ya udah niy Alphard buat ustadz aja!” “Oke, Jadi. saya gak lama-lama takut dia berubah pikiran hehe”
  • Besok kita akan membahas QS An Nahl

Summarized by Astu Anindya Jati