Intro by dr Rahmad Karim Sungkar SpKJ

  • Jangan membandingkan diri dengan orang lain namun bandingkan dengan diri sendiri. Ada improvement atau tidak
  • Bila saat maju berdebar biarkan. Selalu gunakan RORP (Realistik, Obyektif, Rasional dan Proporsional)

JENDELA JOHARI, SARANA MENGENAL DIRI by Prof.Ari SpKJ

  • Bagaimana kita mengenal diri kita? who am I?
  • Salah satu cara adalah dengan merenung. Akan tetapi saat kita merenung akan lebih banyak membayangkan hal-hal yang buruk. Karena kita sulit menghargai diri sendiri. Di Luar Negri, pendidikan untuk menghargai diri sendiri diberikan sejak dini
  • Gnothi Seauthon! Kenalilah dirimu sendiri! Banyak dipahat di kuil dewa Apollo menjadi motto orang Yunani sehingga bisa maju seperti sekarang ini
  • Kita bisa maju karena jasa dari orang lain, semua orang berperan dalam tumbuh kembang saya
  • Lihat anak ayam yang baru lahir, bisa langsung berdiri. Begitu juga anak kucing, langsung bisa merayap mencari puting susu ibunya. Tidak demikian dengan bayi manusia. Putting itu harus didekatkan dulu. Berarti manusia itu makhluk yang paling bodoh! Setuju?
  • Untuk tahu diri kita, kita harus menerima masukan dari orang lain. The significant other
  • Mengenali diri sendiri tidak cukup dengan mawas diri, namun juga dengan berelasi
  • Keuntungan mengenali diri sendiri
  1. Tahu potensi diri dan kemampuan
  2. Menyadari kekurangannya dan berusaha untuk memperbaikinya
  3. Dinutrisi untuk mengembangkannya
  4. Dapat merubah perilaku negative menjadi postif
  5. Lebih bijak
Yang saya tahu Yang saya tidak tahu
Yang mereka tahu Gelanggang Daerah buta
Yang mereka tidak tahu Daerah tersembunyi Daerah gelap gulita
  • Daerah gelanggang bisa diperluas bila kita pandai memohon/menerima umpan balik dan begitu juga memberi umpan balik.
  • Bila Gelanggang meluas akan terjadi insight atau keinsafan
  • Ciri kepribadian menurut jendela johari. Bila horizontal cenderung suka wawancara. Orang seperti ini banyak bertanya, namun bila ditanya akan tutup mulut
  • Bila vertikal berarti si pembeli buta. Obral semua namun sukar membeli masukan
  • Bila menyempit di sudut kiri atas – Si kura-kura, tutup mulut, tutup telinga. Sukar bergaul dan bekerjasama. Perlu berlatih bila mau merubah diri
  • Refleksi
  1. Orang yang tahu di tahunya adalah orang yang bahagia
  2. Orang yang tahu di tidak tahunya adalah orang yang beruntung (orang seperti ini perlu teaching)
  3. Orang yang tidak tahu di tahunya adalah orang yang merugi
  4. Orang yang tidak tahu di tidak tahunya adalah orang yang celaka

LEADERSHIP by Prof. Ari SpKJ

  • Pemimpin itu sejajar dengan konduktor orkes simfoni, bukan simfoni klasik atau dangdut, namun simfoni jazz. Karena music jazz itu banyak berimprovisasi.
  • Memimpin adalah upaya mengembangkan skill, intelektual pribadi untuk memperkaya orang lain
  • Setiap saat kita berusaha mempengaruhi cara berfikir dan perilaku orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu,  disitu kita sudah dikatakan memimpin
  • Caranya
  1. Leading
  2. Influencing
  3. Guiding
  4. Instructing
  5. Controlling
  • Kepemimpinan egosentris pada hakikatnya melayani diri sendiri. Orang yang dipimpin harus melayani kepentingan sang pemimpin
  • Lead ourselves the Lead others
  • Etika bertingkah laku dan kompetisi militer itu berkaitan erat (DepHan)
  • A bad man cannot be a good soldier, sailor or airman
  • Pilar-pilar kepemimpinan
  1. Karakter (Integritas, jujur, adil)
  2. Interpersonal (Komunikasi efektif dan intensif menginspirasi team untuk kinerja terbaik, membangun koneksi dan jejaring, Memberdayakan, berkolaborasi di dalam team)
  3. Leading change (Tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri)
  4. Personal Capacity (Mengembangkan kemampuan dirinya, inovatif, latar belakang pendidikan)
  5. Focus on Result (Menjadikan semua aktivitas kepada tujuan tertentu, menetapkan target, Inisiatif)
  • Memimpin itu butuh proses
  • Tingkat kepemimpinan
  1. Personal (punya perspektif kemana saya akan melangkah dan mempunyai wawasan)
  2. One on one (mempunyai trust kepada orang lain)
  3. Team (Menjadikan team yang solid)
  4. Organisasi (efektivitas)
  • Tipe Kepemimpinan
  1. Level I –Garis Komando –Otoritas terpusat, bekerja untuk pemimpin, komunitas terbatas
  2. Level 2 –Pemimpin sebagai pusat, mengandalkan aktivitas masing-masing, open door—Mudah ditemui
  3. Level 3 (Transisi) –Masih terpusat tapi sebagai inisiasi pemberdayaan anggota lain, alokasi untuk memberdayakan team
  4. Level 4 (Partnership) –Rafting, manajemen perahu karet. Pemimpin sebagai partner dan fasilitator, harus bisa membaca situasi dan saling memberikan masukan, mampu mengembangkan ruang lingkup
  5. Level 5 (Berdaya) Team sepenuhnya sendiri. Komunikasi sudah menjadi kebiasaan, sudah habit, terbentuk pemimpin baru, pemimpin lama pindah untuk pemberdayaan di unit lain –contohnya banyak di perusahaan multinasional
  • Leadership is to produce more leader, not follower
  • Kata menggugah tapi keteladanan memikat
  • Unsur-unsur kepemimpinan
  1. Integritas
  2. Keteladanan
  3. Visi yang jelas
  4. Fleksibel
  5. Energik atau Antusias
  6. Membuka jalur komunikasi
  7. Bisa dipercaya dan mempercayai
  8. Inovatif
  9. Wawasan luas
  10. Apa dan mengapa? Bukan siapa?
  11. Menentang Status Quo
  12. Berkomunikasi verbal maupun non verbal (10% kata 30% Nada bicara 60% bahasa tubuh)
  • Team is better. Together Everybody Achieve More –Bersama kita bisa!
  • 3 kualitas pokok komunikasi efektif
  1. Genuine (jujur apa adanya)
  2. Empathy
  3. ……Love
  • Bila mau mendengar, kita akan diperkaya. Itulah sebabnya Tuhan menciptakan 2 telinga dan bukan 2 mulut
  • Pemimpin ada bukan karena dilahirkan, tapi dibentuk. Kalau tidak dipoles tidak bisa
  • Mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin itu jauh lebih penting daripada mengumpulkan modal
  • A leader is a dealer in hope
  • Be comfortable in your own skin
  • Develop your communication skills
  • You learn more by listening
  • Yesterday competitor became collaborator
  • Empowering people, influence them then release them to make input
  • People who do lots of work makes lot of results

Coda by dr. Ahmad Sungkar SpKJ

  • Kepemimpinan egosentrik karena egostate A nya dominan
  • Api yang sedikit tidak bisa memadamkan api yang besar. Harus proporsional
  • Rasa takut gagal, merasa tidak mempunyai kemampuan adalah cirri egostate A
  • Bila sudah asik yang satu lupa yang lain. Asik melihat kekurangan lupa kelebihan akhirnya menjadi minder, asik melihat kelebihan lupa melihat kekurangan akhirnya menjadi sombong
  • The only one. We are different. Be yourself! Tingkatkan kelebihanmu turunkan kelemahanmu. Jadikan dirimu sedikit lebih baik. Lakukan yang bisa baru kemudian lanjut ke next level
  • No Pain No Gain! Gagal adalah biaya untuk sukses
  • Harus terus dilatih dan dibiasakan

Teori kebutuhan Maslow by Bu Tuti

  • Kebutuhan menurut Maslow ada 5
  1. Yang paling dasar adalah kebutuhan sandang pangan
  2. Rasa Aman (Misalnya pada saat bekerja ikut asuransi jamsostek)
  3. Kebutuhan Sosial (afeksi dan situasi kerja yang nyaman)
  4. Kepuasan atas prestasi
  5. Aktualisasi diri (impian, cita-cita)
  • Penyangga adalah kebutuhan dasar / material
  • Pelengkap : Kepuasan secara psikologis kebebebasan berekspresi, kebanggaan di NKRI
  • Kerja bukan hanya untuk mencari MAKAN tetapi juga untuk mencari MAKNA

PROBLEM SOLVING by Prof. Marlina SpKJ

  • Hidup itu berfluktuasi
  • Jangan sombong
  • Jangan cita-cita kalian itu imajiner
  • Kebutuhan imajiner itu ada, tinggal dibuktikan dengan fakta
  • Thinking, Sensation, Feeling, Intuition
  • Intuisi timbul karena sudah biasa mempraktekkan
  • Feeling : Bila bila bete, feeling jelek akan banyak diskonting
  • Intuisi : cepat mengambil konklusi sebelum ada evidence karena seringnya mempraktekkan. Pengalaman. Missal, bau keringatnya orang Skizofrenia berbeda dengan orang normal
  • Sensation. Berhubungan dengan Alat indera –Misal Prof Prayit SpOG dengan hanya VT sudah bisa memutuskan operasi
  • Rangsangan — Reseptif — Dianalisa (Daya Ingat, Edukasi, Mental Flexibility, Wawasan, pengalaman masa lalu) — Belief — alternatif solusi — Analisis keseluruhan — Akhirnya memberikan suatu Keputusan
  • Jangan kaku jadi orang!
  • Jangan ambil keputusan saat sedang emosi, karena akan mengganggu proses berfikir
  • Rasio dan emosi itu harus seimbang
  • Sedih kemudian nangis itu wajar, tapi jangan lama-lama, segera cari solusi
  • Problem solving yang kurang tepat
  1. Arbitrary Inference — ambil keputusan sak dheg sak nyet tanpa difikir terlebih dahulu
  2. Selective Abstraction
  3. Dichotomy Reason — Black and white things
  4. Overgeneralization — Menganggap semua PNS yang memakai baju safariitu tidak bermoral
  5. Personalisasi — Andaikata aku berada di posisinya aku akan merasakan begini dan begitu. Tapi berlebihan hingga mengorbankan diri sendiri
  6. Magnification / Minimizing —Membesarkan dan meremehkan masalah
  7. Catastrophic — Berfikir hanya dari sudut negative nya saja
  8. Negative imperatives — Harus! Should! Must! Perfectionist, biasanya tidak siap untuk gagal
  • SOLVE
  1. State your Problem (Kenali masalahmu)
  2. Outline your goal (Apa yang akan dikehendaki)
  3. List your Alternatives (strateginya apa? Buat Plan ABC)
  4. View the consequences
  5. Evaluate your result
  • Tingkatkan soft skill
  1. Belajar mendengarkan
  2. Focus on having positive impact
  3. Care as much other’s goal (yang tidak berarti buat kita mungkin sangat berharga untuk orang lain)
  4. Bangunkan kepercayaan
  5. Pengaruhi secara positif
  6. Offer Advice
  7. Ambil keputusan secara Realistis, Obyektif, Rasional dan Proporsional
  • Sesuatu yang dipakai, diingat dan dilakukan akan menjadi memori implicit. Ada sistem recall and recognition –Intuisi
  • Setiap intuisi sebaiknya di cek dengan thinking

TOPENG KEHIDUPAN by Prof. Marlina SpKJ

  • Adalah atribut atau jubah seseorang. Jaim (Jaga Image)
  • Rentan stress orang yang pemalu, perfeksionis, Agresif, sensitive, kurang menyukai hubungan social
  • Macam-macam topeng
  1. Kekayaan
  2. Intelektual
  3. Sosial
  4. Moral
  5. Seksual
  • Penyebab memakai topeng adalah takut tidak diterima, dan takut dihina
  • Ada yang sok kaya member bantuan bencana namun memakai perhiasan yang berlebihan di depan kamera. Sampai korban bencana protes bahwa mereka itu bukan tontonan
  • Topeng social misalnya duduk dekat gubernur, minta difoto saat sedang berbicara dengan orang besar atau punya kedudukan tinggi. Orang seperti ini biasanya menjilat ke atas, sikut kiri dan kanan, menginjak yang bawah
  • Memakai topeng berarti membohongi diri sendiri
  • Topeng moral sering mengumandangkan ayat. Harus begini dan begitu namun fatwanya kontradiktif. Seperti menyuruh membunuh!
  • Topeng jabatan — caleg yang menari
  • Be Realistic person! Ingat 8 sehat jiwa WHO! Beban topeng itu berat banget!

Summarized by Astu Anindya Jati