KOMUNIKASI EFEKTIF by dr. Hendy Margono SpKJ

  • To Listen not to hear. Perbedaannya ada pada Usaha
  • 5 steps to listen
  1. Receiving – Hearing and attending
  2. Understanding
  3. Remembering
  4. Evaluating
  5. Responding
  • The benefit of listening
  1. Dengan mendengar lebih baik kita mampu untuk belajar lebih baik
  2. To Infuence
  3. To Play
  4. To help others
  • Ketrampilan mendengarkan yang baik
  1. Tahu kapan menyela
  2. Konsentrasi
  3. Perhatian
  4. Empati
  5. Tidak berprasangka
  6. Perhatikan Ekspresi
  7. Bereaksi secara wajar
  8. Paraphrasing
  9. Merangkum pembicaraan
  • Agar persepsi sama, mungkin perlu bertanya
  • Jargon . Jangan menggunakan kata-kata yang asing


KOMUNIKASI DI BIDANG KESEHATAN by Prof. Ari SpKJ

  • Dialog terapeutik bersifat mencegah, bukan hanya mengobati. Misalkan pada pasien dyspepsia yang bolak-balik karena stress
  • Komunikasi sebaiknya juga giving knowledge
  • Bila kita edukatif sebaliknya justru mendatangkan rezeki karena  pasien sebagai serious promoter
  • Manusia adalah makhluk biopsikososiospiritual
  • Orang yang tahu belum tentu faham.
  • Merubah pola pikir berarti merubah perilaku
  • Saat mengalami lelah mental, maka akan terjadi gangguan daya tangkap (tidak konsentrasi) akhirnya terjadi diskonting (hanya mau mendengar yang mau didengar)
  • Akibatnya pasien mendengar sepotong-sepotong, sering lupa jadi jangan segan untuk mengulang, sering salah persepsi
  • Seperti pada simulasi komunikasi, karena cemas maka tidak bisa menangkap dan tidak bisa fokus
  • Ciri kepribadian
  1. Anankastik (Ingin selalu sempurna)
  2. Histrionik (Ingin diperhatikan – keluhan macam-macam padahal hanya ingin diperhatikan
  3. Narsistik (Ingin dipuja)
  4. Paranoid (Mudah curiga)
  5. Anti Sosial (Mengajak bertengkar)
  6. Sizoid (pendiam, tertutup,sensitive)
  • Disintegrasi Spiritual
  1. Nyeri karena hukuman Tuhan
  2. Pengucilan
  3. Kecemasan
  4. Guilty Feeling
  5. Marah – Protes kepada Tuhan
  • Disintegrasi spiritual harus diatasi terlebih dahulu
  • Pembicara haeus pandai membaca hidden message, membaca apa yang tersirat
  • Yang ingin didengar oleh pasien
  1. Susuatu yang positif
  2. Menjanjikan sesuatu yang baik
  3. Keinginan untuk sembuh
  4. Informasi tentang penyakitnya
  • Persepsi pasien harus dikenali agar bisa diarahkan dengan tepat
  • Reaksi emosional
  1. Denial (terutama sakit berat. Pasien terus mencari 2nd opinion terus menerus hingga mencari orang pinter)
  2. Menerima (Accepting) – Kenapa ya jadi sakit? Mengapa sakit Ca Paru? – Reaksinya marah
  3. Tawar menawar dengan Tuhan. “Ya Tuhan jangan ambil nyawaku terlebih dahulu, tunggu sampai punya cucu)
  4. Depresi
  5. Pasrah
  • Para dokter, jadilah perayu. Jadilah sebagai pelampiasan
  • Energi mental membuat pasien makin lemah sehingga merusak sistem kekebalan
  • Fase itu bisa kembali lagi ke awal. Harus dibimbing terus-menerus
  • Mendengar (Listen) adalah gabungan dari Ear, Eye, Focus, Heart and King
  • Penampilan
  1. Bahasa Non verbal
  2. Budaya santun
  3. Sikap tidak baik (Misal berpangku tangan, sibuk dengan kancing baju)
  • Inti pembicaraan pasien itu berbeda-beda, ada yang di awal, tengah dan akhir. Jangan terlalu cepat menyela dan menginterpretasi (To Assume : To make an ass of u and Me)
  • Sadar diri – Menerima yang ada pada kita
  • Mampu berekspresi
  • Orang yang bisa menerima diri sendiri lebih bisa repek kepada orang lain (empati)
  • BAD NEWS
  • Setiap pasien mempunyai hak untuk mengetahui penyakitnya. Sering keluarga menghalangi.
  • Makin cepat diberi tahu makin baik, karena pikiran pasien masih jernih
  • Tingkatkan komunikasi, pakai cara direct but compassionate. Perhatikan faktor budaya dan kompetensi pasien untuk menangkap
  • Melayani atau dilayani?
  • Bila Anda memilih untuk melayani berarti Anda sudah memenuhi panggilan jiwa Anda

EMOSI DAN EMPATI by Prof Fatimah

  • Ilustrasi ada sebuah gerbong kereta yang jatuh ke sungai dan mulai tenggelam. Ada seorang ibu dan anak. Ketika ibunya sudah berhasil keluar dari gerbong, lalu ia melihat anaknya masih di dalam. Ia lalu terjun kembali ke dalam air dan tenggelamlah keduanya
  • Emosi adalah perasaan.
  • The deepest feeling
  • Emosi bisa menjadi extraordinary power saat ibu berusaha menyelamatkan anaknya
  • Setiap emosi ada tindakannya sendiri-sendiri. Misalnya takut – Sembunyi, Marah –Membentak, memukul, membunuh
  • Emosi berperan pada tiap langkah dan tindakan. Kadang emosi lebih dominan
  • Saat cemas maka sulit untuk mengingat (Hard to memorize)
  • Saat berbicara dengan emosi, maka yang diingat adalah emosinya
  • Memberi tahu anak jangan dengan nada marah
  • Berfikirlah sejenak agar emosi lebih terkendali
  • Rangsangan — Thalamus Cortex calcarina (Kesadaran) — Amygdala Repon yang sesuai)
  • Perilaku impulsive ransangan dari thalamus langsung ke amygdale
  • Marah yang benar itu sulit! (Aristoteles)
  • Bangsa kita itu sulit mengenal emosi nya sendiri. Sulit mengekspresikan
  • Cara mengendalikan emosi
  1. Sebaiknya mengetahui penyebab dari emosinya
  2. Perlu dibedakan perasaan dan tindakan yang harus/boleh kita lakukan
  3. Saat marah coba diberi option. Langsung berantem tapi akibatnya begini, hanya lewat lisan akibatnya begitu
  4. Tenangkan diri sendiri
  5. Kurangi Impulsifitas
  • EMPATI
  • Membaca isyarat non verbal
  • Pakai As If (andaikata aku dia)
  • Bukan aku dan kamu, tapi aku 1 dan aku 2
  • Empati berasal dari lobus frontalis
  • Ada penelitian, bayi baru lahir saat mendengar temannya menangis, maka ia akan menangis. Akan tetapi jika ia diperdengarkan dengan suaranya sendiri yang direkam, maka ia tidak menangis
  • Untuk mengajarkan empati maka orang tua harus memberikan keteladanan
  • Saat SD, seorang anak sudah mulai mengenal kependeritaan kelompok
  • Saat remaja idealismenya masih tinggi
  • Orang yang empati biasanya lebih sukses
  • Agar empati
  1. Ketrampilan mendengar dan memperhatikan
  2. Bahasa tubuh yang aktif
  3. Gunakan gaya vocal yang tepat
  • Lebih dari 90% emosi adalah non verbal

Summarized by Astu Anindya Jati