Stress and health by Prof Fatimah

  • Data psikosomatik sangat besar (47% kasus)
  • 50-70% datang ke dokter mempunyai keterkaitan dengan stress
  • Selalu ada interaksi antara fisik, sosiokultural dan Psikologis
  • Misalkan seorang ibu terkena flu , maka ia akan lebih sensitive terhadap anaknya
  • Pernah ada penelitian ada 2 kelompok di vaksin influenza, orang yang ditempatkan pada situasi yang menyenangkan lebih jarang terkena flu daripada yang ditempatkan pada situasi tidak enak
  • Situasi batin mempengaruhi daya tahan.
  • Apakah harus senang terus? Yang penting bagaimana membuat situasi yang tidak enak menjadi enak. Bila dimulai sejak kecil akan meningkatkan resiliansi
  • Stressor yaitu suatu keadaan, orang atau obyek yang dipersepsi sebagai kondisi yang stressful. Yang diubah adalah persepsinya
  • Akibat dari stressor adalah respon fisiologi dan behavior psychological
  • Tuntutan dari diri sendiri disebut Internal Stress
  • Manusia itu tidak luput dari stress. Bahkan kita perlu stress
  • Eustress: Stress yang tidak memiliki dampak yang besar
  • Distress stress yang mempunyai dampak yang besar
  • Stress dipengaruhi oleh genetic dan setiap manusia mempunyai titik lemah atau Locus minoris resistensi
  • Things are rarely good or bad but our thinking makes them so –Shakespeare
  • Low cost response : Bisa negoisasi
  • Bila langsung menuju amygdale maka bisa high cost. Karena itu salah satu tips mengatasi stress adalah dengan menahan nafas. Agar ada kesempatan otak untuk berfikir (Masuk terlebih dahulu ke dalam korteks)
  • Stress yaitu tentang masa lalu dan imagine the future. Pernah niy ada yang asma nya kambuh hanya dengan membayangkan ia lari dan lapangan penuh debu. Padahal ia belum lari
  • Fase-fase stress : Alarm (tubuh mulai beraksi) ; Resistensi/Adaptasi ; Exhaustion (Bila resistensi berlangsung terus menerus akan mulai terjadi gangguan)
  • Subconcious mind : Spontan, Involunter, Tidak tergantung pada hasil akhir
  • Manifestasi stress ada yang simpatis misalnya bolak-balik ke kamar mandi, ada yang arousal tegang, berjalan mondar-mandir
  • Conscious mind : stressor dipersepsi kemudian dievaluasi secara sadar sehingga menghasilkan keputusan yang menguntungkan
  • Stress —- Kognitif (dievaluasi apa yang terjadi) —- Impulsi (bisa menjadi eustress atau chronic stress)
  • Bila teratasi maka daya adaptasi akan makin baik
  • Stress berpengaruh pada hampir semua tubuh kita
  • Tips member tahu bahwa penyakitnya psikis. Yaitu pada saat pasien datang misalnya sudah 3x lalu ditanyakan. Apakah ada fikiran? Kemudian bila pasien bertanya tentang psikosomatis beri saja contoh tentang apa yang sudah diketahuina. Misalnya ujian bolak-balik di kamar mandi. Pada saat mimpi dikejar-kejar orang lalu ketika bangun ngos-ngosan, otot menjadi tegang
  • Stress — Aktivasi Amygdala — Aktivasi Suprarenalis — Stress Response (PNI Psikoneuroimunologis) menyebabkan cellular immunity dan hormonal immunity
  • Depresi berkaitan dengan perubahan glukortikoid. CRH (Corticotropin Releasing Hormone)
  • Dari dahulu selalu ada perubahan. Bekalilah hidupmu dengan kemampuan yang lebih tinggi
  • 2020 Depresi menempati penyakit urutan ke 2 (WHO)
  • Life is something that everyone should try at least once –Harry J. Tilman

MANAJEMEN STRESS by Prof. Marlina

  • 2 hari PIT pertama kita belajar tentang diri kita. Bahwa musuh terbesar adalah dari kita sendiri
  • Salah satu kunci sukses adalah ketika kita bisa memanage
  1. Intrapersonal
  2. Interpersonal
  3. Adaptasi
  4. Stress Management
  5. Pengendalian Emosis
  • Interpersonal adalah the art of listening. Jangan ngomong sama Koran
  • Kadang kita itu itu tidak selektif dalam menempatkan diri. Ibarat memakai baju pantai di dalam kelas
  • 8 Sifat menurut WHO
  1. Adaptif dan konstruktif
  2. Puas dengan perjuangan
  3. Jangan terlalu banyak menuntut
  4. Memberi lebih banyak daripada menerima
  5. Menolong tapi jangan bully
  6. Instropeksi
  7. Assertive
  8. Penuh kasih sayang – Bisa memberikan kasih sayang
  • Makin tinggi cemara, makin kencang angin yang menerpa. Makin besar seseorang, maka makin banyak yang ngrasani, makin banyak yang tidak senang, iri dsb
  • Ciri dokter yang sukses berbisnis
  1. Memiliki rasa aman
  2. Spontanitas
  3. Kontak dengan realitas
  4. Kekuatan jasmani dan mempunyai kemampuan untuk memuaskannya
  5. Memiliki pengetahuan – Live long learning
  6. Konsisten
  7. Menetapkan tujuan hidup secara wajar
  8. Memuaskan tuntutan kelompok
  9. Belajar dari pengalaman
  • Darimana datangnya stress – Organobiologis dan psikososial
  • Masalah itu begitu memakan energy
  • Saat di daerah pilih mana? Anak bupati yang cantol (Cantik tapi tolol) atau teman PPDS yang tidak begitu cantik namun pandai
  • Kita tuh dididik untuk perfeksionis sehingga tekanan internal tinggi. Apa-apa harus perfect padahal di dunia ini tidak ada yang sempurna
  • Seseorang yang bisa melewati krisis, kepribadiannya menjadi cemerlang. Bila tidak akan menjadi PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)
  • Stress luar. Kita hanya bisa menganggung 300 point/tahun misalnya perceraian, masuk penjara
  • Stress dari dalam itu tidak disadari. Apa saja?
  1. Idealisme yang terlalu tinggi
  2. Target terlalu kaku – Harus bisa! Harus! Dan tidak punya planning untuk gagal. Orang yang pandai mempunyai plan A, B dan C. Tulis Skenario
  3. Prasangka terhadap diri sendiri dan orang lain
  • Mekanisme Pembelaan Ego
  1. Denial
  2. Displacement (memindahkan sasaran emosi)
  3. Mencari salah orang lain (transkulpitasi)
  4. Menyalahkan dan menghukum diri sendiri (Self proyeksi)
  5. Rasionalisasi
  6. Bereaksi berlawanan (Reaksi Formasi)
  7. Dibawa kea lam bawah sadar (Represi) — ini yang paling sering
  • Setiap orang mempunyai nilai ambang frustasi
  • Nilai Ambang frustasi dipengaruhi oleh :
  1. Genetika
  2. Kematangan Jiwa
  3. Kematangan spiritual yaitu agama dan life value. Keduanya harus sinkron. Banyak yang mengumandangkan ayat namun tidak sesuai dengan tindakannya
  4. Konstitusi saraf misalnya lelah, kurang O2 dsb
  • Alam bawah sadar itu ternyata 80%
  • Stressor luar sudah besar, mengapa mempersulit diri sendiri dengan menambah stressor internal
  • Bila ada masalah, maka cepat tuntaskan maka tidak akan terjadi apa-apa. Masalah itu seperti diletakkan dalam toples. Lama-lama bila makin penuh overload dan akan terjadi keretakan-keretakan di dindingnya
  • Efek dekompensasi jiwa, yang pertama menjadi obsesi, yang kedua menjadi psikosomatis
  • Jangan terlalu lama disimpan, tulis di diary atau bila orang itu extrovert langsung diluapkan
  • Buat Analisa situasi. Jangan dengarkan orang lain. Cari akar masalah. Mana yang diprioritaskan
  • Activating. Apa yang mengaktivasi. Cari apa penyebabnya
  • Belief mau dipersepsikan seperti apa?
  • Consequence Mau mengubah reaksi seperti apa? Reaksi apa yang mau dimunculkan
  • Terkadang kita emmbutuhkan relaksasi. Perlu cooling down. Bila impulsive maka kurangi
  • Bial ada 2 pohon yang besar dan perlu digergaji, ada kalanya kita perlu mundur sejenak, memandang situasi lalu pilih gergaji yang tepat
  • Ada kasus istri minta cerai karena tidak pernah berhubungan seksual. Suaminya pada saat tengah malam selalu ke rumah sakit untuk menghadiri tentiran dari staf jam 1 malam. Ada tekanan “kudu” padahal stafnya tidak mengharuskan
  • Istri minta cerai lagi karena memandang suaminya itu tidak cukup baik untuknya. Coba reframe. Lihat dari sudut pandang yang positif, lihat kelebihannya, jangan melulu melihat kekurangannnya. Orang yang pesimis berorientasi pada kekurangan
  • Atau gunakan redefine. Ganti dengan definisi yang baru. Misalnya kesuksesan seorang istri karena doa dari suami
  • Turunkan cita-cita yang terlalu tinggi, keimanan ditingkatkan
  • Lakukan self Analysis
  • Prioritaskan mana yang penting. Tergantung value nya apa
  • Delegasikan. Cari yang sejajar dengan dirimu
  • Usahakan win-win solution namun bila harus mengalah untuk menang dan dijadikan strategi maka tidak masalah
  • Aku harus berubah menjadi lebih baik!
  • Jangan terus emnoleh ke belakang, lakukan redefining dan reframe dan syukuri yang telah di dapat . Jangan melihat dari sudut yang gelap terus
  • Buat keputusan dengan analisis. Masalah atau trouble itu akan selalu ada
  • Key of Interpersonal Happiness
  1. Respect each other
  2. Trust
  3. Trustworthy
  4. Saling mengisi dan melengkapi
  5. Boleh berkorban tapi mendidik
  • Sebelum tidaur sebaiknya ber Muhasabah mengevaluasi diri sendiri. Apa yang terjadi pada kita? Apa yang emmbuat kita gagal? Reaksi apa yang timbul? Solusinya bagaimana?

CIRI ASERTIF by Prof Endang

  • Sikap asertif. Menerangkan secara jujur dengan memperhatikan hak, pikiran dan pendapat orang lain
  • Komponennya. Perilaku sesuai dengan tujuan hidup terbaik sesuai kapasitas dan dapat merencanakan sesuatu
  • Bila kita diberi tugas, maka ambil. Jangan terlalu pasif dan juga jangan telalu tinggi. Sesuatu yang baik itu berada di tengah-tengah
  • Ciri Asertif
  1. Memutuskan sesuatu sendiri
  2. Bila menolak, ia dapat menerangkan alasannya
  3. Kemampuan mengutarakan ketidaksetujuan dan mengeluarkan amarah yang terkontrol
  4. Mampu menuanikan kewajiban tanpa mengurangi hak
  5. Puny aide kreatif dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaannya
  6. Mampu menghormati dan menjaga hak orang lain
  • Be Assertif! Keuntungannya
  1. Percaya diri tinggi
  2. Motivasi tinggi
  3. Bisa menghargai orang lain
  4. Tidak malu untuk bertanya
  5. Penuh tanggung jawab
  6. Terus terang dan jujur
  7. Mau mendengarkan orang lain
  8. Mau meninta feed back
  9. Jeli melihat peluang
  10. Respek diri lebih baik
  11. Mendapat respon positif dari orang lain
  • Di Bali pernah ada seminar. Yang ikut orang bule. Dia seminar tanpa slide. Setelah selesai berbicara ternyata banyak sekali yang bertanya. Bukti bahwa mereka bisa menghargai dan mendengarkan
  • Cara komunikasi
  1. Pasif – rasa malunya tinggi, sukar untuk mengutarakan keinginan, perasaannya kepada orang lain. Bila kronis bisa menjadi neurotic
  2. Agresif – Cenderung egois. Lawannya pasif, memaksakan kehendak dan otoriter
  3. Asertif, mengkomunikasikan keinginannya dengan cara yang sehat, kasih sayang dan respek pada kebutuhan orang lain
  • Komunikasi asertif itu
  1. Percaya diri
  2. Tegar menghadapi segala sesuatu
  3. Tepat meraba kondisi orang lain
  4. Tegas, tabah dalam mengungkapkan pendapat
  5. Sopan santun
  • Komunikasi pasif membiarkan orang lain mengambil keuntungan darinya. Pasif tidak akan memperoleh keuntungan apa-apa. Hanya kemudian menumpuk kebencian
  • Asertif : mempertahankan dirinya, tidak membiarkan orang lain mengambil keuntungan darinya semata akan tetapi secara bersamaan mempertimbangkan perasaan orang lain. Orang Asertif hanya memperoleh keuntungan. Memperoleh sesuatu sesuai dengan harapannya
  • Agresif. Memang mendapatkan yang diinginkan namun ia dibenci dan dijauhi
  • 4 ciri Assertiveness
  1. Adversial
  2. Persuasif
  3. Collaboratory
  4. Accomodating
  • Adversial. decison yang cepatdan tepat. Menurutnya kesempatan emas tidak datang 2 kali. Misalnya pada bagian bedah. Orang seperti ini kebanyakan sukses menjadi pemimpin namun ketegasnnya dapat merugikan orang lain. Biasanya orang seperti ini sudah terbiasa mandiri sejak kecil
  • Kisah pasir yang digoreng
  • Persuasif. Pandai merayu, melobi dan bernegoisasi. Sudah mementingkan tujuan dan tidak takut konflik, karena selalu memakai win-win solution
  • Termasuk high Assertive walay terkadang kurang cepat dan tegas
  • Budaya ketimuran biasanya halus
  • Collaborative. Work together to uncover solution . Mementingkan teman, berkolaborasi dan membuat kompromi-kompromi sehingga lambat dalam mencapai tujuan
  • Ada seseorang yang bekerja di Jerman dan ia sering membela teman akan tetapi giliran temannya salah ia menjadi sungkan. Terutama pada perusahaan keluarga. Dengan kompromi tidak 100% tujuan yang bisa dicapai
  • Penyebab collaborative adalah kurang mandiri, menghindari konflik dan rasa sungkan yang berlebihan
  • Accomodating : tidak suka konflik, Asal Bapak Senang, tidak pernah bilang tidak, Accomodating boleh bila anda 100% sebagai pelaksana
  • Saat menjadi dokter spesialis, yang diharapkan adalah sikap persuasive dan adversial. Persuasif harus ditonjolkan untuk membina rapor yang baik dengan pasien
  • Dokter yang asertif sebaiknya
  1. sudah merencanakan masa depan dengan baik
  2. Bergaul dengan sahabat, saling menolong
  3. Merencanakan jejaring (network)
  4. Menghormati dan mengenal lebih baik pendidik dan konsultan
  5. Meningkatkan bahasa Inggris dan ahli komputer
  • Buatlah log book sendiri yang terdiri dari
  1. Situastion Assesment : Kejadian dimana terjadi kegagalan
  2. Attitude Assesment – Perasaaan pada saat menghadapi masalah
  3. Behaviour – Perilaku saat gagal atau berhasil
  4. Hambatan – Yang menyebabkan gagal
  • Berikan komentar dan progresifitas pada minggu ini
  • LADDER
  1. Look At (Lihat yang Anda Inginkan)
  2. Arrange (Aturlah waktu dan tempat)
  3. Define (Definisikan masalah secara spesifik
  4. Describe (Deskripsikan perasaan dan keinginan)
  5. Express (Utarakan)
  6. Reinforce (Kuatkan untuk mendapatkan yang diinginkan tanpa mengorbankan perasaan orang lain
  • Seorang dokter harus dapat memiliki prioritas dan keputusan sendiri
  • Bertanggung jawab bila berbuat salah
  • Meminta informasi bila dirasa kurang jelas. Jangan malu untuk mengakaui keterbatasan karena kita adalah makhluk yang tak sempurna
  • Mekanisme pertahanan
  1. Humor
  2. Supresi (memunculkan masalah secara sadar)
  3. Sublimasi (Memendekkan angan-angan yang terlalu tinggi)
  4. Altruisme (Kesenangan menolong orang lain)
  5. Antisipasi (disiapkan jauh-jauh hari)
  6. Bedoa (Tahajjud, ibadah ritual)

Adversity dan Quesioner

  • Camper : Mulai mencoba tapi belum menggunakan semua potensinya
  • Safety Player
  • Climber : Suka tantangan
  • Banyak kesuksesan lebih ditunjang oleh EQ,SQ dan AQ
  • Ciri AQ tinggi
  1. Kompetitif
  2. Senang Bersaing
  3. Memotivasi diri sendiri
  4. Tekun
  5. Daya Juang tinggi
  6. Sehat Mental
  7. Bahagia
  • Control (selalu ada jalan keluar) – Origin. Bila Origin rendah maka selalu guilty feeling – Ownership Tidak melemparkan kesalahan pada orang lain) – Reach (Selalu mencari akar dari permasalahan) – Endurance (Badai pasti berlalu, ada ketekunan)
  • LEAD
  1. Listen (Dengarkan kata hati yang positif baik intra maupiun inter)
  2. Explore (Cari asal-usul penyebabnya)
  3. Analyze Masalah
  4. Do (Cepatlah bertindak! Ambil langkah-langkah antisipatif)
  • Telur, Wortel dan kopi sama-sama dipanaskan. Anda ingin jadi seperti apa? Telur bila dipanaskan akan menjadi keras, wortel menjadi lembek, kopi tanpa menghilangkan identitasnya, mampu memberikan keharuman dan warna untuk sekitarnya
  • Keep optimist! Be positive Thinking

Self Analysis

Waktu + Antisipasi
<6 bulan
6bulan-3tahun
>3tahun

 

Kuadran interpersonal skills

Berkorban Musyawarah
Menghindar Menang sendiri

Summarized by Astu Anindya Jati, dr