Sudah hampir 4 tahun, Sahabat saya, Fardian dan Nia mendambakan seorang anak. Tidak hanya mereka, namun juga seluruh keluarga besarnya.

Karena Nia anak tunggal, sedangkan saudara-saudara Fardian sudah divonis tidak akan bisa mempunyai keturunan.

Segala program kehamilan sudah di tempuh mulai dari pengaturan masa subur, inseminasi dan bahkan bayi tabung. Namun hanya berujung duka. Beberapa kali Nia keguguran karena embrio nya gagal menempel di dinding rahim (endometrium)

Sampai suatu ketika Fardian menyuruh Nia untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai dokter UGD dan menggantinya dengan praktek di rumah.

Ketika semuanya seems hopeless, mentok kalau orang Jawa bilang. Fardian lalu merenung, diam, bertafakkur. “Ya Rabb. Seluruh cara sudah kami lakukan, Maafkan jika selama ini kami sedikit melupakan mu. Dikuasai akal kami bahwa 1+1=2, Maafkan jika kami terlalu mengandalkan logika dan menganggap teknologi dapat membuat kami mempunyai keturunan. Sekarang kami sadar Ya Rabb. Bahwa segala hal tidak akan terjadi tanpa izin-Mu dan sebaliknya jika Engkau berkehendak, maka tiada sesuatu apapun yang dapat menghalangi”

Fardian dan Nia akhirnya sampai pada titik ikhlas. Ia memasrahkan semua kepada-Nya. Lenyap sudah rasa takabur dan tekanan batin yang mendera.

Fardian memutuskan mengambil cuti, mengajak Nia berlibur ke pulau Sapudi dimana ia bisa menghabiskan waktu berdua saja. Mengulang masa-masa indah disaat awal pernikahan..

1 bulan kemudian, tepat disaat Fardian lulus seleksi Program Pendidikan Spesialis, Nia hamil.. iya hamil. Tanpa proses yang rumit, alami dan wajar..

Man haitsu la yahtasib.. Jika Alloh mencintai hamba-Nya maka diberinya rizki yang tidak disangka-sangka, unpredicted! Surprise! Karena dengan begitu mereka sadar bahwa rezekinya selama ini adalah pemberian Tuhan, bukan atas usahanya semata

Kini, Nia sudah hamil 6 bulan, Fardian melanjutkan sekolah untuk menjadi ahli bius.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS 65:3)

“ Keberuntungan adalah ketika kesiapan bertemu dengan kesempatan”

 

Based on true story. Nama disamarkan

Surabaya, 24 April 2012

Astu Anindya Jati