Sekitar jam setengah 4 pagi di IGD, saya dibangunkan. Ada pasien bayi dengan diare. Umur 5 bulan berat 4,5 kg. kondisinya memprihatinkan. Tangan dan kakinya dingin, nafasnya memburu, tidak menangis sama sekali, pandangannya kosong dan tiada lagi dapat berkedip.

Dehidrasi berat. 1 hari sebelumnya ia mengalami diare lebih dari 10x/hari disertai pula dengan muntah-muntah dan tidak dapat minum susu. Ah sayang sekali orangtuanya  saat itu lebih memilih untuk rawat jalan walau sudah disarankan untuk rawat inap.

Akibatnya, ya fatal. Setengah jam setelah dibawa ke rumah sakit, nyawanya sudah tidak dapat ditolong. Orangtuanya hanya dapat menangis dan menyesal. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Kawan. Penting sekali untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi (kurang cairan). Apalagi pada bayi. Sangat-sangat rentan. Jangan sekali-kali diremehkan.

Analoginya begini, misalnya orang dewasa adalah gelas berkapasitas 200cc dan anak-anak adalah 50cc. kemudian sama-sama kehilangan 25cc cairan. Pada saat yang sama orang dewasa kehilangan 12,5% sedangkan anak-anak sudah berkurang 50%. Padahal cairan itu sangat vital untuk menjaga aliran darah yang mengandung nutrisi dan oksigen tetap stabil.

Apa aja siy dok tanda-tanda dehidrasi?

Dehidrasi itu ada 3 tingkatan

Dehidrasi ringan

  • Haus. Maunya minum terus
  • Agak rewel tapi tangisannya masih kuat

Dehidrasi sedang

  • Buang Air kecilnya mulai berkurang
  • Mata cowong
  • Kulit perut menjadi kurang elastis (turgornya menurun)
  • Anak mulai lemas
  • Tangan dan kaki dingin

Dehidrasi berat

  • Semua tanda dehidrasi sedang ditambah kesadaran yang mulai menurun. Tangisan lemah atau tidak menangis sama sekali
  • Kadang disertai dengan kejang

 

Kalau Anda sudah menjadi orangtua. Banyaklah membaca dan bertanya tentang kesehatan anak. Tidak mengapa menjadi sedikit paranoid. Karena ketidakpedulian dan menganggap remeh suatu penyakit bisa saja berujung dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Salam #sehatbahagia!

 

@astu_MD / 6 Februari 2012 18:54  / Surabaya