• Seperti bintang dengan cahayanya yang bertingkat 10-0 (10 paling terang, dan 0 tanpa cahaya) begitu juga hidup. Saat jiwa kita masih murni maka cahayanya 10 lalu kita berbuat dosa terus menerus hingga lama kelamaan meredup. Sampai angka 3 misalnya kita menyesal dan bertaubat eh sama Alloh malah dikasi cobaan hartanya ludes, dituntut cerai sama istri finalnya dipenjara.. reduuplah hingga ia ke titik 0
  • Sampai disini ada rahasianya. Sebenarnya bila Alloh mencintai seseorang atau suatu kaum maka diberinya cobaan di dunia diberi susah diberi azab di dunia dengan tujuan memebersihkan semua dosa dan kesalahannya. Agar ia tidak diazab lagi di akhirat kelak
  • Bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat :  Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (QS Al Furqoon (25) : 71)
  • Bilamana Allah mengasihi seseorang, maka Ia akan menyegerakan hukumannya
  • Kembali ke cerita tadi, sampai titik 0, bersih lagi, terusin riyadhah nya , dhuha, ngaji, tahajjud dsb 6 bulan ia keluar dari penjara, yang ia datengin orang tuanya. Ternyata orangtuanya sudah enggak marah, istrinya pun ga jadi nuntut cerai. Ia mulai bisnis bensin eceran, tambah gede, tambah gede sampai akhirnya punya 3 pom bensin. Kembalilah ia ke no 10 terang benderang dengan cahaya penuh keimanan
  • InsyaAlloh kita akan ketemu besok dengan tawakal bagian ke 5 : Doa Nabi Musa as
  • Tidak ada yang Alloh berikan kecuali itu yang terbaik untuk kita Bisa jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik untuk kita, sebaliknya bisa jadi kita menyenangi sesuatu padahal itu buruk untuk kita
  • Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Tahrim [66:8])

 

Disusun oleh @astu_MD

10 Januari 2012