Buat saudara-saudaraku yang sedang sakit. Berbahagialah karena sebenarnya Allah SWT sedang memuliakan Anda. Inilah suatu kesempatan dimana bila kita menyikapinya dengan sabar insyaAlloh akan gugur pula dosa-dosa kita seperti daun kering yang terjatuh ke tanah lalu musnah.

  • “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”

(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)

  • “Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya” (HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghir no.1870)
  • “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya” (HR. Muslim no. 2572)
  • “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821)
  • “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575)

Saat sakit, disekeliling kita ada 70.000 malaikat yang meminta ampunan dan mendoakan orang-orang yang menjenguk Anda.

  • Ali bin Abi Thalib berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa mendatangi saudaranya sesama muslim dalam rangka menjenguk (yang sakit), maka ia telah berjalan di kebun buah Surga sampai ia duduk.  Lalu ketika duduk, maka ia telah dilimpahi rahmat.  Jika hal itu terjadi di waktu pagi, maka 70.000 Malaikat akan membacakan shalawat kepadanya sampai petang hari.  Dan jika hal itu terjadi di waktu petang, maka 70.000 Malaikat akan membacakan shalawat kepadanya hingga pagi hari” (HR Ibnu Majah)

Di saat sakit juga ada kesempatan bagi kita untuk ber muhasabah betapa tinggi nikmat Allah yang bernama kesehatan yang mungkin sering kita lupa untuk bersyukur.

  • Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS 55:13)

Di saat sakit sebenarnya adalah ujian keimanan dan sekaligus bukti dari kecintaan-Nya sebagai salah satu jalan menuju Surga-Nya

  • Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS 2:214)
  • “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157)
  • “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi II/286)

Di saat sakit kita kembali ke titik nol. Betapa kita begitu lemah dan tak berdaya. Meruntuhkan kesombongan yang bersemayam di dalam dada. Di saat inilah kita seharusnya makin merasa dekat dengan Sang Khalik. Memohon dan merendahkan diri, meminta kesembuhan.

  • Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha.”

So Guys. Disaat Anda sedang sakit maka berikhtiarlah, berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencari kesembuhan. Usaha dan juga Doa

  • “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633)

Dan juga bila teman Anda sakit, apapun agamanya, maka jenguklah. Karena karunia-Nya begitu besar dan berkah.

  • Sementara Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat kelak, ‘Hai Bani Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenggukKu’  Ia lantas bertanya, ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rab alam semesta?’  Allah pun berfirman, ‘Bukankah engkau tahu bahwa hambaKu si fulan sedang sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya?  Bukankah engkau tahu bahwa seandainya engkau menjenguknya, maka engkau akan menemukan Aku disisinya?’” (HR Muslim)
  • Jabir bin Abdillah mengatakan, ‘Aku mendengar Nabi bersabda:  “Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka ia telah menyelam didalam rahmat, hingga ketika ia duduk, maka ia tenang di dalamnya” (HR Bukhari)
  • Orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang. [HR Muslim, no. 2568]

Saudaraku. Semoga engkau tetap sehat! Dan bila engkau sakit, semoga Allah SWT senantiasa memberikan Anda kesabaran. Karena bisa jadi kesabaran Anda akan berbuah surga.. Aamiin

Gresik, 30 Desember 2011

@astu_MD