Men instinctively fear what they don’t know or understand (dragon head)

 

Saya baru saja menyelesaikan membaca sebuah manga yang berjudul dragonhead karya Minetaro Mochizuki diterbitkan dari tahun 1995-2000 berjumlah 10 volume. Manga ini menceritakan tentang anak smu, Teru yang terjebak dalam situasi yang genting. Shinkasen yang ditumpanginya mengalami kecelakaan akibat gempa besar. Semua penumpangnya tewas  seketika kecuali dia dan 2 orang yang lain Ako dan Nobuo. Mereka terjebak dalam sebuah terowongan yang gelap gulita tanpa jalan keluar. Mulai dari sini perjuangan mereka untuk bertahan hidup dimulai.  Mengalami berbagai situasi  mengerikan yang tak pernah sekalipun mereka bayangkan..

Manga ini penuh dengan pesan moral tentang rasa takut, bahwa dalam situasi yang genting dan mendadak. Rasa takut bisa menimbulkan kegilaan, memunculkan sifat gelap dari manusia, dan memunculkan ‘monster’ yang sebenarnya kita ciptakan sendiri.

Dan perjuangan terberat adalah mengatasi rasa takut yang ada pada dalam diri, sebagian orang mungkin menghindarinya dengan mengkomsumsi anti depresan (obat-obatan) atau yang paling ekstrim seperti diilustrasikan dalam manga ini mengoperasi bagian otak yang bertanggung jawab pada rasa takut (limbic system) sehingga tidak pula merasakan bahaya. Tapi apa jadinya mereka malah kehilangan jati dirinya sebagai manusia..

Teru mengatasi semua rasa takut karena ia mempunyai tujuan hidup, ia ingin pulang ke rumahnya di Tokyo. Ia juga mempunyai sahabat-sahabat yang mendukung dan bisa diandalkan. Rasa takut itu wajar, yang tidak boleh kita larut dalam rasa takut sehingga hilang jati diri.

Menurut Al Falaq Arsendatama ada 3 tips untuk mengatasi rasa takut

  1. Ubah fokus anda dari takut menjadi cinta. Cintailah yang anda kerjakan. Do the best. Hasilnya serahkan kepada Yang Mahakuasa.. toh bila tidak sesuai yang diharapkan, Anda sudah berjuang dengan segenap hati.. Sesungguhnya Tiada Tuhan menciptakan semuanya dengan sia-sia. Pasti ada guna dan manfaat, semua pasti ada hikmahnya
  2. Bangun komunikasi dengan diri Anda sendiri. Tanyakan apakah kekhawatiran ini ada manfaatnya? Katakan kepada diri Anda bahwa Anda mencintai diri Anda apa adanya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menentukan kebahagiaan Anda kecuali diri Anda sendiri
  3.  Berfokuslah pada hari ini. Kekhawatiran, kecemasan, pesimis hanya terjadi karena kita terlalu memikirkan masa depan. Dengan kita fokus ke masa sekarang kita menjadi lebih punya energi dan power untuk memperoleh kebahagiaan sekarang, bukan nanti, tapi sekarang dan disini….

Mau konsultasi kesehatan atau sekedar ngobrol dengan saya? Sila follow akun twitter saya : @astu_MD

Stay tuned at : www.astumd.wordpress.com