Sleep Stages

Tindihen / Sleep Paralysis

Siang hari, saat saya sedang browsing di tengah-tengah pekerjaan, saya dikagetkan oleh teman yang pada saat itu sedang tertidur tiba-tiba terbangun sambil terengah-engah.

“Kenapa mas?”

Ia pun bercerita bahwa ia bermimpi seolah nyata sekali bahwa lehernya tiba-tiba tercekik oleh semacam kain. Sementara ia sama sekali tidak bisa bergerak kecuali memanggil “dok! Dok!” dan menggedor-gedor dinding meminta pertolongan. Tapi saya seolah tidak mendengar dan menanggapi. Panik, dan susah sekali ia bernafas sampai setelah agak lama meronta  saya seolah-olah menarik lidahnya lalu mengangkatnya. Setelah itu baru ia terbangun.. tersadar dengan sempurna.

Familier dengan keadaan ini? Atau pernah mengalaminya sendiri? Iya betul ini adalah fenomena yang dinamakan “tindihen”

Seseorang yang mengalami “tindihen” merasakan seperti tercekik, tidak dapat bergerak, dada seperti ditekan, sementara ia merasa sadar dan melihat hal-hal metafisik seperti “makhluk halus”

Fenomena “tindihen” ini banyak dihubungan dengan klenik. Menurut kepercayaan Jawa Kuno, tindihan disebabkan oleh naiknya roh-roh halus dari tempat penyimpanan air di bawah tanah ke bawah tempat tidur seseorang.

Dan tidak hanya di Indonesia saja, di spanyol namanya pesadilla, di Jepang Kanashibari, di Amerika dinamai incubus dan succubus yaitu setan betina yang mengajak berhubungan seksual.

Nah terlepas itu benar atau tidak, fenomena ini secara medis disebut dengan Isolated Sleep Paralysis. Sebelum itu biar saya jelaskan terlebih dahulu tahapan-tahapan dari tidur.

Sleep Phases

Saat seseorang tidur dan akan jatuh pada fase tidur dalam (deep sleep) ada suatu tahap yang dinamakan REM (Rapid Eye Movement) jadi bila diperhatikan dari luar, mata bergerak-gerak ke kanan, kiri, atas, bawah sementara kelopak mata masih terpejam.  Hal ini berlangsung selama sekitar 10 menit lalu berhenti. Dan sampailah ia pada tahap non-REM atau tidur dalam

Pada otak manusia ada suatu sistem yang dinamakan RAS (Reticular Activating System). Fungsinya seperti saklar on/off yang menentukan manusia sadar atau tidur. Saat saklar RAS off. Maka manusia jatuh tertidur dan tubuh mengaktifkan vital autonomic function seperti pernafasan, detak jantung, refleks.

Pada fenomena tidihen, saklar RAS “On” lebih dahulu tapi belum disertai kesadaran somatic motoric. Seseorang akan berada di antara fase deep sleep dan consciousness. Back to REM. Mata bergerak dengan cepat dan kita mulai melihat halusinasi seperti makhluk halus, diculik alien, bertemu arwah leluhur dsb..